Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
34


__ADS_3

Duduk di deretan kursi para penonton acara, terdapat Jin Ho, Lucas, dan Min Hyuk. Min Hyuk begitu tertekan karena menengahi kedua teman nya itu, tapi saat ketiga nya melihat sosok yang mereka kenali seketika mereka bertiga hanya fokus melihat ke panggung.


"Aria." Serempak mereka bertiga mengucapkan nama itu.


Wahh cantik sekali.


Seakan hati dan pikiran mereka satu, mereka memikirkan hal sama. Min Hyuk mungkin hanya memuji Aria dengan sebatas teman, tapi tidak bagi Jin Ho dan Lucas yang tanpa diketahui oleh Aria bahwa dua orang yang dia kenal itu menyukai nya.


Dibalik kekaguman semua itu, juga terdapat ketidaksukaan akan sosok Aria saat dia muncul lagi di sekolah ini. Mungkin orang yang tidak suka itu pasti tahu bagaimana rupa Aria dulu, makanya saat Aria berubah dan berhasil mencuri segala perhatian, rasa ketidaksukaan mereka meningkat.


Ditempat lain, deretan kursi khusus bagi anggota osis yang tidak bertugas dalam acara, terdapat Min Ho yang dengan seriusnya memperhatikan saat kelompok Aria dipanggil. Tatapan nya itu membuat Mi Na sang sekretaris yang duduk disebelahnya merasa geram dengan siapa yang dia lihat.


Walaupun mungkin dia tidak mengakui, tapi Mi Na sadar kalau Min Ho sangat memperhatikan Aria.


Mi Na menatap tajam ke arah Aria walaupun yang dia tatap tidak menyadari nya.


.


.


Hmm aku merinding...


Dengan mengenakan gaun hitam nya, rambut di kuncir satu rapih hanya menyisakan sedikit helai rambut tak terikat, dan make up yang tidak terlalu tebal. Aria benar-benar terlihat menawan.


Penampilan nya dimulai saat bagian piano dimainkan. Lembut, enak sekali terdengar oleh telinga.


Aria memulai gerakan yang telah dia latih, dengan anggun, gerakan nya natural seperti sudah terbiasa membawakan tarian seperti ini.


Dengan mic yang melekat dipipi Aria mengucapkan sebait demi bait puisi yang seperti mirip dengan kisah nya.


*Berikut contoh puisi yang dibawakan Aria (puisi nya indo karena puisi korea tidak bisa dicari)


Judul: Aku Belum Mati


Karya: Sun Dari


Tanpa kurencanakan


Kau datang bak Pangeran


Menawarkan sejuta angan

__ADS_1


Tentang cinta yang tak termakan zaman


Suara Aria menggema diseluruh ruangan, suara nya lembut, tapi terdengar lantang seakan emosinya menyatu dengan penampilan nya.


Bahkan kau ibaratkan aku laksana bulan


Menghiasi malam dengan dian


Kau bujuk semua teman


Untuk sekadar meyakinkan


Cintamu layak kulabuhkan


Jemarimu pantas untuk ku genggam


Sayangmu bisa untuk kusulam


Aria berekspresi sesuai suasana puisinya sekarang.


Dia terlihat bahagia dengan pasangan backdancer yang berperan sebagai pangeran nya Aria.


Di saat aku telah memutuskan


Dari datangnya cinta Sang Pangeran


Disini Aria rela melakukan apa pun demi Sang Pangeran nya, padahal Pangeran nya itu telah main belakang, tapi tetap saja Aria telah cinta buta sehingga mudah sekali memanfaatkannya.


Kini….


Setelah kasihku terpatri


Setelah hatiku kembali berseri


Setelah setiaku teruji


Kau membuatku hampir mati


Tepat pada dini hari


Kau pergi sambil melukai

__ADS_1


Merobek sisi hati


Saat Aria tak sengaja mendengar rencana busuk Sang Pangeran dengan simpanan nya, hati nya tersadar kembali.


Dan disinilah puncak emosi Aria, dia...menangis, dia benar-benar merasa bahwa dirinya dulu itu sangat polos, mudah dipermainkan.


Seluruh penonton yang mendengar isakan kecil Aria terkejut, begitu juga teman panggung yang melihat dekat bagaimana keadaan Aria, mereka bingung dengan situasi ini. Aria...apa tangisan nya ini sungguhan.


Jikalau kau mengira aku menangis


Sungguh sangkamu terlalu bengis


Akan kubuat kau meringis


Kupastikan aku semakin manis


Dan dalam bait ini Aria sadar bahwa tidak ada gunanya menangisi hal yang membuat mu muak. Dia kembali tegar menghentikan tangisan nya dan berdiri. Drama nya masih berlanjut.


Aku tak mati


Aku masih berdiri


Sekalipun terlukai


Aku masih percaya diri


Aria menghilang ditelan asap yang mengembun, dimana momen ini Aria manfaatkan sebagai tempat berganti pakaian.


Ahh astaga untung saja mereka bergerak cepat.


Setelah selesai, asap buatan yang mengembun semakin tersisir habis, menampilkan sesosok tubuh ramping dengan gaun baru dan wajah baru.


Dengan suara nya yang berubah ceria dan bait terakhir yang mengakhiri pertunjukan kelompok Musikalisasi Puisi mereka.


Inilah aku di hari ini


Kupastikan senyum merekah lagi


Kan ku sambut hari


Esok lebih indah dari ini.

__ADS_1


Bersambung!!!


__ADS_2