
{Di dalam chat ponsel}
Su Mi: "Aria, apa kau perlu ku jemput."
Aria: "Tidak perlu, Min Ho akan menjemput ku, kau duluan saja dengan anak-anak lain, aku sudah kirim lokasi berkumpul nya."
Su Mi: ".... Baiklah, sampai jumpa, tapi Aria apa kau serius mengajak ke tempat itu."
Aria: "Memangnya kenapa."
Su Mi: "Emm itu, apa kau percaya aku tidak pernah datang ke tempat seperti itu."
Aria: "... Hahaha aku tahu, aku tahu, maka nya aku bawa kalian para anak konglomerat menjumpai istana daging.
Sudahlah sekarang berangkat sana."
{End}
Aria menaruh ponsel nya di nakas, dan dia bersiap memakai pakaian untuk pergi malam ini.
Memakai celana jeans dan kemeja santai membuat Aria mudah bergerak dan pasti nya nyaman.
Karena acara mereka ini ingin Aria rombak dan membawa mereka ke tempat yang seru.
Saat Aria ingin menghubungi Min Ho, tiba-tiba saja bel pintu apartemen nya berbunyi.
Aria pergi menuju pintu dan melihat siapa yang membunyikan bel dari lubang kecil di pintu nya.
"Baru saja mau aku hubungi." Ucap Aria tersenyum dan membuka pintu untuk Min Ho.
"Ayo." Ajak Min Ho yang tak kalah sumringah. Aria menutup pintu nya dan mengikuti Min Ho sampai mereka tiba di mobil.
__ADS_1
"Kita kesini." Aria memperlihatkan sebuah map yang dimana sebuah tempat tujuan terlihat disitu.
Sesaat kemudian...
"Haah, kau serius." Min Ho tak percaya di hadapan nya terlihat sebuah warung sederhana, ramai pengunjung, bising disana sini, bau asap dari pemanggangan, dan tentu saja bau alkohol yang menyengat.
"Kau bukan mau memberontak kan Aria." Tanya Min Ho tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Hahaha... berontak apanya, ayo masuk, mereka pasti sudah menunggu." Aria menarik tangan Min Ho untui mengikuti nya.
"Aria." Panggil Su Mi di salah satu tempat yang tertutup.
"Ohh itu mereka."
"Kalian sudah pesan." Tanya Aria sambil menghampiri ruangan dimana di dalam nya ada Su Mi, Min Hyuk, dan Jin Ho.
"Aku tidak tahu mau pesan apa." Su Mi gelisah sendiri, dan terlihat di wajah nya raut yang khawatir dengan mutu tempat sekarang.
"Tentu saja, kalau begitu biar aku yang pesan."
Aria memanggio salah satu pelayan dan memesan segala macam menu yang tersedia.
Setelah merasa cukup, Aria menyuruh pelayan itu pergi.
Saat melihat wajah teman nya yang datang, Aria kehilangan satu wajah.
"Eeh Lucas mana." Tanya Aria.
"Kata nya dia tidak bisa ikut, karena tiba-tiba ada urusan keluarga mendesak di Amerika."
Jelas Min Hyuk. Lain hal nya Su Mi dan Min Ho seperti Min Hyuk dan Jin Ho relatif tenang dan biasa saja dengan tempat ini.
__ADS_1
"Hmm begitu, ya sudahlah."
Tak menunggu lama, pelayan datang kembali ke tempat mereka dengan membawa alat panggangan, dan di bantu pelayan lain membawa beragam macam sayuran dan daging.
"Kalian mau minum apa." Tanya Aria.
"Jus." Ucap Su Mi cepat.
Aria terdiam sejenak, dan melihat ke arah pelayan yang juga melihat ke arah nya, secara tak sengaja keduanya terkekeh dan Su Mi keheranan.
"Teman ku, disini tidak ada jus, tapi adanya soju atau hanya air putih biasa. Kau mau yang mana, tapi sepertinya kalian belum pernah minum alkohol ya, aku juga belum. Hmm kalau begtiu air putih biasa saja." Ucap Aria dan pelayan tersebut kembali mengambil beberapa botol mineral.
Min Hyuk melihat aneka macam sayur dan daging di hadapan nya dengan mata berbinar.
"Waahh...sepertinya enak, chef Aria saya ingin merasakan sentuhan tangan mu yang mulia itu disini."
Dengan nada pujian di buat-buat Min Hyuk menggoda Aria, dan tentu saja Aria menerima nya.
"Baiklah, lihatlah tangan ku bekerja dan cicipilah nanti dengan kenikmatan yang sesungguhnya, hahaha."
Begitulah cara bersenang-senang menurut Aria Si Gadis Biasa yang tumbuh di Lingkungan yang Biasa.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1