Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
165


__ADS_3

{ Siang hari sebelum pesta }


Saat ini Aria sedang berkumpul dengan teman-teman sekolah nya di kafe karena hari ini adalah libur sekolah.


"Kalian sungguh akan pergi kan nanti malam." Tanya Aria pada teman-temannya.


"Tentu saja... kami pasti akan datang." Ucap Bunny dengan nada meyakinkan dan di setujui oleh Gae bersaudara.


Setelah menghabiskan waktu bersama sambil berbincang-bincang, tak terasa waktu sudah semakin banyak termakan dan berlalu begitu saja.


"Apa kau tidak mau kami antar." Tanya Mou Gae karena melihat Aria berdiri melihat mereka bertiga masuk ke kendaraan masing-masing.


"Tidak perlu, lagipula jarak nya dekat dan aku juga mau mampir ke toko kue." Jelas Aria.


Gae bersaudara melihat satu sama lain, sama hal nya dengan Bunny.


"Benarkah." Tanya Hou Gae dan langsung di angguki oleh Aria.


"...baiklah, hati-hati di jalan." Ucap Bunny dan mereka bertiga pun langsung menyalakan mobil nya dan meninggalkan Aria sendiri di depan kafe.


Setelah kepergian tiga temannya, Aria pun mulai melangkah bukan menuju toko, tapi dia menuju ke taman dekat apartemen nya.


"Haaa... malam ini aku akan menghadapi momen dimana aku tidak pernah membayangkan nya ataupun mengharapkan nya."


"Walaupun sudah berusaha untuk tetap tenang, tapi tetap saja membuat ku kepikiran." Ucap Aria, dengan kaki yang terus melangkah mulut nya juga tidak berhenti mengeluh.


"...tidak bisa ku bayang kan bagaimana reaksi kedua orang itu kalau tahu itu aku."


"Apa aku masih di anggap mereka teman... atau malah menjadi musuh mereka." Tanya Aria pada diri sendiri.


Dan tak di sangka pula saat dia sibuk berbicara dengan dirinya sendiri, tiba-tiba ada seseorang yang menanggapi perkataan nya.


"Siapa yang memusuhi mu." Tanya Min Ho.


Aria berpaling melihat siapa itu dan betapa tekrejut nya dia saat melihat bahwa itu adalah Min Ho.

__ADS_1


Apa...


Sejak kapan dia disana. Apa dia mendengar yang aku katakan tadi.


"A... apa, sejak kapan kau disana." Tanya Aria dengan nada tergagap.


"Baru saja." Jawab Min Ho singkat dan berjalan menghampiri Aria.


"Apa yang terus kau gumam kan dari tadi." Tanya Min Ho.


"Mm... ap... ah bukan apa-apa, hanya sedikit menggerutu (?)." Ucap Aria.


"Tapi apa yang kau lakukan disini." Tanya Aria.


Bukannya menjawab pertanyaan Aria, Min Ho malah menatap diam pada Aria.


"Apa." Tanya Aria mulai kalap saat Min Ho dengan perlahan mendekatkan wajah nya pada nya.


"Kau...."


Aria terus sedikit demi sedikit menjauhkan kepala nya dari Min Ho yang sedikit demi sedikit juga terus mendekatkan wajah nya pada Aria.


Tuk...


"Eh..."


Aria terkejut saat Min Ho menjatuhkan wajah nya di bahu Aria.


"Kau baik...."


"Aku lelah... jadi aku mohon tetap seperti ini sebentar saja."


Aria diam saja saat dia mendengar suara lirih Min Ho dan genggaman erat Min Ho di lengan nya.


"Kau baik-baik saja." Tanya Aria.

__ADS_1


"Tidak."


Aria kembali diam dan membiarkan Min Ho memyembunyikan wajah nya di bahu nya.


~~


"Ini."


Aria memberikan sebuah es krim pada Min Ho.


"Terima kasih."


Saat ini Min Ho dan Aria duduk di ayunan yang terdapat di taman dekat apartemen.


Min Ho juga sudah melepaskan segala lelah nya dengan bersandar pada Aria.


"Aku hanya ingin melihat mu, setidaknya kau adalah satu-satunya orang yang membuat ku tenang." Ucap Min Ho.


Aria terbelalak mendengar perkataan Min Ho barusan.


"B... benarkah." Tanya Aria sambil tertawa kecil.


"Yaa..karena kau tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak ku suka."


Astaga.


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2