
"Aku menol...."
"Tolakan mu juga ditolak." Min Ho memotong perkataan Aria dengan kalimat yang singkat.
"Apa, kenapa bisa." Ucap Aria tidak percaya, percuma saja dia berpikir matang-matang, akhirnya di tolak juga.
"Pihak akademik memberitahukan semua partisipan yang sudah terpilih tidak wajib menolak, hanya saja kecuali dia sakit."
Hmm menyebalkan...
Aria mendengus kesal membuat Su Mi yang melihat nya hanya bisa menahan tawa.
Hahaha...kau bertemu dengan lawan yang tepat Aria. Haha...
Seakan-akan tahu apa yang Su Mi pikirkan, Aria menatap tajam ke arah Su Mi.
Kenapa kau tertawa...
Su Mi lebih memilih memalingkan muka daripada berhadapan dengan Aria.
.
"Baiklah, sekian saja untuk hari ini. Besok jam pertama semua yang hadir disini juga harus hadir besok. Mengerti."
"Mengerti." Serempak semua yang ada di ruang itu menyahut apa yang Min Ho tanyakan.
Setelah melewati perbincangan yang panjang, semua orang yang ada di ruang Pertemuan pun bubar.
Entah itu ke kelas atau kantin karena mulai saat ini pembelajaran akan diliburkan karena harus menyiapkan susunan acara penyambutan siswa baru secara penuh.
__ADS_1
Aria keluar dari itu dengan keadaan mengenaskan, karena berdasarkan apa yang ingin mereka tampilkan bagian dialah yang paling berat.
Aaaaaaakkkkhhh...apa aku hanya bisa berteriak di dalam hati saja aaaaakhhhhh...
"Kau baik-baik saja." Tanya Su Mi menepuk-nepuk bahu Aria untuk menenangkan nya.
"Bagaimana bisa aku baik-baik saja Su Mi..."
Flashback...!
"Saya ingin tahu dulu acara seperti apa yang ingin kalian tampilkan." Min Ho pun melakukan tugas ketua osis nya dengan serius. Meminta berbagai pendapat dan merangkup nya jadi satu merupakan hal tersulit, tapi mungkin ini hal yang mudah jika Min Ho yang mengontrol.
"Bagaimana kalau..."
"Bagaimana kalau bla bla bla"
.
.
.
"Acara kalian adalah acara inti, dan kalian akan tampil paling terakhir maka dari itu walaupun waktu kalian banyak jangan berleha-leha dan membuang waktu dengan sia-sia."
"Bagaimana kalau kalian musikalisasi puisi, dan saya sudah pilih siapa yang akan berperan banyak. Kau...karena tidak ada memberikan satu ide pun maka saya akan memberikan peran yang utama untuk mu."
Semua orang mengangguk tanda setuju, kecuali Aria. Memang dia tidak ada memberikan pendapat nya karena dia masih baru dalam acara yang diluar jangkauan nya selama ini.
"Kau saya tugas kan ..bla bla bla bla
__ADS_1
dan bla bla bla bla, kau harus seperti bla bla bla."
Aria bahkan tidak mendengar jelas apa yang Min Ho katakan, tatapan Aria kosong seakan-akan jiwa Aria di cabut paksa oleh tugas-tugas itu.
Selesai...
"Apa aku bunuh diri saja ya."
Mendengar Aria bercanda dengan wajah serius, Su Mi memukul punggung Aria dengan keras.
Bukk...
"Apa yang kau bicarakan bodoh." Gerutu Su Mi.
"Aaakhh sakit..isshh." Aria merangkul Su Mi dan mengeratkan rangkulan nya seperti ingin mencekik Su Mi di tempat.
"A aa lepas lepas." Sambil tertawa Su Mi memukul lengan Aria yang melingkar di lehernya.
Aria melepaskan lengan nya yang melingkar di leher Su Mi.
"Su Mi, kau tertarik dengan osis ya makanya begitu perekrutan anggota di buka kau langsung masuk."
"Iya Aria, aku sangat menyukai osis, tapi tidak bisa masuk-masuk karena anggota nya sudah terisi semua, dan karena kali ini perekrutan anggota di buka secara tiba-tiba aku langsung masuk saja." Jelas Su Mi dengan wajah sumringah yang seperti nya penuh kebanggaan karena bisa menjadi bagian dari osis.
"Ayo ke kantin aku lapar." Ajak Aria menggandeng lengan Su Mi.
"Ehh kau kantin tadi apa tidak makan." Tanya Su Mi heran.
Aria menggeleng dan meneruskan langkah nya menuju kantin."
__ADS_1
Bersambung!!!