
Seminggu yang lalu, pengumuman kelulusan si laksanakan dan semua siswa kelas 3 lulus dengan nilai yang lumayan bagus, memenuhi standar kelulusan sekolah ini. Dan karena sudah memasuki bulan acara perpisahan kelas 3, kesibukan di sekolah X ini pun kembali.
Hampir semua siswa berpartisipasi dalam acara, entah itu paduan suara, pembawa acara, drama musikal, dan lain-lain.
Dan karena drama musikal tahun ini di adakan, Aria kembali di ajak bergabung mengingat jasa nya saat itu membuat semua orang terkagum-kagum.
Anggota OSIS tak kalah sibuk karena mereka menyiapkan segala hal tentang panggung, jadi beberapa hari ini Aria susah untuk bertemu dengan Su Mi.
Tapi Aria juga sibuk, dan sekarang dia berada di ruang latihan. Bertemu lagi dengan Guru Tari nya waktu itu.
"Hai Aria lama tidak berjumpa." Sapa guru tersebut dengn senyum ramah.
"Iya, bu. Mohon kerja sama nya selama waktu yang tersisa." Aria membungkuk menghadap guru tersebut dengan hormat.
"Yaa, mohon kerja sama nya juga."
Aria kembali berkolaborasi dengan teman drama nya waktu itu, sehingga membuat nya nyaman karena dia sudah mengenal mereka.
"Kali ini saya akan membuat pertunjukkan nanti sangat menarik perhatian semua orang sehingga mereka hampir tak bisa berkedip." Bara semangat guru nya teralir ke siswa pemainnya sehingga mereka pun tak kalah semangat nya.
"Tentu... ayo kita buat mereka tidak bisa berkata-kata."
Ucap semua nya dengan semangat nya masing-masing.
Aria hanya bisa tertawa, tapi entah kenapa rasa tidak nyaman mendadak datang. Rasa... kehilangan.
Beberapa saat kemudian, rapat pemilihan tema pertunjukkan drama musikal selesai dan Guru Tari mengizinkan peserta nya untuk istirahat sebelum memulai latihan.
Aria keluar dari ruang latihan dan melihat Min Ho sudah menunggu di depannya.
__ADS_1
"Ada apa." Tanya Aria.
"Tidak apa-apa, ayo." Ajak Min Ho sambil menggenggam tangan Aria dengan erat sampai Aria merasa bingung, apalagi saat melihat raut wajah Min Ho yang serius.
.
"Nah." Min Ho menyerahkan minuman jus pada Aria dan Aria pun dengan senang hati menerima nya.
Karena memang tenggorokan nya terasa kering Aria langsung minum dengan cepat.
"Heii pelan-pelan, nanti tersed...."
Uhhukk...
"...dak, kan aku sudah menduga." Min Ho mengusap lembut punggung Aria agar berhenti batuk.
"Hahaa... karena aku sudah haus dari tadi. Huuhh akhirnya bisa santai lagi seperti ini." Aria menghembus napas panjang dan menghirup dalam-dalam udara bersih di taman ini.
Tapi saat mengucapkan itu, tercipta raut sedih di wajah Min Ho sehingga Aria menjadi bingung kembali.
"Kau kenapa." Tanya Aria.
Min Ho melihat ke arah Aria yang saat ini juga sedang melihat nya dengan tatapan bingung.
"Apa kau sedih." Tanya Min Ho balik.
"Sedih kenapa."
"Haah...kau sama sekali tidak sedih, dasar tidak punya hati." Bukannya menjelaskan apa maksud nya Min Ho malah menggerutu.
__ADS_1
"Siapa yang tidak punya hati." Aria ikut menggerutu.
"Tentu saja kau tidak punya hati, teman mu sebentar lagi akan meninggalkan sekolah, kau sama sekali tidak ada perasaan sedih." Ucap Min Ho cemberut.
Aria terdiam mendengar perkataan Min Ho, dan... perasaan ini yang terus mengganggu nya, perasaan tidak nyaman, rasa kehilangan.
Benar, sebentar lagi Jin Ho, Min Hyuk, dan Min Ho akan meninggalkan sekolah dan meneruskan perguruan tinggi ataupun bisnis keluarga.
"Siapa bilang aku tidak sedih." Aria menekukkan kepala nya sambil mencoba meredam suaranya yang bergetar.
"Eehm."
"Kalian...adalah teman-teman ku yang berharga, hanya kalian yang tidak ikut meninggalkan ku saat tahu jati diri ku di masa lalu, kalian membuat ku merasa di hargai, kalian membuat ku belajar bergantung pada orang lain, jika kalian bertiga sudah selesai, disini hanya ada aku dan Su Mi, tapi walaupun begitu kita sudah menyimpan kenangan masing-masing, jadi tidak akan ada kesempatan kalian untuk melupakan kami...."
Min Ho terdiam mendengar apa yang Aria katakan, rasa nya sesak, tapi juga senang. Fakta, kalau Aria ikut sedih, tapi juga memikirkan nasib pertemanan mereka ke depannya membuat Min Ho bahagia
"Aria." Panggi Min Ho sambip tersenyum. Saat dia ingin merangkul Aria, tiba-tiba Aria kembali bicara...
"Kau itu bodoh, kenapa kau memancing emosi ku saat aku akan latihan nanti. Haaaa."
"..apa."
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!