Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
172


__ADS_3

"Lalu... apa yang kita lakukan di sini dari tadi." Tanya Jin Ho melihat ke arah kakak nya.


Sudah beberapa saat lalu Aria memasuki kamar nya, tapi kedua orang ini masih belum pergi dari sana.


"Kak." Panggil Jin Ho saat kakak nya itu seperti tidak mendengar sama sekali apa yang dia bicarakan.


"...kak." Panggil Jin Ho lagi dan kali ini dia juga menggoyangkan tubuh kakak nya, dan itu berhasil.


"Apa." Sahut Min Ho dengan nada datar.


"...ck, kak dari tadi aku memanggil mu, tapi kau sama sekali tidak...." Jin Ho mengangkat bahu dengan dengan wajah yang meminta kesadaran Min Ho.


"Begitu ya, dan kita masih disini dari tadi ya." Tanya Min Ho beruntun seperti orang kebingungan, tapi Jin Ho mengangguk.


Min Ho menatap pintu kamar dengan tatapan kosong dan setelah puas dia pun pergi meninggalkan segudang kebingungan pada Jin Ho.


Kakak kenapa... apa dia syok karena ini pertama kali nya ayah tidak mempermasalahkan urusan pribadi nya, selama ini kan ayah tidak... ah sudahlah aku bersyukur jika kehadiran Aria bisa mempererat ikatan kedua orang itu.


Dengan perasaan senang, Jin Ho pun memasuki kamar nya.


~~


{ Keesokan pagi nya }


Tok.. tok.. tok...


"Hmm... ya." Aria dengan suara khas bangun tidur tersadar saat ada orang yang mengetuk pintu nya berulang kali.


"Nona, sudah waktu nya bangun karena anda harus ke sekolah." Ucap seseorang di luar pintu yang seperti nya pelayan.


"Nona?, aku?, hah aku masih belum terbiasa dan jam berapa sekarang kenapa rasa nya masih din... apa."


Brukk...

__ADS_1


"Nona, anda baik-baik saja." Tanya pelayan tersebut yang sepertinya cemas.


"Ahh tidak, aku tidak apa-apa, anda boleh saya akan turun sebentar lagi."


Astaga sudah jam segini...


Sepertinya aku terkena efek kenyamanan kasur, hahah.


"Baiklah, jika anda sudah siap silakan langsung datang ke ruang makan."


"Iyaa... terima kasih." Teriak Aria dari dalam kamar.


"Nona." Panggil pelayan lagi.


"Ya."


Astaga dia belum pergi juga.


"..."


Karena tidak ada lagi yang berbicara ataupun mengetuk, Aria pun mengira kalau pelayan itu sudah pergi.


"Bersikaplah seperti anak konglomerat lainnya?, kenapa dari perkataan nya sepertinya dia membenci anak-anak konglomerat." Tanya Aria pada dirinya sendiri.


"Aah astaga, aku harus mandi...aa kenapa aku setelat ini."


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Aria mandi dan setelah itu pun dia mempersiapkan diri dengan seragam sekolah nya.


"Waah... apa ini baru, hmm wangi sekali. Baiklah, Aria nikmati saja kemewahan ini selagi kau bisa." Aria juga merapikan dan menghiasi rambut nya dengan aksesori lucu.


"Siap." Aria melihat tampilan dirinya di cermin dan mengambil ransel yang juga seperti nya telah di siapkan.


Dia turun dan bergegas menuju ruang makan, di lihat nya anggota keluarga yang lain telah duduk sambil menunggu anggota baru nya.

__ADS_1


"Paman...." Panggil Aria.


"Seo...."


"Paman, Seona minta maaf telah membuat kalian menunggu, sungguh." Aria membungkuk untuk meminta maaf atas keterlambatan nya dan saat dia melihat wajah kesal Nyonya Ho dia sadar kalau dia sudah melewati batas untuk orang baru di keluarga ini.


"Nak, kenapa kau begini, siapa yang menyalahkan mu, ayo cepat duduk kalian harus ke sekolah." Tuan Chan Ho menghampiri Aria dan mengiring nya ke kursi nya.


"Paman, Seona...."


"Ssst... apa paman terlihat kesal atau marah." Tanya Tuan Chan Ho saat beliau sudah duduk kembali ke kursinya.


Dan Aria menggeleng pertanyaan Tuan Chan ho karena memang beliau tidak terlihat marah.


"Dan apa mereka terlihat begitu." Tanya Tuan Chan Ho lagi, dan lagi-lagi Aria menggeleng karena kedua bersaudara itu malah terlihat santai.


"Jadi inti nya kami tidak ada yang memarahi mu, dan sekarang ayo makan nanti telat."


Pelayan pun menyajikan makanan ringan dan susu di meja.


"...baiklah." Aria melirik ke arah Nyonya Ho dan beliau sepertinya dalam mood yang kurang bagus hari ini.


Haaa.. aku mohon jangan lagi ada masalah.


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2