
{ Malam hari nya }
"...apa-apaaan iniii (bahasa inggris)." Keluh Min Ho saat sudah sampai di tempat yang di janjikan Jeffrey.
Dan tempat yang di janjikan teman nya itu adalah Club Bar. Dimana tempat seperti ini tidak pernah Min Ho dan Jin Ho datangi.
"Hahaaa...sudah kuduga kau akan membawa kami kesini (bahasa inggris)." Jin Ho bukan nya mengeluh seperti Min Ho, tapi dia malah terlihat senang dan tidak mempermasalahkan kemana Jeffrey membawa mereka.
"Kalian berdua seperti nya senang sekali ya, terutama kau Jin Ho (bahasa inggris)." Gerutu Min Ho.
"Ayolah, kak. Bisakah kita sedikit bersenang-senang, di Korea kita tidak bisa pergi ke tempat seperti ini karena larangan Ayah, tapi disini tidak ada yang mengawasi, jadi yaa...(bahasa inggris)."
Jin Ho menyikut lengan Jeffre dengan mata yang kegirangan.
" Ayo bersenang-senaaang (bahasa inggris)." Ucap Jin Ho dan Jeffrey bersamaan.
Mereka berdua terlihat sekali kalau sedang senang, sementara Min Ho dari awal mereka masuk sudah memasang wajah dingin.
Namun, walaupun begitu setiap gadis yang dia lewati tidak jarang seperti terpesona oleh Min Ho.
Jin Ho dan Min Ho mengikuti langkah Jeffrey yang seperti nya sudah kenal lama tempat ini.
__ADS_1
"Haaii." Sapa Jeffrey pada seorang gadis yang merupakan seorang bartender.
"Oohh..Jeffrey. Sudah lama tidak melihat mu disini. Apa kabar (bahasa inggris)." Gadis itu sepertinya sangat bersahabat dengan Jeffrey mengingat raut wajah nya yang berbinar saat melihat Jeffrey.
"Baik, tentu saja..Dan ini..(bahasa inggris)." Jeffrey mengenalkan Min Ho dan Jin Ho pada gadis itu.
"Hm, sepertinya mereka orang asia...apa mereka teman mu dari Korea Selatan itu (bahasa inggris)." Tanya gadis itu saat melihat Min Ho dan Jin Ho.
"Benar.. Nah yang ini Jin Ho dan dia itu Min Ho (bahasa inggris)." Ucap Jeffrey.
Jin Ho memberikan respon bersahabat dengan bersalaman, sementara Min Ho...
Yah, pasti dia menolak kontak fisik apalagi dengan gadis yang kerja nya di bar.
"Sepertinya pertahanan teman mu itu cukup kuat. Aku menyukai nya (bahasa inggris)." Canda gadis itu.
"Kenalkan nama ku Gabe, itu bukan nama asli asal kalian tahu, tapi disini aku terkenal dengan nama itu (bahasa inggri)." Jelas Gabe.
Dan di lihat dari ekspresi Min Ho, dia sama sekali tidak peduli, dia hanya sibuk menghela napas yang kadang pendek dan kadang panjang.
Jeffrey yang melihat teman nya itu pun hanya bisa tertawa masam.
__ADS_1
"Jika ingin menggoda nya maka menyerah lah, dia sudah punya kekasih (bahasa inggris)." Ucap Jeffrey dan di angguki Jin Ho.
"Benar, nona. Kakak ku ini cinta mati dengan gadis itu, jadi tidak ada celah untuk gadis asing masuk ke hati nya. Bukan kah begitu, kak (bahasa inggris)." Canda Jin Ho membuat Jeffrey dan Gabe tertawa.
" Ck..."
Min Ho hanya berdecak dengan mata yang meminta Jin Ho untuk diam.
" Haha...memang seperti apa gadis yang bisa membuat mu segila itu (bahasa inggris)." Tanya Gabe.
"Dia gadis yang unik, itu saja (bahasa inggris)." Pengakuan Min Ho membuat Jeffrey dan Gabe terdiam, apalagi saat melihat Min Ho tersenyum simpul.
"Waahh..lihat senyuman nya itu.. jika kau tidak punya kekasih mungkin saja aku akan menerkam mu sekarang juga (bahasa inggris)."
"Haha apa-apaan itu, kau kira dia anak kecil yang hanya diam saja saat di terkam oleh gadis bar bar seperti mu..hahaha (bahasa inggris)."
Gabe langsung kesal saat Jeffrey mengatai nya bar bar
Dan malam itu pun di penuhi dengan canda tawa, tanpa membawa dampak buruk. Jeffrey tidak memaksakan kedua bersaudara itu untuk meminum minuman beralkohol, jadi kedua nya hanya meminum jus buah, atau alkohol tingkat rendah saja.
Dan di tengah hiruk pikuk club itu, Min Ho terus memikirkan keberadaan Aria di KorSel.
__ADS_1
Haah..aku merindukan nya...
..."Bersambung"...