
Begitu peluit di bunyikan Min Ho dengan tangkas merebut bola yang di lambungkan oleh wasit.
Begitu pertandingan di mulai, semua orang yang ada di sana terfokus melihat para pemainnya masing-masing. Aria juga melihat dengan seksama.
Min Ho mengoper bola pada Jin Ho. Bola yang di bawa oleh mereka sedari tadi belum juga jatuh ke tangan lawan.
Melihat Lucas yang sudah berada di kawasan ring lawan, Jin Ho pun melempar bola yang telah ia jaga kepada Lucas tanpa ragu-ragu.
Lucas menerima bola tersebut dan...
"Baguss. 2 poin untuk sekolah X."
Ucap mc dengan semangat, karena mc tersebut adalah siswa dari sekolah yang sama.
Dengan masuk nya bola ke ring, Aria dan tim nya pun melakukan gerakan yang telah mereka latih.
Penampilan mereka di soraki oleh penonton, dan beberapa orang teriak menyebut nama Aria.
"Bagus Ariaaa." Teriak Min Hyuk dengan tampang ceria nya sembari memegang spanduk bertuliskan semangat pada tim sekolah nya.
Pertandingan kembali di mulai dengan sekolah X memimpin.
Begitu wasit membunyikan peluit nya Min Ho kembali bergerak cepat.
Penonton dari kubu masing-masing terus memberikan semangat pada tim nya. Tim pendukung tim lawan juga tak kalah untuk menyemangati.
Entah kenapa Aria begitu ikut bersemangat, apa karena yang bermain ini sekolah nya atau ada makna lain di balik semangat nya ini.
.
.
.
__ADS_1
.
Pritt ...!!!
Peluit di bunyikan untuk waktu istirahat. Saat ini sudah tercetak poin untuk sekolah X ada 5 dan sekolah lawan ada 4. Karena persaingan hebat antara kedua tim sehingga poin yang di dapat sebanyak itu dalam waktu 30 menit.
Min Ho menghampiri Aria dan duduk di depan nya.
Aria merasa bingung apa yang sedang di lakukan Min Ho.
"Apa yang kau lakukan disana." Tanya Aria.
Min Ho menunjuk handuk yang terdapat di pangkuan Aria.
"Seka keringat ku." Pinta Min Ho dengan nada manja.
Pikiran Aria melayang jauh ke langit, dia terus berpikir kalau Min Ho bisa sangat natural dalam melakukan semua ini.
Melihat Aria melamun, Min Ho setengah berdiri dan menarik tengkuk Aria.
Sementara di sisi lain,...
"Lakukan lah, apa kau lihat Lucas disana." Bisik Min Ho, dan Aria pun mencari dimana keberadaan Lucas.
Benar...
"Baiklah."
Min Ho melepas tengkuk Aria dan membiarkan nya menyeka keringat di wajah dan lehernya.
Aria juga mengambil sebotol air dalam tas dan menyerahkan nya pada Min Ho.
Min Ho mengambil dengan senang hati dan bangkit duduk di samping Aria.
__ADS_1
Orang yang berada di sana merasa tersingkir secara tak sengaja.
Apa dunia ini hanya milik mereka berdua, apa mereka tidak melihat kalau mereka sedang di jadikan pusat perhatian.
Tapi berkat akting mereka berdua itu, Lucas memerhatikan dengan mata yang sudah memanas.
Beberapa saat kemudian, wasit kembali masuk dan memulai kembali permainan nya.
"Baiklah, aku harus masuk lagi." Ucap Min Ho dengan lembut. Mungkin kedengaran nha biasa bagi Aria, tapi yang belum pernah mendengar tentu merasa asing.
"Hmmm semanga~~t." Ucap Aria sambil tertawa girang.
Min Ho tersenyum dan mengelus kepala Aria singkat sebelum masuk ke lapangan.
Semua orang yang melihat momen itu, sangat sangat sangat iri dengn keberuntungan Aria. Sehingga hal ini menyebabkan banyak nya orang tidak menyukai Aria.
"Aria." Panggil teman tim Aria.
"Ya."
" Kau sungguh beruntung, temann."
Dengan rengekan kecil nya, dia pun memeluk Aria dengan erat.
Sementara Aria tidak tahu mau merespon apa, jadi dia hanya menerima tangisan kecil itu sambil tertawa kecil.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!