Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
171


__ADS_3

Sedikit demi sedikit para tamu sudah mulai meninggalkan pesta dan pulang. Begitu juga Aria yang sudah kelelahan menghadap sekian banyak tamu, tapi ya mau bagaimana lagi karena dia merupakan bintang utama pesta.


Beberapa saat setelah nya, para tamu sudah pulang begitu juga dengan teman-teman Aria.


Tuan Chan Ho meminta agar keluarga kecil nya itu berkumpul di ruang tamu.


"Malam ini ayah meminta agar Seona menginap di sini, walaupun bukan hanya menginap satu dua hari saja, tapi ayah menghormati pilihan Seona. Bagaimana apa kalian keberatan." Tanya Tuan Chan Ho dan melihat wajah istri dan anak-anak nya bergantian.


Di lihat nya, wajah berseri kedua anak nya dan wajah istri nya yang biasa saja.


"Kami...."


"Baiklah, terima kasih atas respon nya, Jin Ho." Potonh Tuan Chan Ho sengaja menjahili anak nya karena tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Aria dan anak-anaknya.


"Apa...." Gumam Jin Ho dengan wajah yang bingung.


"Ayah anggap kalian setuju Seona menginap disini, dan karena sekarang sudah larut pergi tidurlah besok kalian harus sekolah." Ucap Tuan Chan Ho dan beranjak dari duduk nya.


"Aah ayah mm nanti kami saja yang antar Seona ke kamar nya jadi ayah duluan saja, haha...." Ucap Jin Ho sambil tertawa membuat mereka yang lain hanya melihat nya dengan reaksi berbeda-beda.

__ADS_1


"Hoo... baiklah, ayah harap kalian memperlakukan dia dengan baik." Tuan Chan Ho pergi di dampingi istri nya menuju kamar mereka untuk istirahat, dan di ruang tamu saat ini menyisakan Aria, Jin Ho dan Min Ho.


"Jadi...apa yang kita lakukan sekarang." Tanya Aria saat hanya suasana sunyi yang mengelilingi mereka.


"Lebih baik kita tidur saja, tidak bagus untuk anak sekolahan seperti kita tidur larut." Ucap Min Ho seperti sosok orang yang sudah dewasa, dan karena Min Ho terlihat seperti itu Aria dan Jin Ho hanya bisa tertawa kecil.


"Ha... baiklah, ayo ah ya bisakah kalian memberitahu dimana kamar ku." Tanya Aria.


Min Ho dan Jin Ho mendahului Aria dengan pergi menaiki tangga, dan Aria di belakang mereka masih merasa kagum jika melihat rumah itu.


Dia tidak menyangka bisa masuk ke rumah seperti ini dan menganggap nya seperti rumah sendiri.


Dan perkatan Min Ho membuyarkan lamunan kagum Aria.


Aria melangkah maju dan membukakan pintu kamar nya.


"As...taga." Gumam Aria dengan mata terbelalak saat melihat bagaimana kamar yang telah di buat oleh paman nya itu selama beberapa hari.


"Ini... sungguh kamar ku?, tempat ku?." Tanya Aria masih tidak percaya.

__ADS_1


Min Ho dan Jin Ho mengangguk tanda kalau itu benar kamar Aria.


Sementara Aria masih terkagum dengan kamar nya itu sampai beberapa saat dia baru sadar kalau kedua bersaudara itu masih bersama nya.


"Oh...ahaha maaf, kalau begitu aku masuk dulu, selamat malam." Aria melambaikan tangan ringan dan menutup pintu kamar nya perlahan.


Hah... ini sungguh.. aaaaaaaaa aku sungguh tidak percaya ini kenyataan, apa ini mimpi...


awww sakit dan ini bukan mimpi.


Aria melepaskan high heels nya dan merebahkan diri dengan keras di kasur, merasakan kelembutan dan dingin dari selimut yang belum tersentuh selain dari orang yang memasang dan dirinya.


"Aaaah, enak sekali... apa benar aku sungguh bisa menikmati ini semua, paman terlalu baik dan aku jadi memiliki harapan untuk paman agar beliau tidak tersakiti karena aku."


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2