
Di dalam mobil, Aria dan Min Ho berada dalam kesunyian.
Aria hanya terdiam dari saat mereka meninggalkan acara tadi sampai masuk ke mobil, sementara Min Ho saat berusaha memecah keheningan, tiba-tiba saja Aria bersuara.
"Apa maksud mu." Tanya Aria dengan wajah tertekuk sampai Min Ho tidak bisa melihat jelas bagaimana raut wajah Aria sekarang.
"Apa." Tanya Min Ho balik.
"Apa maksud mu membawa ku kesini, apa kau sengaja membuat ku dipermalukan. Kau...kau bersikap seperti pahlawan, kau sengaja kan memancing ibu mu itu agar bisa melihat dan memanggil mu supaya bisa dikenal oleh orang-orang tadi, setelah itu kau membiarkan orang-orang itu menghina ku dan kau bertingkah seperti pahlawan yang membela orang yang tersakiti."
"Aaahaha benar aku baru ingat, aku sudah biasa dipermalukan lagi pula siapa yang peduli.
Baiklah Tuan Muda saya pergi dulu terima kasih atas bantuan nya selama ini. Saya akan menyelesaikan kerja sama kita secepatnya." Aria membuka pintu mobil nya dan melangkah keluar meninggalkan Min Ho yang masih terpaku karena mendengar penjelasan pedas Aria.
"Ohh ya, nasehat mu bagus. Aku pergi, dah." Ucap Aria dengan menyunggingkan senyum penuh kekesalan. Aria berjalan terus menjauhi mobil, sedangkan Min Ho masih proses memutar otak nya kenapa Aria bisa kesal.
Aku salah apa...
Tapi... dia pergi....
Dengan terburu-buru Min Ho mengejar Aria yang sudah lumayan jauh.
Dia berlari bukannya membawa mobil menghampiri Aria.
"Aria." Panggil Min Ho setengh teriak.
Walaupun mendengar, Aria tidak peduli dia terus melangkahkan kaki nya menjauhi Min Ho.
"Ariaaaa." Teriak Min Ho, tapi tidak juga berhasil, sampai....
__ADS_1
Akhh sakit....
Min Ho memelankan langkah sampai dia tidak kuat lagi berlari dan tergeletak di lantai basement yang dingin.
Merasa tidak ada suara panggilan Min Ho lagi, Aria merasa heran dan dia pun berbalik dan melihat Min Ho tergeletak disana.
Mata Aria terbelalak dan dia pun berlari menghampiri Min Ho.
"Min Hooo." Panggil Aria.
Karena jarak nya lumayan jauh, Aria berlari sekuat tenaga.
"Min Ho." Panggil Aria lagi, dia mengangkat kepala Min Ho dan meletakkan di atas paha nya.
"Min Ho... Min Ho kau kenapa...aku akan panggil ambulans." Aria meraba isi tas nya mencari ponsel.
Tapi saat dia ingin mengetik angka panggilan darurat, tiba-tiba saja Min Ho menggeliat.
Aria yang melihat nya pun lega, artinya Min Ho pingsan bukan karena penyakit serius.
"Min Ho." Panggil Aria lagi, kali ini dengan lembut dan tangan nya menepuk pelan pipi Min Ho.
Sementara Min Ho...
Aku salah...aku minta maaf Aria aku minta maaf, tapi kalau tidak begini kau tidak akan berhenti, kaki ku tiba-tiba keram.
Min Ho memejamkan mata nya, dan berbicara pelan pada Aria.
"Jangan panggil ambulans." Gumam Min Ho.
__ADS_1
"Tapi... kau sakit, jangan keras kepala aku panggil dulu."
"Jangaan." Teriak Min Ho, membuat Aria terkejut bahkan Min Ho sendiri kaget dengan teriakan nya.
"Aku... aku hanya perlu istirahat sebentar, ayo kita ke apartemen mu." Min Ho segera kembali berakting dan melemahkan badan.
Karena teriakan Min Ho tadi, Aria sadar. Dia berdiri dan melihat Min Ho yang meringkuk di bawah.
"Bangunlah." Ucap Aria datar.
Tapi karena Min Ho belum menyadari kalau Aria sudah tahu kalau dia berakting, dia masih saja tidak bergerak.
"Bangun atau aku pergi." Ucap Aria lagi, dan kali ini ucapannya mengandung ancaman.
Tidak boleh...
Aakhh mati saja kau Min Ho, sekarang kau akan dimarahi lagi.
Dengan wajah tertekuk, Min Ho berdiri dan membersihkan pakaian nya.
"Ke mobil."
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!