Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
150


__ADS_3

Di sebuah bandara yang terletak di pusat kota, mendaratlah pesawat besar yang mengangkut penumpang dari kota California menuju Korea Selatan.


"Kak, apa kau serius ayah tidak marah kalau kita pulang tanpa memberitahu nya." Cemas Jin Ho saat mereka baru mulai turun dari pesawat."


"Mungkin saja, jika menunggu jawaban dari nya itu akan lama sekali, lebih baik bertindak dahulu setelah itu menerima nasehat kemudian." Jelas Min Ho dengan santai nya memasang kacamata hitam dan mengangkut kopernya.


"Tapi kau... kenapa kau ikut-ikutan pulang bersama ku." Tanya Min Ho pada Jin Ho, karena memang Jin Ho bagaikan anak ayam yang selalu mengikuti induk nya kemana-mana. Dimanapun Min Ho berada Jin Ho juga pasti disana.


"Yaah, sama seperti kakak aku juga rindu Korea atau... seseorang." Canda Jin Ho melihat raut wajah kakak nya yang seketika berubah.


Hahaha... dasar.


"Tapi kakak, kita kan tidak memberitahu ayah kalau kita pulang, dan pastinya tidak ada yang menjemput kita, lalu bagaimana kita ke rumah." Tanya Jin Ho kebingungan.


"Apa otak mu mulai mengecil, kita tinggal panggil taksi." Gerutu Min Ho.


"Ck... Siapa juga otak yang mulai mengecil."


Sesaat kemudian, ada sebuah taksi yang kosong menjemput ke bandara, dan Min Ho memanggil nya agar bisa mereka tumpangi.


Setelah memasukkan barang-barang nya di bagasi, taksi pun berangkat meninggalka. bandara menuju tempat yang sudah di tentukan.

__ADS_1


Di dalam perjalanan, ternyata benar kalau Min Ho dan Jin Ho memang merindukan kota nya ini. Ada yang berubah itu pasti, walaupun dalam jangka waktu satu tahun bisa mengubah apapun itu, termasuk status.


Perjalanan mereka lalui dengan bercakap santai sambil terus melihat keluar jendela, sampai beberapa saat berlalu mereka pun sampai di depan rumah yang berpagar besi itu.


"Hee... sama sekali tidak berubah." Kagum Jin Ho.


Min Ho membayar ongkos taksi nya dan memencet bel yang otomatis tersambung ke dalam rumah.


Dan di dalam rumah seorang pelayan yang bertugas bersih-bersih menjawab panggilan bel nya.


Tapi saat melihat siapa memencet bel, beliau terkejut bukan main dan menyuruh pelayan laki-laki untuk membukakan gerbang.


"Salam tuan muda, selamat datang kembali." Ucap seorang pelayan dan menyambut dengan hangat kedatangan tuan muda mereka itu.


"Tidak tuan muda, Tuan dan Nyonya bersamaan pergi ke perusahaan untuk rapat." Jawab pelayan.


"Ehmm... baiklah terima kasih sudah menyambut kami." Ucap Min Ho dan masuk ke rumah nya yang besar itu.


Di dalam rumah ini memang tidak ada yang berubah sejauh mata memandang tapi ada beberapa pekerja yang sepertinya sedang mengerjakan sesuatu.


"Ada apa disana." Tanya Min Ho, Jin Ho dan kepala pelayan ikut melihat ke arah mana yang di tanyakan.

__ADS_1


"Ohh, itu adalah kamar yang disiapkan untuk Nona Muda." Jelas kepala pelayan, karena memang beberapa hari ini mereka di sibukkan dalam menata kamar itu.


Mendengar jawaban pelayan nya, Min Ho dan Jin Ho kaget.


"Nona Muda." Tanya Min Ho dan Jin Ho serempak.


"Iya, tuan muda, mungkin saat Tuan Besar datang nanti kalian bisa bertanya lebih jelas nya. Untuk sekarang anda berdua lebih baik beristirahat." Ucap kepala pelayan dengan ramah.


"Baiklah." Min Ho dan Jin Ho menyetujui perkataan kepala pelayan, karena memang mereka merasa lelah karena beberapa jam berada di dalam pesawat.


Di dalam pikiran kedua orang ini, masih bertanya-tanya tentang siapa "Nona Muda" yang di maksud kepala pelayan.


Apa ayah nya kembali membawa orang asing kesini, begitu mungkin pikir kedua bersaudara itu.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung!!!


__ADS_2