
{Beberapa bulan kemudian}
Di pagi hari, seluruh keluarga Ho sedang menyantap sarapan nya masing-masing, tak terkecuali Nona Yan Bi dan Jin yang sekarang status nya sudah berubah menjadi Nyonya Ho dan Jin Ho.
Yaa, bulan lalu Nonya Yan Bi dan Tuan Ho resmi menjadi suami istri begitupula Jin yang resmi menjadi saudara sekaligus adik Min Ho, walaupun usia keduanya terpaut terlalu tidak jauh, tapi Jin Ho memanggil Min Ho dengan sebutan kakak.
Setelah selesai makan, Min Ho pamit pada ayah nya untuk pergi ke sekolah.
"Ayah, aku pergi." Ucap Min Ho dan memakai tas ransel yang ia taruh di sebelah kursi nya itu.
"Tunggu, bawalah Jin Ho juga." Pinta ayah.
Min Ho memandang ayah nya dan beralih ke Jin Ho dengan tatapan datar.
"Terserah saja." Ucap Min Ho tak acuh dan pergi menuju mobil nya.
"Anak itu." Gerutu Tuan Ho yang kesal karena anak nya itu belum merubah sikap nya.
"Tidak apa-apa, sayang, Jin juga bukan pemaksa. Nah Jin sana susuli kakak mu." Pinta Nyonya Ho dengan lembut khas nya ibu penyayang.
Jin Ho benar-benar anak penurut dia tidak berceloteh apapun, melihat penolakan Min Ho dia juga sudah terbiasa, karena dia menyadari keadaan Min Ho yang kedatangan orang baru tanpa persetujuan nya.
Jin Ho masuk ke mobil yang tadi Min Ho naiki dan sesaat kemudian mobil tersebut pun berangkat.
.
.
.
Setengah hari telah berlalu, Min Ho dan Jin Ho pun pulang ke rumah nya.
Nyonya Ho menunjukkan senyum ramah nya saat kedua anak itu keluar dari mobil.
"Bagaimana sekolah kalian." Tanya Nyonya Ho lembut. Dia mencium dahi Jin Ho, dan juga ingin mencium dahi Min Ho, tapi dengan cepat Min Ho menangkis nya.
"Bagus sekali, bu." Jawab Jin Ho senang.
__ADS_1
"Ehmm bagus lah, istirahat sana."
Tanpa ber basa-basi Min Ho pergi menuju kamar nya. Saat ini ayah nya juga sedang bekerja, jadi tidak akan ada yang tahu perlakuan nya pada ibu tirinya barusan, pelayan tentu saja tidak akan angkat bicara.
Di kamar nya Min Ho melepas seragam dan meletakkan tas nya di lantai.
Karena lelah Min Ho pun merebahkan diri di kasur nya.
Sampai tak tersadar kalau dia terlelap, tapi tidur nya terganggu karena sepertinya ada yang menyentuhnya.
Min Ho pun membuka mata dan betapa terkejutnya dia saat melihat ibu tirinya itu yang sedang mengelus rambut nya dengan tatapan nanar.
"Apa yang kau lakukan." Sontak Min Ho bangun dan melihat wanita di bawah nya.
"Aku ingin memberikan mu kasih sayang, apa tidak boleh." Tanya Nyonya Ho.
"Aku tidak perlu, sekarang pergi." Pinta Min Ho.
Nyonya Ho pun ikut beranjak dan mendekati Min Ho yang otomatis berjalan mundur.
Min Ho tidak bisa lari kemana-mana lagi, karena dia sudah di sudutkan.
"Benar-benar mirip." Nyonya Ho meraba seluruh apa yang ada di wajah Min Ho.
Mata, hidung, pipi, bahkan dia tak segan-segan mengusap bibir kecil Min Ho dengan penuh tatapan intim.
Wanita ini sungguh gila, apa dia tidak waras.
"Lepaskan aku. Bagaimana kau bisa masuk ke kamar yang sudah di kun.... " Ronta Min Ho
Cring.. cring...
Nyonya Ho menunjukkan kunci yang bergantung di hadapan Min Ho. Tentu saja itu kunci cadangan untuk setiap kamar.
Baru pertama kali ini Min Ho takut dengan sesuatu, dan wanita inilah penyebab nya.
"Ayah... Ayahhhh." Panggil Min Ho dengan teriakan. Padahal dia tahu kalau ayah nya bekerja, tapi kenapa dia memanggil nya, dia tidak bisa berpikir jernih lagi.
__ADS_1
Nyonya Ho hanya tersenyum melihat penolakan kecil Min Ho. Sungguh wanita ini sudah tidak waras, hanya karena wajah Min Ho sedikit mirip dengan mantan suami nya lantas apa boleh berlaku seperti ini kepada anak kecil.
Di tengah kekalutan, ada seseorang yang mengetuk pintu.
"Kakak." Panggil seseorang itu yang ternyata Jin Ho.
"Kenapa kakak teriak." Tanya Jin Ho di balik pintu terdapat nada ke cemasan di dalam nya. Karena kamar Jin Ho bersebelahan dengan Min Ho makanya dia lebih mendengar jelas teriakan Min Ho.
Dan untung saja karena anak nya itu Nyonya Ho menghentikkan apa yang dia lakukan, dan pergi menuju pintu.
"Jin...." Panggil Nyonya Ho lembut.
Jin Ho menelengkan kepala melihat Min Ho di dalam nya.
"Ibu, kakak kenapa." Tanya Jin Ho. Sebenarnya dia cukup kaget kenapa ibu nya itu ada disini, tapi dia cukup tenang.
"Dan kenapa ibu disini."
Nyonya berbalik melihat Min Ho yang menatap nya dengan tatapan jijik dan takut.
"Bukan apa-apa ayo pergi, kita makan cemilan di bawah. Biarkan kakak mu istirahat jangan mengganggu nya."
Nyonya Ho pun keluar dan menutup pintu di belakang nya.
Meninggalkan Min Ho yang tak tersadar mengeluarkan air mata yang selama ini tidak bisa ia keluarkan.
"Aku harus pergi dari rumah ini." Tekad Min Ho.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1