
{ Sehari sebelum pesta di rumah Min Ho }
"Pastikan semua nya terlihat bagus dan jangan lupa pasang semua nya dengan kuat agar tidak membahayakan para tamu."
Tuan Chan Ho memberitahukan para pekerja yang mengurus dekorasi di rumah nya, beliau memang sudah menyiapkan bagaimana rupa dari rumah nya ini saat pesta di laksanakan, bahkan Nyonya Ho, dan kedua anak mereka pun tidak dia ikutsertakan dalam persiapan nya.
Selain dari para pekerja yang di sewa Tuan Chan Ho, para pelayan pun ikut bertugas entah itu memasak dalam jumlah banyak ataupun merias taman sebagus mungkin.
"Hei kak, apa menurut mu ayah terlalu bersemangat menyiapkan pesta nya." Tanya Jin Ho dengan mata yang masih tertuju ke depan.
"Terserah dia saja, aku tidak akan mau melihat orang yang akan dia bawa besok malam." Gerutu Min Ho.
Astaga pria ini, kenapa dia seantusias ini menyambut gadis itu... bahkan dia melarang kami untuk memegang apapun dekorasi nya agar tidak merusak. Ck... awas saja kalau anak. itu sudah masuk ke keluarga ini jangan harap dia bisa berpikir tenang. Nyonya Ho.
"Hmm nak, karena ayah kalian lagi sibuk dan ibu juga tidak bisa menolong, jadi ibu ke kamar untuk istirahat, ya." Ucap Nyonya Ho pada kedua anak nya.
Dan walaupun di tuju untuk kedua anak nya, hanya satu yang merespon.
__ADS_1
"Baik, bu jangan khawatir jika ayah butuh bantuan kami berdua akan tolong." Ucap Jin Ho lembut.
Setelah memberitahukan, Nyonya Ho pun berjalan menuju kamar nya.
Selagi memerhatikan ayah nya, perhatian Min Ho dan Jin Ho teralihkan saat ada seorang pelayan yang memberitahukan pada ayah mereka kalau beberapa orang dari suatu butik telah sampai.
"Haahh... apa itu untuk orang yang dia undang, kenapa orang itu terlihat istimewa sekali bagi ayah." Gumam Min Ho, tapi masih bisa terdengar oleh Jin Ho.
"Yaa kau benar kak, jika melihat ayah seperti ini berarti orang itu benar-benar penting dan istimewa bagi ayah, ... tapi kak apa kau masih tidak penasaran tentang yang ayah katakan waktu itu kalau orang yang akan dia undang ini adalah orang yang kita kenal dan kita sukai." Jelas Jin Ho dan dia masih mengingat tentang perkataan ayah nya.
"Kak, apa kau berpikir sama dengan yang aku pikirkan kalau orang itu adalah...."
Min Ho dan Jin Ho saling bertukar pandang.
"Haa.. tidak mungkin." Serempak kedua nya.
"Memang nya dalam rangka apa dia sampai di undang sampai seperti ini, bahkan ayah yang biasanya tidak peduli pada apapun bisa seperti ini." Sangkal Min Ho.
__ADS_1
"Yaa... kau benar kak, tapi tetap saja Aria adalah orang pertama yang aku pikirkan." Ucap Jin Ho.
Min Ho tidak lagi bersuara, dia hanya melihat ayah nya sedang mengobrol dengan beberapa orang yang berasal dari butik.
Sementara~~~~
"Besok... besok malam... bagaimana ini, aku belum siap." Ucap Aria dengan kalap.
Dia terus gelisah jika memikirkan hal yang akan dia alami besok.
"Aah iya aku lupa memberitahu paman kalau aku akan undang beberapa teman."
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!