
Seluruh kursi sudah hampir penuh, para petinggi secara bertahap datang ke acara yang sudah di persiapkan selama sebulan ini.
Dekorasi yang tertata indah di panggung berhasil memanjakan mata yang melihat nya.
Di luar, halaman sekolah sudah dipenuhi mobil-mobil yang terjejer rapi.
Para anggota osis mengerjakan tugas nya dengan penuh tanggung jawab.
Acara ini entah kenapa terlalu ramai menurut Aria, tidak seperti biasanya.
Dulunya dia memang pernah berpartisipasi dan juga melihat seberapa banyak tamu yang datang, tapi tidak pernah sebanyak ini.
Kenapa aku gugup ya.
Tangan Aria terus gemetar, entah kenapa perasaannya tidak karuan seperti ini padahal acara seperti ini sering Aria lakukan apa lagi hanya sekedar memberikan kata sambutan untuk para tamu, tapi kali ini sedikit berbeda karena Aria akan mempersembahkan sebuah pertunjukan yang akan dilihat oleh orang-orang yang hadir disini.
Setelah menunggu beberapa menit, seluruh tamu telah datang, dan persiapan telah matang sempurna.
"Aria, bersiaplah." Ucap anggota osis yang menjadi penanggung jawab acara.
Aria mengangguk dan menunggu giliran nya untuk naik ke panggung. Untuk sekarang Aria akan memberikan kata sambutan untuk para petinggi yang telah hadir, dengan masih menggunakan pakaian sekolah.
Setelah dipanggil oleh MC Aria memasuki panggung dari belakang.
Ngomong-ngomong Aria melupakan sesuatu yang mungkin kecil, tapi berdampak besar, yaitu penampilan nya.
Separuh tamu mungkin belum melihat Aria dulu, tapi separuh nya lagi pasti tahu seperti apa Aria dulu dan perbedaan besar yang mereka lihat sekarang.
"Apa itu betul Aria Kim." Tanya seorang tamu pada tamu lain yang mengetahui seperti apa Aria dulu.
"Iya benar." Jawab tamu itu dengan tatapan tidak percaya.
Terdapat di kursi para hadirin entah itu tamu atau para siswa yang menonton, Aria merasakan hawa dingin terpancar dari beberapa tempat duduk.
Tapi dia tidak peduli dan hanya fokus dengan apa yang dia sampaikan.
.
__ADS_1
.
Selang beberapa menit, Aria selesai dengan pidato nya. Selama penyampaian nya, para tamu mendengarkan secara antusias, tidak ada yang berbicara di tempat nya.
Kecuali suasana sedikit riuh saat Aria mengejutkan dengan penampilan baru nya.
Bagian nya selesai Aria pun pergi ke belakang panggung, dimana seperti nya ada seseorang yang ingin menemui nya.
"Aria." Panggil Su Mi dengan jalan cepat menghampiri Aria.
"Hmmm."
"Katakan padaku kenapa para petinggi itu seperti nya terkejut dengan mu. Yah aku sebenarnya beranggapan kalau itu biasa saja, tapi mendengar ada beberapa orang yang berkata 'yah dia banyak berubah, kira-kira apa tujuan nya', seperti itu." Su Mi menjelaskan dengan rinci sampai pembicaraan orang lain pun dia ragakan.
"Begini, dulu ak...."
"Su Mi."
Perkataan Aria terpotong karena seorang anggota osis memanggil teman nya itu.
"Sekarang laksanakan tugas mu, dan bawa Aria kesana."
Anggota osis tersebut langsung pergi setelah menyampaikan pesan singkat.
"Huuuhh, baiklah lain kali saja kau cerita, untuk sekarang ayo kita dandani kau secantik mungkin." Su Mi menggandeng lengan Aria ke ruang yang khusus untuk acara Musikalisasi Puisi.
Mendengar perkataan Su Mi yang seperti nya mengancam akan memporak-porandakan wajah, Aria merasa cemas.
"Tenang saja, wajah mu itu adalah aset bagi sekolah kita dan mana mungkin kami akan merusak wajah mu itu."
Bukk...
Aria kesal mendengar perkataan Su Mi dan otomatis tangan nya memukul tubuh bagian belakang Su Mi.
"Arrgh. Kau kuat sekali." Rintih Su Mi disertai pujian menyakitkan.
"Makanya jangan bicara macam-macam."
__ADS_1
Aria dan Su Mi masuk ke ruang itu, disana teman panggung nya telah hampir siap. Melihat itu, Aria pun bersiap dengan gaun pertama nya yaitu berwarna hitam.
Sementara di panggung beberapa penampilan telah terlaksana, dan penampilan yang terakhir adalah Musikalisasi Puisi yang akan dilaksanakan setelah mereka istirahat sebentar.
.
Beberapa belas menit kemudian, acara kembali dimulai. Para tamu kembali antusias dengan apa yang akan sekolah itu tampilkan.
Bukan hanya tamu para siswa pun ikut antusias menunggu karena kabar nya penampilan kali ini sangat luar biasa.
Di belakang panggung Aria yang sudah siap beserta teman-teman nya merasa gugup, mungkin hanya Aria.
Aku bisa, aku bisa...aku pasti bisa.
Aria terus berusaha menenangkan diri sendiri sampai tangan Su Mi menepuk bahu nya.
"Tenang Aria, jangan gugup. Kerahkan seluruh hasil latihan mu selama ini, dan teman-teman itu pasti juga merasa gugup hanya saja mereka bisa mengontrol nya."
Mendengar perkataan Su Mi, Aria melihat ke arah teman panggung nya mereka tersenyum demi bisa menahan gugup dihati mereka.
Aria ikut tersenyum dan yakin dengan dirinya sendiri.
"Baiklah, pertunjukan ini seperti nya disambut dengan antusias oleh para hadirin. Pertunjukan ini termasuk Musikalisasi Puisi dimana para pemain nya adalah orang-orang yang berharga bagi sekolah. Dan inilah dia para pemain nya."
Aria beserta teman-teman nya masuk setelah mendengar arahan MC.
Tepuk tangan menggelegar memenuhi ruangan.
Para pemain musikalisasi puisi mengambil bagian nya masing-masing, yaitu bagian piano dan para backdancer beserta Aria visual utama nya.
Setelah memperhatikan bahwa mereka siap, lampu di atas mereka pun dimatikan dan hanya lampu sorotan di atas Aria yang menyala berwarna putih.
Aria memperhatikan suasana didepan nya, para penonton terdiam menantikan penampilan mereka.
Aku bisa...
Bersambung!!!
__ADS_1