
"Ohh, jadi kau hanya menginginkan kepopuleran dan memanfaatkan ku begitu, hah. Memang tidak pernah ku duga kau sampai mengatakan ini. Dan aku akan bertanya pada mu dimana juga aku tahu jawaban nya..."
"Kau...merupakan suruhan ibu ku, kan."
Sohyu terdiam sebentar dan tertawa.
"Hahhaa, kak Min Ho lucu sekali. Sohyu sama sekali tidak tahu siapa ibu kakak, Sohyu hanya tahu Jin Ho itu saudara mu, jadi selebihnya yaah tidak." Elak Sohyu dengan santai sambil mengangkat kedua bahu nya.
"Tapi kak Min Ho bukankah saat ini kau gugup." Goda Sohyu dengan terus mendekatkan badan nya ke arah Min Ho.
"Apa maksud mu."
"Ckcckck...kak Min Ho tidak perlu pura-pura polos seperti ini, lihat Sohyu bukankah kakak tidak tergoda." Dengan terus menggunakan nada rendah nya dan membirus setiap sudut wajah Min Ho.
Dan entah apakah Min Ho yang kurang perhatian atau bagaimana, memang pakaian Sohyu berubah saat mereka kesini.
Seingat ku pakaian saat dia menemui kami tadi tidak seperti ini.
"Bagaimana, kak. Kakak bisa menikmati tubuh Sohyu, kakak termasuk beruntung karena Sohyu yang menawarkan lebih dahulu, yah kalau biasanya mereka yang memohon-mohon untuk bisa jadi pacar Sohyu, jadi kak pasti juga ma...."
__ADS_1
"Tidak."
Perkataan Sohyu terpotong saat di sela oleh Min Ho.
"Tidak. Aku sudah memiliki orang yang aku suka dan ..."
"Sstt."
Sohyu meletakkan telunjuk nya di depan bibir Min Ho.
"Sohyu tahu kalau kakak memiliki kekasih, tapi dia tidak ada disini kan, kakak bisa memiliki kekasih jika disini, dan kakak juga bisa memiliki kekasih jika disana dengan begitu kakak tidak akan kesepian. Lagipula Sohyu yakin kekasih kakak tidak seperti Sohyu kan."
"Benar, dia tidak seperti mu..."
Mendengar Min Ho berkata seperti itu Sohyu tersenyum.
"..dia tidak seperti mu yang menganggap murah diri sendiri. Dia memang tidak memiliki bentuk tubuh seperti mu, dan aku adalah orang yang tidak memandang fisik dalam mencintai."
"Kenapa? Apa kau bertanya kenapa aku bisa segila ini dan seperti pecundang yang bahkan tidak berani mengungkapkan rasa pada nya. Dia adalah orang pertama yang mau berteman dengan ku saat keadaan ku tidak seperti sekarang, dan aku belum bisa mengungkapkan perasaan ku karena takut jika saja hubungan kami hancur karena pernyataan ku di tolak. Tapi terima kasih padamu, karena kau membuat ku merasa cepat atau lambat bila aku tidak mengungkapkan nya maka orang seperti mu akan datang dan menganggu lagi."
__ADS_1
"Dan hentikan lah rayuan kotor mu ini..." Min Ho menghempas tangan Sohyu yang dia pegang tadi.
"Aku bukan pria yang hanya mementingkan kebutuhan 'itu'. Katakan pada sponsor mu, HENTIKAN SEKARANG ATAU DIA AKAN MENYESALI NYA SAAT AYAH TAHU SEMUA NYA." Min Ho melangkah meninggalkan Sohyu yang masih terdiam di tempat nya, tapi saat tersadar kembali dia langsung berlari mendahului Min Ho dan mengunci pintu perpustakaan dengan cepat.
Min Ho yang melihat nya mendelik kesal.
"Apa yang kau lakukan." Tanya Min Ho dengan nada suara yang tegas.
"Jika kakak tidak bisa di ajak dengan baik, maka Sohyu hanya bisa terpikirkan satu cara."
Sohyu mendekat ke arah Min Ho. Dan apa yang ia lakukan sekarang benar-benar tidak bisa Min Ho tebak dan heran.
Sohyu melepaskan ikat rambut dan mengacak-acak rambutnya, setelah itu dia merobek sedikit demi sedikit pakaian nya di daerah yang membuat orang salah paham bila melihat nya.
Min Ho hanya melihat usaha gadis di depan nya itu dengan memasang wajah datar.
Dan beberapa menit kemudian, Sohyu selesai dengan drama nya dan memanggil semua orang dengan histeris.
"Tolooonggg...toloongg akuu."
__ADS_1
..."Bersambung"...