
Mendengar perkataan tak wajar dari Aria, Min Ho menjadi kesal.
"Sudah cukup."
Aria terbelalak karena mendengar suara bass dari Min Ho, karena bingung kapan Min Ho berada di sana dia pun melihat ke arah Su Mi.
"Sudah dari tadi, apa kau tidak sadar kalau dia yang membawa mu keluar tadi." Gerutu Su Mi.
"Hei...aku kira dia hanya mengantar keluar saja." Aria berbisik pada Su Mi dengan wajah seperti tak pernah menangis.
Min Ho tambah kesal karena Aria mengacuhkan nya.
"Heii...."
Aria tertawa melihat reaksi Min Ho, sementara Min Ho dan Su Mi saling bertukar pandang dan menghela napas panjang.
"Sudah puas." Tanya Min Ho kembali tenang.
"Sudah." Dengan cepat Aria menjawab pertanyaan Min Ho, dan wajah nya kembali serius.
"Apa kau sudah merasa baikan." Tanya Min Ho lagi khawatir.
Dan Aria pun mengangguk, dia melihat Su Mi yang masih dengan telaten mengompres pipi nya.
"Aku saja." Aria hendak mengambil kompres dari tangan Su Mi, tapi Su Mi malah menampar tangan Aria pelan.
"Ck." Aria cemberut dan melihat Su Mi yang serius merawat pipi nya yang merah.
Aria melihat Min Ho dan Su Mi bergantian.
"Terima kasih." Ucap Aria lirih, dengan tersenyum kecil.
Min Ho dan Su Mi tidak tahu Aria berterima kasih untuk apa.
__ADS_1
"Untuk." Tanya serempak kedua nya.
"Kalian sudah melindungi ku."
"Kata siapa kami melindungi mu." Sangkal Su Mi.
"Ehh...lalu tadi."
"Itu bukan untuk melindungi mu, tapi karena kami harus menegakkan keadilan, benarkan ketua." Su Mi mengedip pada Min Ho agar mau bekerja sama.
"Hah...tentu saja." Ucap Min Ho dengan suara angkuh nya.
"Ohh astaga...." Aria pura-pura terkejut dengan menutup mulut nya dengan sebelah tangan.
"Hentikan drama mu, bodoh." Su Mi menyentil dahi Aria, dan Aria merintih sakit tapi seketika tertawa membuat suasana hati nya terasa lega bagaikan tidak mengalami peristiwa apapun.
Begitu juga Min Ho dan Su Mi melihat nya dengan perasaan lega.
.
Sesuai dengan rencana tadi pagi, Aria memasakkan makan malam untuk malam ini.
Para guru telah menyiapkan meja besar serta meja kecil di luar untuk makan nanti.
Su Mi membantu Aria untuk menyiapkan makan malam, bahkan Min Ho juga ikut menyiapkan nya, Jin Ho tidak jadi membantu Aria karena terkekang akan jagaan ibu nya, dia juga merasa tidak nyaman jika belum meminta maaf pada Aria.
Seorang guru menghampiri Aria yang sedang memasak.
"Aria, kau baik-baik saja." Tanya guru tersebut cemas.
Aria berbalik dan melihat ke arah guru nya.
"Ya, bu saya baik-baik saja." Ucap Aria sambil tersenyum.
__ADS_1
Melihat respon Aria, guru tersebut bernapas lega dan menghampiri Aria lebih dekat.
"Kau tenang saja, Aria. Kami guru sudah memberikan hukuman setimpal atas tindak buruk Lucas." Guru tersebut menepuk-nepuk bahu Aria.
Mendengar pernyataan guru nya, Aria tersenyum riang, entah rasa nya lega, bersyukur, dan fakta bahwa mungkin untuk beberapa waktu dia tidak akan bertemu dengan Lucas.
"Terima kasih, bu."
Setelah memberitahu Aria akan hukuman Lucas, guru tersebut pun pergi dan menemui guru lain.
"Su Mi." Panggil Aria.
"Hmm."
"Ayo kita buat makan malam ini menjadi sesuatu yang luar biasa." Dengan tatapan semangat membara Aria memotong berbagai bahan yang dia perlukan.
Sementara Su Mi yang melihat nya ikut tersenyum.
"Baiiikk." Su Mi ikut semangat dan Min Ho juga melihat hal ini.
Baguslah, seperti nya semangat nya sudah kembali.
Su Mi dan Min Ho.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1