
Duduk di deretan kursi para penonton acara, terdapat Jin Ho, Lucas, dan Min Hyuk. Min Hyuk begitu tertekan karena menengahi kedua teman nya itu, tapi saat ketiga nya melihat sosok yang mereka kenali seketika mereka bertiga hanya fokus melihat ke panggung.
"Aria." Serempak mereka bertiga mengucapkan nama itu.
Wahh cantik sekali.
Seakan hati dan pikiran mereka satu, mereka memikirkan hal sama. Min Hyuk mungkin hanya memuji Aria dengan sebatas teman, tapi tidak bagi Jin Ho dan Lucas yang tanpa diketahui oleh Aria bahwa dua orang yang dia kenal itu menyukai nya.
Dibalik kekaguman semua itu, juga terdapat ketidaksukaan akan sosok Aria saat dia muncul lagi di sekolah ini. Mungkin orang yang tidak suka itu pasti tahu bagaimana rupa Aria dulu, makanya saat Aria berubah dan berhasil mencuri segala perhatian, rasa ketidaksukaan mereka meningkat.
Ditempat lain, deretan kursi khusus bagi anggota osis yang tidak bertugas dalam acara, terdapat Min Ho yang dengan seriusnya memperhatikan saat kelompok Aria dipanggil. Tatapan nya itu membuat Mi Na sang sekretaris yang duduk disebelahnya merasa geram dengan siapa yang dia lihat.
Walaupun mungkin dia tidak mengakui, tapi Mi Na sadar kalau Min Ho sangat memperhatikan Aria.
Mi Na menatap tajam ke arah Aria walaupun yang dia tatap tidak menyadari nya.
.
.
Hmm aku merinding...
Dengan mengenakan gaun hitam nya, rambut di kuncir satu rapih hanya menyisakan sedikit helai rambut tak terikat, dan make up yang tidak terlalu tebal. Aria benar-benar terlihat menawan.
Penampilan nya dimulai saat bagian piano dimainkan. Lembut, enak sekali terdengar oleh telinga.
Aria memulai gerakan yang telah dia latih, dengan anggun, gerakan nya natural seperti sudah terbiasa membawakan tarian seperti ini.
Dengan mic yang melekat dipipi Aria mengucapkan sebait demi bait puisi yang seperti mirip dengan kisah nya.
*Berikut contoh puisi yang dibawakan Aria (puisi nya indo karena puisi korea tidak bisa dicari)
Judul: Aku Belum Mati
Karya: Sun Dari
Tanpa kurencanakan
Kau datang bak Pangeran
Menawarkan sejuta angan
__ADS_1
Tentang cinta yang tak termakan zaman
Suara Aria menggema diseluruh ruangan, suara nya lembut, tapi terdengar lantang seakan emosinya menyatu dengan penampilan nya.
Bahkan kau ibaratkan aku laksana bulan
Menghiasi malam dengan dian
Kau bujuk semua teman
Untuk sekadar meyakinkan
Cintamu layak kulabuhkan
Jemarimu pantas untuk ku genggam
Sayangmu bisa untuk kusulam
Aria berekspresi sesuai suasana puisinya sekarang.
Dia terlihat bahagia dengan pasangan backdancer yang berperan sebagai pangeran nya Aria.
Di saat aku telah memutuskan
Dari datangnya cinta Sang Pangeran
Disini Aria rela melakukan apa pun demi Sang Pangeran nya, padahal Pangeran nya itu telah main belakang, tapi tetap saja Aria telah cinta buta sehingga mudah sekali memanfaatkannya.
Kini….
Setelah kasihku terpatri
Setelah hatiku kembali berseri
Setelah setiaku teruji
Kau membuatku hampir mati
Tepat pada dini hari
Kau pergi sambil melukai
__ADS_1
Merobek sisi hati
Saat Aria tak sengaja mendengar rencana busuk Sang Pangeran dengan simpanan nya, hati nya tersadar kembali.
Dan disinilah puncak emosi Aria, dia...menangis, dia benar-benar merasa bahwa dirinya dulu itu sangat polos, mudah dipermainkan.
Seluruh penonton yang mendengar isakan kecil Aria terkejut, begitu juga teman panggung yang melihat dekat bagaimana keadaan Aria, mereka bingung dengan situasi ini. Aria...apa tangisan nya ini sungguhan.
Jikalau kau mengira aku menangis
Sungguh sangkamu terlalu bengis
Akan kubuat kau meringis
Kupastikan aku semakin manis
Dan dalam bait ini Aria sadar bahwa tidak ada gunanya menangisi hal yang membuat mu muak. Dia kembali tegar menghentikan tangisan nya dan berdiri. Drama nya masih berlanjut.
Aku tak mati
Aku masih berdiri
Sekalipun terlukai
Aku masih percaya diri
Aria menghilang ditelan asap yang mengembun, dimana momen ini Aria manfaatkan sebagai tempat berganti pakaian.
Ahh astaga untung saja mereka bergerak cepat.
Setelah selesai, asap buatan yang mengembun semakin tersisir habis, menampilkan sesosok tubuh ramping dengan gaun baru dan wajah baru.
Dengan suara nya yang berubah ceria dan bait terakhir yang mengakhiri pertunjukan kelompok Musikalisasi Puisi mereka.
Inilah aku di hari ini
Kupastikan senyum merekah lagi
Kan ku sambut hari
Esok lebih indah dari ini.
__ADS_1
Bersambung!!!