
Perjalanan pulang pun dimulai, semua orang bergembira kecuali di bus yang di tumpangi Aria.
Kenapa suasana disini mencekam sekali.
Aria melihat bus dari jendela sebelahnya, terdengar kalau disana sedang riuh sekali.
Sementara disini, Aria melihat sekitar nya, hanya kesunyian terdapat disini.
"Haaah." Aria menghembuskan napas panjang, tanda dia bosan dan saat dia ingin menghidupkan ponsel nya, tiba-tiba Min Ho menahan nya.
"Apa." Tanya Aria.
"Buka ponsel mu dulu, aku mau pinjam sebentar." Pinta Min Ho.
Setelah aktif, Aria dengan perasaan bingung memberi ponselnya pada Min Ho.
Dengan cepat Min Ho menerima ponsel Aria dan mengetikkan sesuatu di dalam nya.
"Apa yang kau tulis." Tanya Aria penasaran.
"Bukan apa-apa."
Mendengat jawaban membosankan Min ho, Aria pum berdecak kesal.
"Ck...."
Kenapa lama sekali...
Aria terus menunggu sampai Min Ho selesai, tapi karena lama Aria pun tidak sabar dan ingin melihat apa yang Min Ho tulis.
"Apa sih yang...."
Mata kedua nya terbelalak karena terkejut. Aria yang ingin melihat apa yang Min Ho ketikkan di ponselnya tiba-tiba saja secara tak sengaja mencium pipi Min Ho yang memalingkan wajah karena ingin mengembalikan ponsel Aria.
__ADS_1
"Min, Min Ho a aku tidak sengaja sungguh aku tidak sengaja sungguhhh...aku minta maaaaaf."
Tak ingin menarik perhatian orang lain Aria berbicara pelan.
Aria terus mengucapkan maaf pada kesalahan nya terhadap Min Ho.
Min Ho yang tadi nya melamun, kini pun tersadar.
"Cukup. Sudah lah tidak apa-apa, dan anggap saja ini caramu minta maaf karena kejadian beberapa hari lalu." Jelas Min Ho.
Tapi Aria kebingungan tentang penjelasan Min Ho.
"Kejadian." Tanya Aria bingung.
"Kau tidak ingat. Disini."
Min Ho menampar pelan pipinya, dan tempat nya sama dimana Aria mencium nya tadi.
Setelah di beri kode seperti itu barulah Aria mengerti kejadian apa yang di maksud Min Ho.
Min Ho mengangguk membuat Aria lega.
"Haa baguslah." Sesaat lega, dan kemudia Aria kembali kalut.
"Itu tadi, kau sungguh tidak keberatan." Aria menunjuk pipi nya mengingat kejadian memalukan tadi
"Jika kau bertanya sekali lagi, maka aku akan menambahkan nya dalam daftar hutang mu pada ku." Ucap Min Ho dengan nada serius, tapi tersimpan candaan.
Sementara Aria begitu mendengar Min Ho membicarakan hutang nya, dia pun langsung menurut dan tidak membicarakan lagi tentang kejadian tadi.
"Baik, aku tidak akan membicarakan nya lagi."
"Bagus." Min Ho melirik Aria dan tersenyum simpul.
__ADS_1
Lucu sekali.
.
Karena terbawa suasana yang sepi Aria terbawa kantuk lebih cepat. Perjalanan nya pun terasa nyaman-nyaman saja.
Beberapa kali Aria terantuk ke depan karena dia tidak bisa menahan kepala nya karena terlelap.
Min Ho yang kasihan melihat nya pun berinisiatif menyandarkan kepala Aria ke bahu nya.
Dengan hati-hati agar Aria tidak terbangun, Min Ho menepuk-nepuk pelan rambut Aria agar dia dengan tenang tidur di sisi nya.
Entah kenapa Min Ho tampak bahagia hari ini, dari tadi dia terus mendapatkan hal tak terduga dari gadis itu.
Min Ho meraba pipi yang tak sengaja Aria cium dan melirik ke arah Aria yang sudah terlelap.
Baru kali ini aku sebahagia ini. Terima kasih Aria.
Sambil terus tersenyum, Min Ho menyandarkan kepalanya di kepala Aria.
Kakak kau curang.
Jin Ho yang sedari tadi hanya fokus melihat kegiatan dua orang itu yang tak lain kakak nya dan Aria, merasa dia kurang cepat dalam bertindak.
Dia begitu iri dengan keberuntungan kakak nya itu.
Aku akan berusaha mengalahkan mu, kak.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!