
Aria meminta agar Su Mi diam saja di kelas atau jalan ke tempat lain asalkan jangan mengikutinya.
Mendengar permintaan Aria ini Su Mi merasa aneh dengan kondisi sekarang. Aria sepertinya menyembunyikan sesuatu yang penting, dan sepenting apa sampai dia tidak mau memberitahu Su Mi.
Saat Aria ingin pergi lagi, Su Mi menarik sedikit baju Aria.
"Aria, apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?. Apa kau tidak mau memberitahu ku?." Tanya Su Mi dengan wajah murung membuat Aria merasa tidak enak.
"Aku akan memberitahu mu jika waktu nya sudah tepat. Ok."
Su Mi terdiam sesaat dengan perkataan Aria, tapi dia juga tidak mau memaksakan kehendak nya. Akhirnya Su Mi pun mengalah dan melepaskan tangan nya dari baju Aria.
"Mm baiklah." Ucap Su Mi dan Aria pun meninggalkan nya dengan membawa selembar kertas dan pena.
Apa ya kira-kira yang dia sembunyikan.
.
Di taman Aria telah melihat Min Ho dari kejauhan.
Cepat juga.
Aria menghampiri Min Ho yang sudah duduk bangku taman.
"Ini." Aria menyerahkan selembar kertas di hadapan Min Ho, dan Min Ho pun menerima kertas tersebut.
Sambil menunggu Aria duduk di samping Min Ho sambil memerhatikan Min Ho yang sedang fokus membaca poin demi poin dalam perjanjian mereka.
Di situ tertulis:
Surat perjanjian Kerjasama 'Pacar Palsu' Aria Kim dan Min Ho
**1. Pihak A dan B tanpa paksaan melaksanakan kerja sama.
Pihak A dan B wajib membantu kesulitan masing-masing secara sukarela.
__ADS_1
Pihak B tidak boleh berhubungan dengan orang lain (terutama perempuan) saat masih dalam jangka kerjasama.
Sebelum menyentuh Pihak A, Pihak B wajib meminta izin Pihak A terlebih dahulu.
Kerja sama 'Pacar Palsu' dilakukan sewajarnya saja, tanpa melibatkan perasaan pribadi atau semacamnya.
Kedua belah pihak di larang ikut campur masalah masing-masing, kecuali ada pihak yang mengizinkannya.
Kegiatan kencan atau semacamnya hanya di lakukan seminggu 2 kali.
Kerja sama berakhir sampai masalah yang terkait Pihak A terselesaikan**.
__ADS_1
"Sepertinya ada yang kurang." Ucap Min Ho dengan perhatian yang masih terfokus pada surat perjanjian.
"Apa lagi." Tanya Aria ikut melihat surat perjanjian yang di pegang Min Ho.
"Disini tidak tertulis kalau Pihak A nya juga tidak boleh berhubungan dengan pria lain saat kerja sama masih berlangsung." Jelas Min Ho.
"Tenang saja kalau masalah itu, aku tidak akan macam-macam."
"Satu lagi...Kenapa poin ke 8 ini ketat sekali." Keluh Min Ho dan melihat ke samping dimana Aria berada.
Deg...
Waa dekat sekali...
"Ohh itu, ya hanya begitu saja lagi pula kita tidak bisa setiap hari juga, aa dan tambahkan sedikit di situ kalau Kencan di lakukan seminggu 2 kali itupun kalau kedua belah pihak memiliki waktu luang."
Astaga perempuan ini, apa dia tidak merasakan apa-apa saat sedekat itu dengan ku tadi.
Apa itu salah ku ya yang tidak memiliko pesona.
Min Ho melupakan sejenak debaran jantung dan pikirannya, akhirnya dia kembali ke topik mereka sebenarnya.
"Kalau tidak ada waktu luang bagaimana." Tanya Min Ho melihat kembali kertas di pegang nya itu.
"Kalau tidak ada ya, tidak usah. Tidak apa-apa juga kalau tidak kencan." Ucap Aria santai sambil mengangkat bahu.
Apa dia tidak tahu bagaimana berperan sebagai pasangan sungguhan, padahal sudah memiliki mantan tapi kenapa sikapnya polos seperti ini.
Min Ho menghela napas mendengar setiap penjelasan Aria, akhirnya dia pun memilih menandatangi surat perjanjian kerjasama mereka, dan dengan adanya surat perjanjian ini maka di mulailah hubungan palsu mereka.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!