Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
77


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Su Mi, ya." Tanya Aria pada diri nya sendiri. Dia pun mengambil ponsel nya di nakas dan mencari kontak Su Mi, tapi saat Aria mencari kontak nya dia melihat kontak asing.


"Siapa ini."


Aria penasaran, ingin sekali dia langsung menghapus kontak yang hanya berinisial MH. Tapi dia tidak bisa melakukan nya karena berpikir mungkin saja itu kontak penting, untuk membuktikan nya Aria memberanikan diri untuk menghubungi kontak tersebut.


Lama Aria menunggu karena ponsel yang dia hubungu berdering, tapi belum di angkat.


"Kenapa lama sekali." Aria melihat layar ponsel nya yang menunjukkan kalau sambungan nya masih berlanjut.


"Terserah saja, nanti aku hapus saja nomor ini."


Saat Aria ingin mematikan sambungan nya, barulah yang di telepon menerima panggilan.


"Halo, Aria." Panggil MH.


Hm dia tahu nama ku.


"Ya, siapa ini." Tanya Aria pada MH.


"Buat apa kau bertanya, bukan nya nama dalam kontak itu sudah memberitahukan kalau aku siapa."


"Mana mungkin aku tahu kalau hanya inisial saja." Sangkal Aria.


"Benarkah. Inisial apa memangnya."


"MH." Sebut Aria.


"...ahaha pantas saja, mungkin aku panik tadi tadi makanya hanya tulis inisial."


"Mmm kalau begitu bagaimana kalau main tebak-tebakan." Ucap MH sambil bercanda.


Lama Aria tidak menjawab, karena kesal si MH tidak menjelaskan siapa dirinya, Aria pun memutuskan ponsel sepihak.


Tuut...


"Haahh, dia mematikan ponsel nya."


Karena Aria memutuskan sambungan, MH pun mencoba menelpon balik Aria.


Dan dalam sekali dering, Aria mengangkat ponselnya.


"Apa."


Haha sepertinya dia marah.

__ADS_1


"Kau marah." Tanya MH.


Sementara di sisi lain, Aria tidak menjawab pertanyaan si MH.


Merasa kalau Aria benar-benar kesal, MH pun memberitahu siapa dirinya.


"Aria, aku Min Ho."


Dan lagi-lagi Aria tidak menjawab.


"Aria, kau marah. Aku minta maaf." Ucap Min Ho dengan suara rendah. Saat ini dia berdiam di kamar setelah berganti pakaian dia langsung merebahkan diri di kasur.


"Pftt...hahahaha."


Tawa Aria menggema di seberang sana, tapi itu membuat Min Ho heran kenapa Aria tertawa.


Apa mungkin dia mempermainkan ku.


"Aria." Panggil Min Ho.


"Haha iya iya, makanya jangan coba-coba main-main dengan ku. Sekarang kita impas." Ucap Aria masih tertawa.


"Kau tahu ini aku." Tanya Min Ho.


"Siapa yang tidak tahu, inisial MH, kontak itu baru, dan... yang mengutak atik ponsel ku tadi itu cuma kau. Jangan remehkan aku, kau tahu." Jelas Aria yang sekaligus membanggakan diri.


Iyaa...ini sesuatu yang aku sukai dari mu, Aria.


"Baguslah kalau begitu, setidaknya kau memakai otak mu itu bukan untuk hal yang sia-sia."


"Sia-sia katamu?. Ini memang sia-sia, tidak perlu pakai otak juga aku tahu itu kau, Min Ho.


"Baiklah-baiklah. Apa yang kau kerjakan sekarang." Tanya Min Ho.


"Tidak ada."


" Kau sudah makan." Tanya Aria lagi.


"Sudah."


Min Ho merasa jawaban Aria singkat sekali, bahkan tanpa basa-basi.


"Kau dimana sekarang."


"Di kamar."

__ADS_1


"Ohh ternyata kita sama."


"Apanya."


"Yaah kita sama-sama sedang di kamar."


"Terus."


Min Ho dibuat kesal sendiri oleh Aria.


Saat dia ingin memarahi Aria, tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk.


"Hei Aria...."


Tok tok tok...


"Hm. Ada apa." Tanya Min Ho pada seseorang yang mengetuk pintu nya.


"Tuan Muda, Tuan ingin anda menemui nya di ruang belajar." Jelas seseorang tersebut yang sepertinya pelayan.


"Baiklah, sampaikan pada nya aku akan menemui nya." Setelah mendengar perkataan Min Ho pelayan tersebut pun pergi.


"Sepertinya kau sibuk." Tanya Aria.


Baru sekarang dia bicara panjang lagi. Dasar...


"Yahh orang seperti ku memang sela~lu sibuk, kau tahu." Pamer Min Ho membuat Aria kesal.


"Terserah kau saja, kalau begitu sana nanti kau di panggil lagi. Sampai jumpa Min Ho."


Berat bagi Min Ho memutuskan percakapan mereka, tapi mau tak mau dia harus.


"Baiklah, sampai jumpa."


Tuutt...


Sambungan di putuskan. Min Ho meletakkan ponselnya di nakas samping kasur dan beranjak menemui ayah nya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung!!!


__ADS_2