
Melihat Min Ho dan Jin Ho yang seperti nya sangat serius menganalisis perbedaan mereka, Hou Gae pun terbawa untuk menjahili kedua bersaudara itu.
"Ehemm... sebenarnya kami berdua sangat sulit di bedakan, bahkan orang tua kami saja kadang suka tertukar jika menyangkut kami, yah hanya memberitahu saja, semoga kalian beruntung." Ucap Hou Gae dengan senyun simpul mengundang tawa dari Aria dan Bunny.
"Pfft.. ya ya...semoga mereka beruntung." Ucap Aria.
Min Ho yang kesal melihat Aria seperti meremehkan mereka, dia pun asal memilih membuat Jin Ho kaget begitu pula mereka yang lain.
"Kau serius." Tanya Aria dengan wajah dan nada yang seakan sengaja membuat Min Ho goyah dengan pilihannya.
"Tenang saja Jin Ho, dia adalah Hou Gae aku yakin seratus persen. Dan jangan terpengaruh dengan apa yang Aria katakan." Ucap Min Ho dengan tatapan lurus kepada orang yang di tunjuk dan di kira itu Hou gae.
Jin Ho merasa dilema dengan pilihan kakak nya sehingga membisikkan sesuatu.
"Kak, kau serius. Pilihan mu berlawanan dengan ku." Bisik Jin Ho.
"...kau tidak percaya dengan pilihan ku." Bisik Min Ho balik pada adiknya yang ternyata langsung bisa melumpuhkan rasa tak yakin Jin Ho.
"Baik, baiklah. Keputusan mu juga keputusan ku." Ucap Jin Ho akhirnya mengalah dan menyetujui apa pilihan Min Ho.
"Baiklah pilihan kalian dia. Tidak mau mengganti pilihan." Tanya Aria.
"Tidak." Jawab Min Ho cepat, karena jika di tanya lagi mungkin saja dia akan goyah.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, silakan jawaban nya."
Aria meminta agar kembaran itu yang menjawab yang benar.
"Aku akan menjawab cepat dan sayang sekali...."
Mendengar kata "sayang sekali" seketika membuat mental Min Ho dan Jin Ho runtuh, tapi itu membuat Aria tergelak.
Padahal belum selesai apa yang dia katakan, tapi mereka sudah seperti itu. Haha
"...sayang sekali jawaban kalian benar." Lanjut Mou Gae.
Mendengar jawaban dari Mou Gae, semangat kedua bersaudara itu kembali membara mereka melihat satu sama lain dengan wajah sumringah, dan ketika itu pula Aria tertawa terbahak-bahak.
Setelah permainan itu, mereka pun bersantai bersama menghabiskan waktu sembari menunggu pesta usai. Dan kumpulan ini sangat cocok karena tidak suka dengan nuansa pesta pebisnis.
.
Beberapa jam telah berlalu akhirnya pesta usai dan Tuan Chan Ho memanggil anak-anak itu masuk rumah.
"Terima kasih atas pesta nya, tuan." Ucap salah satu rekan kerja Tuan Chan Ho saat ingin berpamitan pulang.
"Saya juga berterima kasih karena sudah menyempatkan waktu nya untuk menghadiri pesta kecil ini." Ucap Tuan Chan Ho.
__ADS_1
Wah haha pesta kecil, sekarang aku tahu ukuran kecil untuk kasta atas...
Aria yang terus berada di sisi Tuan Chan Ho menarik perhatian orang-orang yang berpamitan pulang pada Tuan Chan Ho.
Sementara Min Ho dan Jin Ho bak pengawal yang menjaga di belakang Aria.
"Gadis yang cantik mungkin bisa menjadi teman untuk anak say... aa."
"Hmm... apa yang anda bicarakan tadi." Tanya Tuan Chan Ho saat mendengar perkataan rekannya yang terputus tersebut.
"Ah.. bukan apa-apa, hanya memuji saja kalau anak ini sangat cantik."
Rekan Tuan Chan Ho tersebut langsung membungkuk hormat dan bergegas pulang.
Hmm... aku yakin dia bilang ingin jadikan aku sebagai teman anak nya.
"Aah, apa-apaan bocah itu, uhh menyeramkan sekali."
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!