
Setelah pertunjukan kelompok Aria selesai, Lucas keluar dari ruangan dengan perasaan tak karuan.
Marah, kesal, dan rasa bersalah atas tindakan nya sendiri karena telah menyia-nyiakan seorang Aria. Dia pergi ke taman yang lengang karena semua orang masih berada dalam ruangan, Lucas meluapkan segala kemarahan nya dengan memukul-mukul pohon besar yang berada di taman itu.
"Arrrghhh bodoh...kau bodoh Lucas." Dengan sekali tumbukan tinju nya Lucas layangkan ke pohon besar itu. Dia tidak peduli dengan rasa sakit yang terus berdenyut di tangan nya.
Sesaat Lucas kembali mengingat akan bait demi bait puisi yang Aria bawakan, dan dia menghubungkan dengan kejadian dimana letak kesalahan besar nya.
"Heh...kau pikir dirimu hebat Lucas, kau pikir semua wanita akan bertekuk di hadapan mu, kau pikir mereka tidak bisa hidup tanpa mu." Lucas tersenyum kecut, dia menghentikan pukulan nya dan terduduk ke tanah.
"Kau terlalu membanggakan diri sendiri, terlambat jika kau baru menyadari nya karena hal yang berharga bagimu telah pergi. Hmm mungkin saja dia tidak akan pernah memaafkan ku." Lucas terbaring di atas tanah dengan tangan yang menutupi wajah. Dia terus menggumam tentang kesalahan nya terdahulu.
Tapi tiba-tiba Lucas mendengar langkah kaki yang semakin mendekat dan langkah kaki itu terhenti tidak jauh dari pohon itu.
Lucas terkejut karena mendengar salah satu suara yang tak asing bagi nya, dia mengintip sedikit dan mendapati siapa yang berada ditaman itu selain dirinya yang tak lain adalah Aria dan Min Ho.
Lucas mendengar dari awal percakapan mereka berdua itu sampai dimana dia sendiri terkejut dengan apa yang dia dengar dan lihat.
"*Sudah lah tidak perlu khawatir"
"Dan juga apa kau ingat apa yang aku ucapkan saat pertama kali kita bertemu." Tanya Aria pada Min Ho yang kembali bingung.
"Pertama kali." Tanya Min Ho ulang.
Dan Aria menjawab nya dengan anggukan.
Min Ho terlihat sedang memikirkan apa yang Aria katakan.
__ADS_1
"Ingat." Tanya Aria lagi.
Min Ho menyilangkan tangan di depan dada nya dengan wajah yang berubah angkuh.
"Tentu saja." Ucap Min Ho.
"Aku juga minta maaf atas kejadian dulu, tanpa pikir panjang aku bersikap kurang ajar dan meminta mu agar menjadi pacar palsuku jika keadaan berubah darurat."
"Aku akan menerima apapun hukuman mu atas dua kesalahan ku itu, tapi aku mohon berikan hukuman yang aku sanggupi selagi kau tidak mengincar nyawa ku aww."
Aria mengusap kening nya.
Min Ho menyentil kening Aria saat perkataan nya sudah kelewat batas.
Dia juga bukan nya pembunuh yang hanya kesalahan kecil harus melenyapkan satu nyawa.
"Aku akan menghukum mu, tapi tidak sampai mengambil nyawa mu juga." Min Ho tampak kesal.
"Baiklah aku minta maaf."
"Sudah hentikan, kau terus meminta maaf dari tadi telinga ku sakit." Keluh Min Ho.
"Aku min...." Ucapan Aria terpotong saat Min Ho menatap nya dengan tajam.
"Aaah iya baik baik."
"Untuk sementara aku belum memikirkan hukuman apa yang harus kau lakukan, anggap saja hukuman mu ini hutang yang harus kau lunas suatu hari."
__ADS_1
"Kenapa tidak kau beri sekarang saja, kau boleh menjadikan ku sebagai budak mu, membawa buku, tas aku bisa semua.
Min Ho tersenyum simpul, tapi semua yang dikatakan Aria tidak akan pernah ia turuti.
"Ti~dak. Aku punya caraku sendiri untuk menghukum mu, untuk sekarang kau bebas."
"Aku pergi dulu." Min Ho pergi meninggalkan Aria.
"Aaaah aku takut sekali. Kira-kira hukuman yang akan dia berikan seperti apa ya, hmm semoga saja bukan hal yang aneh."
"Euhh dingin sekali, aku harus ganti baju*."
"Apa-apaan mereka." Lucas keluar dari persembunyian nya setelah melihat kedua orang itu pergi.
"Pertemuan pertama...apa mungkin waktu Aria kembali ke sekolah itu ya, dan apa-apaan yang aku dengar tadi "Pacar Palsu". Apa Aria membuat kontrak dengan orang itu. Bahkan orang itu sikap nya tidak seperti yang terdengar, dia bisa bercanda, dia bahkan berani menyentil dahi Aria."
Tiba-tiba Lucas teringat dengan perkataan Jin Ho yang bahwa dia juga menyukai Aria.
"Heh, kakak beradik kenapa selera nya sama ya."
"Sepertinya menyenangkan."
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!