Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
173


__ADS_3

Selesai sarapan, Aria langsung berangkat ke sekolah dengan di antar oleh sopir. Sepanjang perjalanan Aria memikirkan kalau dia masih tidak menyangka kejadian ini sungguhan, segala kemewahan, kebaikan, dan kasih sayang yang tidak dia terima selama ini bisa di berikan oleh paman nya dan kedua bersaudara itu.


"Kak, apa besok kita sungguh akan kembali ke California." Tanya Jin Ho dengan wajah memelas yang sepertinya enggan pergi lagi.


"Mau bagaimana lagi, jika kita tidak kembali ayah akan marah dan kita juga harus bertemu dengan mahasiswa pertukaran itu." Ucap Min Ho dengan nada malas.


Dia sebenarnya juga enggan pergi, tapi karena ayah nya yang ingin mereka berdua untuk bertemu dengan mahasiswa pertukaran jadi mau tidak mau mereka harus pergi.


"Sebenarny siapa mahasiswa itu sampai ayah seperti ini." Tanya Min Ho dengan kesal dan tangan yang di silangkan di dada.


"Entahlah, menurut ku ini sangat mencurigakan, kak. Apa kau ingat waktu itu ibu juga pernah bertanya apa di kampus kita kedatangan mahasiswa pertukaran, aku rasa ibu penyebab nya ayah seperti meminta kita bertemu orang itu." Jelas Jin Ho sekarang dia sangat terbuka jika mengenai ibu nya, dia tidak lagi mau menyembunyikan sesuatu tentang ibu nya karena saat ini dia sangat ingin Min Ho menganggap nya saudara kandung.


"Hmm... kau benar, tapi untuk saat ini kita turuti saja perkataan ayah dengan kembali besok." Ucap Min Ho.


"Haa.. padahal aku masih ingin...." Perkataan Jin Ho terputus saat Min Ho menatap nya dengan sangar.


"...bersama dengan Aria." Gumam Jin Ho dengan wajah dan nada yang seakan menggoda Min Ho agar kesal.


..aku juga masih belum puas bersama nya, tapi setidaknya dengan dia yang sudah masuk ke keluarga kita bisa memudahkan ku untuk lebih memperhatikan nya...


"Eheem." Dehem Jin Ho saat melihat kakak nya yang senyum-senyum sendiri, dan sesaat kemudian raut wajah Min Ho kembali normal.


"Apa."

__ADS_1


"Hmm~ tidak apa-apa." Ucap Jin Ho dengan berlagu.


Karena di rumah hanya ada mereka berdua jadi mereka berpuas diri untuk berbicara tentang apapun, tapi mereka tetap harus waspada kalau misalkan ada mata-mata ibu di antara para pelayan.


~~


Sesampainya Aria di sekolah FuToDra, tiba-tiba saja dia mendapat panggilan dan itu dari Su Mi.


"Hmm... tumben sekali." Gumam Aria karena tidak mau terdengar oleh sopirnya.


"Nona, saya pergi dulu, dan nanti saya akan menjemput jadi mohon nona menunggu disini." Ucap Sopir.


"Apa?...ah baik baik terima kasih."


Sopir tersebut melajukan mobil nya menjauhi sekolah, sementara Aria mengangkat panggilan dari Su Mi sambil memasuki sekolah.


"Ya, Su Mi."


"Aria, apa kau bisa membantu ku, ini darurat aku mohon."


Terdengar dari suara Su Mi kalau sepertinya memang dia memiliki masalah serius.


"Memangnya kenapa."

__ADS_1


"Aku akan memberitahu jika kita bertemu langsung, kau bisa menemuiku kan nanti malam, aku akan menjemputmu."


"...baiklah, tapi kau harus menjemputku di rumah nya Min Ho, kau tahu kan."


"Iya iya... terima kasih, Aria. Aku menyayangi mu."


"Haha... ya ya."


Percakapan mereka pun terputus, Aria memikirkan kira-kira masalah apa yang di hadapi Su Mi sampai dia terdengar secemas itu.


Dan Aria tidak menyadari kalau ada orang di hadapan nya.


"Halo."


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2