
Setelah perlombaan selesai, semua siswa bubar pergi ke tujuan mereka masing-masing. Entah itu menetap di pantai yang mulai terasa panas ataupun berada nyaman di penginapan.
Mi Na memilih pergi ke penginapan walaupun tanpa diikuti oleh rombongan nya.
"Haa...aku lelah sekali." Mi Na menghela napas berat dan lelah.
Tiba-tiba saja dia teringat suatu hal.
"Cih." Ekspresi kesal menyelimuti Mi Na, dia teringat akan perlombaan tadi dimana dia menangkap wajah kesal Min Ho saat dia melihat Aria berpelukan dengan Min Hyuk.
"Apa ketua menyukai nya." Tanya Mi Na pada dirinya sendiri.
"Siapa dia sebenarnya, dulu aku ingin melihat profil nya tapi ketua tidak memperlihatkan nya pada anggota nya." Mi Na semakin kesal dan tanpa dia sadari dia sudah sampai di penginapan.
"Sudahlah kelamaan berpikir maka kepala ku bisa-bisa pecah. Aku mau mandi dulu."
Di penginapan ramai para gadis yang sama dengan Mi Na, mereka kelelahan dan cuaca nya juga mulai panas. Mereka bersenda gurau di ruang tengah, sementara Mi Na hanya melewati mereka tanpa menyapa sekali pun.
Mi Na terlebih dahulu masuk ke kamar nya dan mengambil handuk kecil, setelah itu keluar lagi dan masuk ke kamar mandi.
.
Beberapa menit telah berlalu, suara senda gurau dari luar terdengar oleh Mi Na yang masih menyelesaikan mandi nya, tapi sesaat kemudian suara itu tidak lagi terdengar, senyap dan sunyi.
"Ehmm...kenapa sunyi sekali." Mi Na heran sambil membalut rambutnya dengan handuk.
__ADS_1
Saat dia ingin keluar dari kamar mandi, tiba-tiba saja terdengar suara yang tak asing bagi nya.
"Kau kenapa." Ucap Aria setengah teriak, raut wajah ketakutan terpancar di wajah Aria yang mana membuat Min Ho tersadar apa yang telah dia lakukan.
Ehh ini..
Mi Na menutup pelan pintu kamar mandi yang telah terbuka sedikit dan mendengar apa yang dibicarakan dua orang itu.
"Aria aku minta maaf." Ucap Min Ho lirih.
Aria tidak mau mendengar permintaan maaf percuma, dia menanyakan kembali kenapa Min Ho bersikap kasar.
"Kenapa." Tanya Aria lagi dengan suara yang tegas.
Aria belum mengerti, siapa yang dia peluk seenaknya.
"Memangnya siapa yang aku peluk." Tanya Aria bingung.
"Kau memeluk orang di lomba tadi, apa kau senang, apa kau segitu membutuhkan tubuh laki-laki untuk ...."
Plakk...
Mendengar suara itu,Mi Na hampir saja ingin keluar dan menerkam Aria di tempat karena sudah lancang menampar pangeran nya.
"Begitu."
__ADS_1
"Haha yaa memang begitu. Kau benar." Ucap Aria sambil tertawa lirih. Dia melangkah menuju lemari es dan menaruh daging nya tadi kedalam.
"Baiklah jika kau sudah selesai, aku pergi dulu." Aria melangkah keluar dari penginapan dan tiba-tiba berhenti.
"Ohh yaa..ngomong-ngomong apa kau tidak merasa kalau kau sudah terlalu memasuki hidup ku, dengan siapa aku bersama, dengan siapa aku berpelukan, dengan siapa aku tertawa, itu semua tidak ada hubungan nya dengan mu, kau bukan siapa-siapa bagi ku."
"Benar, aku bukan siapa-siapa nya dia, tapi kenapa aku marah, kenapa aku kesal, dia berpelukan dengan siapa saja aku tidak peduli, itu tidak merugikan ku. Hah apa yang kau lakukan Min Ho." Sambil tertawa paksa Min Ho pun ikut keluar dari penginapan.
Karena tidak lagi mendengar orang bicara, Mi Na pun keluar. Amarah sudah membuncah yang terlihat dari wajah nya yang memerah.
"Berani nya dia menampar ketua." Mi Na mengepal kuat tangan nya.
"Bahkan dengan mulutnya sendiri ketua minta maaf...anak itu...sudah terlalu lancang. Hah akan aku beri dia pelajaran."
Mi Na bergegas masuk ke kamarnya dan orang-orang yang telah terpaksa keluar tadi pun kembali masuk karena tidak tahan panas di luar.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1