Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
19


__ADS_3

"Terima kasih." Aria keluar dari mobil dan berterima kasih pada Jin Ho karena sudah mengantar nya pulang.


"Sama-sama. Apa kau mau mampir ke tokoh ku nanti." Tanya Jin Ho setengah berharap agar Aria mendatangi nya nanti.


Mendengar perkataan Jin Ho, Aria mencoba memahami apa maksud Jin Ho.


"Hari ini aku tidak bisa karena Su Mi akan bermalam di tempat ku." Jawab Aria.


"Mungkin sebentar lagi dia akan datang." Lanjut Aria lagi.


"Oh...begitu." Tersirat nada kecewa yang di ucapkan Jin Ho membuat Aria tidak tega.


"Baiklah kalau begitu semoga kegiatan kalian berdua menyenangkan." Jin Ho terlihat murung dan saat dia hendak menaikkan kaca jendela mobil nya, Aria pun berkata sesuatu.


"Tunggu, tunggu...baik-baik aku akan kesana, tapi aku tidak bisa janji jika Su Mi datang cepat aku akan membawa nya juga kesana. Bagaimana." Aria membujuk Jin Ho agar tidak bersedih lagi dan dia berhasil.


"Baiklah, aku akan menunggu kalian. Aku juga akan menyiapkan hidangan terbaik dari ku, kau tidak mungkin tidak menyukai nya kan." Goda Jin Ho, dia tahu kalau Aria penyuka makanan manis.


"Hahaha...bagaimana bisa pertemuan singkat kita kau menyimpulkan aku suka dengan kue mu." Elak Aria disertai candaan, dan di lain sisi supir yang sedari tadi mendengar pembicaraan dua orang itu tidak berani bergerak karena takut menimbulkansuara yang mengganggu.


"Aku ini bisa tahu dalam sekali lihat." Jin Ho tertawa mendengar perkataan nya sendiri, tapi dia serius karena dia langsung tahu apa yang Aria suka tanpa harus jadi penguntit.


"Baiklah...terserah saja. Siapkan saja hidangan terbaik mu dan terima kasih atas tumpangan nya Jin Ho." Aria membungkuk tanda terima kasih dan berbalik menuju apartemen nya.


Di belakangnya, mobil Jin Ho melaju keluar dari kompleks apartemen nya.

__ADS_1


Entah kenapa Aria merasa Jin Ho bisa menjadi teman yang baik dan perhatian.


.


Ting tong...ting tong...


"Aaariaa." Panggil Su Mi dari luar.


Aria juga bisa melihat Su Mi dari dalam melalui cctv kecil. Dia melihat bawaan Su Mi yang sudah berkantung-kantung.


"Apa anak ini mencoba bermalam dirumah ku dalam waktu lama." Aria pun membuka pintu nya yang langsung dimasuki oleh Su Mi.


"Banyak sekali bawaan mu." Aria terus memperhatikan kantung besar yang dibawa Su Mi.


"Baiklah. Masuk dulu di luar dingin." Aria mempersilakan Su Mi masuk dan terasa saat memasuki rumah Aria Su Mi merasakan kehangatan tersebar di ruangan yang sederhana itu.


Dia juga paham karena Aria tidak tahan cuaca dingin, itu sebab nya penghangat ruangan terasa sekali disini.


Su Mi melepaskan mantel nya dan duduk disofa yang terasa hangat.


"Apartemen mu hangat sekali Aria, apa aku boleh menginap lebih lama." Tanya Su Mi.


"Tidak." Dengan tegas Aria melarang Su Mi untuk bermalam lebih lama di rumah nya. Bukan nya dia tidak mau menampung orang lain, tapi dilihat dari kasta nya Su Mi jika anak ini tidak pulang mungkin Aria akan mendapatkan masalah.


Aria terus mengeluarkan isi dari kantung yang dibawa Su Mi dan dia terkejut dengan sesuatu yang dibawa Su Mi.

__ADS_1


"Obat." Heran Aria, dia memutar balikan botol plastik obat itu dan melihat keterangan atau indikasi obat tersebut.


"Kau punya alergi juga." Tanya Aria lagi.


Sementara Su Mi merasa jengah, Aria tidak paham kalau obat itu Su Mi belikan untuk dirinya.


"Huhh...obat itu aku belikan untuk mu." Su Mi menghela napas panjang.


Aria terkejut dengan inisiatif Su Mi membelikan obat itu untuk nya. Hal ini baru dan asing bagi Aria, tapi kehangatan hubungan ini Aria ingin merasakan nya.


"Terima kasih Su Mi." Ucap Aria dengan tulus.


Dan Su Mi pun tersenyum dengan itu.


"Su Mi, sebagai tanda terima kasih aku ingin mengajak ku ke suatu tempat."


"Kemana. Kau harus istirahat Aria cuaca sekarang dingin sekali." Su Mi mengeluh dengan rencana Aria, karena disekolah tadi Aria sampai pingsan tapi bagaimana bisa dia terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.


"Kau tenang saja, aku sudah meminum obat ku."


"Ayo." Aria segera mengambil mantel nya dan membuka pintu apartemen. Su Mi hanya bisa mengeluh dalam hati dengan kekeras kepalaan Aria.


"Baiklah." Su Mi juga memilih mengalah.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2