
Sebuah mobil terhenti di depan apartemen Aria.
"Terima kasih." Ucap Aria sambil menunduk hormat terutama pada sopir yang sudah paruh baya tersebut.
Dan perlakuan Aria ini membuat beliau tertawa pelan.
"Tidak perlu sesopan ini, Nona, anda adalah teman Tuan Muda saya, jadi perlakukan saya sebiasa mungkin. Mengerti." Pinta Pak Sopir.
"Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa lagi."
Aria berbalik dan memasuki apartemen nya setelah berterima kasih atas tumpangan yang di berikan.
Di mobil suasana kembali sunyi. Keduanya mencari kesibukan masing-masing, sampai pak sopir tadi angkat bicara.
"Emm Tuan Muda."
"Hmmm." Keduanya serempak menjawab walaupun hanya berdehem.
"Nona Aria baik, ya." Ucap Pak Sopir sambil tersenyum.
"Kenapa tiba-tiba bapak bicara itu, tapi ya dia memang baik."
"Hmmph."
Jin Ho menjawab dengan cepat sampai Min Ho hanya bisa membuka mulut tanpa bicara.
"Hehe."
__ADS_1
"Ohh ya ibu dimana, apa bapak tahu." Tanya Jin Ho, karena setelah beberapa hari saat kejadian dia menampar Aria, ibunya itu hilang.
Jin Ho tidak dihubungi sama sekali.
"Maaf tuan muda, saya juga kurang tahu, tapi Nyonya tidak akan menghilang layaknya anak kecil yang tersesat bukan."
"Hmm benar juga."
"Orang seperti dia kalau menghilang karena tersesat juga pasti dunia hampir kiamat." Ucap Min Ho dingin dan membuang muka.
Dia membenci segala topik mengenai ibu tiri nya itu, tapi Jin Ho sudah biasa menanggapi nya.
"Ayolah kak, apa kau tidak bisa mulai menyukai ibu." Bujuk Jin Ho.
"Shh." Mendengar bujukan Jin Ho yang tanpa pertimbangan membuat Min Ho muak dan menatap Jin Ho dengan tajam.
Dengan refleks Jin Ho mengangkat kedua tangannya.
Jin Ho pun memilih diam daripada melanjutkan topik yang tidak disukai kakak nya.
Perjalanan di tempuh dengan sunyi, dan suasana seperti inilah sebenarnya yang di rasakan Pak Kang atau pak sopir mereka, beliau aslinya hanyalah sopir dari Jin Ho tapi entah kenapa Min Ho ingin naik mobil adik yang tak di sukai nya ini.
Dan jawaban itu beliau dapat saat melihat seorang gadis yang duduk di antara Jin Ho dan Min Ho. Dia memperlakukan mereka berdua dengan cara nya sendiri, begitupula dengan kedua bersaudara yang sepertinya menyukai gadis itu yang tak lain adalah Aria.
Bahkan melalui Aria hubungan kedua bersaudara itu sedikit demi sedikit membaik, dan Pak Kang mensyukuri hal itu.
Beliau akan berusaha untuk menyembunyikan keberadaan Aria dari para majikan nya.
__ADS_1
Tapi sayang nya salah satu majikan Pak Kang sudah mengetahui dan pastinya tak lama lagi kehidupan Aria akan penuh lika-liku kembali.
Setelah melewati perjalanan cukup panjang, akhirnya sampailah mereka di rumah.
Setelah mobil melewati gerbang dan terparkir di depan halaman, Jin Ho dan Min Ho serempak turun.
"Heii kau mengikuti ku." Gerutu Min Ho, sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik karena topik mereka tadi.
"Kak, kakak itu mengikuti mobilku jadi bisa di bilang kalau kakak lah yang mengikuti. Bukan begitu." Sangkal Jin Ho tapi memang benar.
Pak Kang yang melihat konflik kecil kedua nya hanya bisa menghela napas dan kembali menyalakan mobil untuk parkir di garasi.
Tidak mau berlama-lama bersama Jin Ho, Min Ho pun melangkahkan kaki memasuki rumah besarnya.
Jin Ho tak mau ketinggalan dan menyusul langkah Min Ho.
"Sudah pulang."
Langkah kaki keduanya terhenti saat melihat siapa yang menyambut kepulangan mereka berdua.
"Iya...ayah." Ucap kedua nya serempak dan menunduk hormat.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!