
"Bisa kalian ceritakan pada kami apa yang terjadi tadi." Pinta Jou Gae karena mereka berdua datang saat Aria hampir terjatuh, jadi mereka tidak tahu apa yang terjadi.
"Ehmm... itu...."
{Flashback}
Karena masih jam istirahat Aria dan teman nya ingin pergi ke kantin, tapi saat dalam perjalanan mereka berpapasan dengan Min Jae.
Karena Aria melihat nya jadi dia ingin Min Jae ikut serta.
"Ohh Min Jae, kau mau kemana." Tanya Aria dengan ramah.
"Bukan urusan mu." Ucap Min Jae sarkas.
Membuat Bunny dan teman lainnya jengkel, tapi tidak Aria karena dia tahu kalau Min Jae terlihat tidak menyukai nya.
"Hei apa-apaan ucapan mu itu, Aria mengajak mu dengan baik, tapi kau malah...."
"Bunny." Ucap Aria ingin Bunny berhenti berbicara seperti itu, dan Bunny pun menuruti nya.
"Baiklah Min Jae, aku tidak memaksa mu, kami pergi ya." Ucap Aria sambil melangkah menaiki beberapa tangga, tapi tak di sangka seperti nya Bunny masih merasa kesal saat dia ingin mendorong Min Jae dengan tangan nya, Aria malah menghalangi dan tak sengaja terdorong, tapi karena reflek ingin menahan diri agar tidak jatuh Aria malah mendorong Min Jae untung saja tempat nya jatuh tidak terlalu tinggi.
{Flashback end}
Suasana sunyi melanda kawanan ini. Bunny hanya tertunduk menyesal karena perbuatan nya membuat Aria dalam masalah.
Sementara Gae bersaudara hanya terdiam dan menghela napas panjang.
__ADS_1
"Perbaikilah sikap mu ini Bunny, kau membuat orang lain yang menanggung akibat nya." Ucap Jou Gae dengan tangan menyilang di dada.
"Untuk sementara waktu, kita biarkan Aria tenang dulu, dan kalian jangan membuat masalah dengan Min Jae itu." Pinta Mou Gae.
Bunny mengiyakan apa yang dikatakan Gae bersaudara dengan anggukan.
"Tapi ngomong-ngomong apa kalian merasa ada sesuatu yang berbeda dari Aria hari ini."
Sementara lain, Aria yang saat ini sedang duduk di kursi panjang taman sekolah dengan wajah menunduk dengan tangan yang menutupi nya.
"Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu." Tanya Aria pada diri nya sendiri.
"Apa selama ini masalah dia tidak mau berteman dengan ku adalah menganggap ku suka berbicara di belakang. Memangnya siapa dia sampai bisa menilai ku seperti itu."
"Aku memang bukan orang baik, tapi aku sama sekali bukan penggosip."
Aria terus berguman kesal sampai tidak menyadari ada seseorang yang duduk di sebelah nya.
Ucap Aria setengah teriak sampai membuat orang yang duduk di samping nya terkejut, dan dia juga terkejut karena tidak menyadari kehadiran orang di samping nya.
"...hai." Sapa Jaejun dengan wajah sumringah nya.
"Sejak kapan kau disini." Tanya Aria.
"Sejak... kau bergumam sendiri." Ucap Jaejun santai.
"Jadi kau mendengar semua nya." Tanya Aria kaget.
__ADS_1
Dan lagi-lagi dengan santai dan wajah yang terus tersenyum Jaejun mengangguk.
Aria mendelik kesal pada Jaejun.
"Haaa sudahlah. Tapi kau kenapa disini lagi." Tanya Aria.
"...Ada sesuatu yang harus aku pastikan." Ucap Jaejun saat dia ingin bertanya tentang bros, penglihatan nya tiba-tiba terfokus pada satu titik, yaitu di kerah Aria yang tertancap bros bunga mawar merah yang kecil.
Itu kan...
"Sesuatu apa itu." Tanya Aria lagi.
Itu bros pemberian ibu pada Seona, hanya ada satu di dunia karena itu di pesan khusus.
"...jun."
"..Jaejun." Panggil Aria sambil terus mengibaskan tangan di depan wajah Jaejun.
"Hah... iya." Jaejun kembali tersadar.
"Hmm Aria, maaf jika lancang apa aku bisa bertanya tentang bros mu itu."
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!