Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
154


__ADS_3

"Silakan undi kertas disini dan itu akan jadi tema test mu." Guru tersebut memegang toples kaca besar dimana terdapat busa dan tersembunyi kertas di dalam nya.


Mou Gae mengacak-acak isi toples dan mengambil sebuah kertas kecil.


"Bacakan." Pinta guru.


"Tersembunyi Dalam Bayangan. " Ucap Mou Gae.


"Lumayan. Karena kamu yang pertama berusahalah yang terbaik." Ucap guru itu.


Sebelum memulai Mou Gae menenangkan degup jantung nya dan memulai permainan nya.


Semua orang melihat dengan serius tak terkecuali Aria yang benar-benar terkagum dengan apa yang di tunjukkan Mou Gae, penghayatan, pemahaman tentang tema serta kecocokan ekspresi nya sungguh membuat Aria memiliki banyak bekal untuk test nya nanti.


Setelah 3 menit kemudian, Mou Gae mengakhiri penampilannya dengan memuaskan dan mendapat tepukan tangan yang meriah dari teman sekelas bahkan dengan Hou Gae pun dengan bangga memiliki saudara seperti Mou Gae.


"Bagus sekali, Mou Gae. Tidak mengecewakan untuk peserta pertama." Puji guru penguji membuat Mou Gae senang.


"Terima kasih, bu." Mou Gae pun kembali duduk di tempat nya di samping Hou Gae.


"Bagus bagus, memang harus seperti inilah saudara ku." Ucap Hou Gae sambil bertos ria dengan saudara nya itu.


"Selanjutnya, Hou Gae." Panggil guru.

__ADS_1


Hou Gae maju dengan penuh percaya diri sehingga membuat Aria ingin sekali melempari sesuatu dari belakang agar dia malu.


Hou Gae mengambil sebuah kertas di dalam toples kaca besar sama seperti Mou Gae tadi.


"Api di dalam senyum." Baca Hou Gae dan dia pun langsung memulai penampilan nya.


Memang seperti yang dia pamerkan, Hou Gae memang berbakat, dia percaya diri dengan hasil dan penampilan nya.


Yaah walaupun dia menyebalkan, tapi dia cukup bagus dalam hal ini.


Tanpa sadar Aria tersenyum melihat Hou Gae yang serius saat ini, tapi lain hal nya Hou Gae yang mendapat serangan mendadak itu membuat nya salah tingkah dan kehilangan arah, untung saja itu di menit-menit terakhir nya, tapi tetap saja mempengaruhi nilai nya.


"Apa kamu tidak fokus barusan." Tanya guru itu dengan wajah datar.


"Maaf, bu." Hou Gae menunduk meinta maaf karena tidak serius dan sibuk memikirkan hal lain saat test nya.


Guru itu menasehati Hou Gae dan dengan senang hati yang dinasehati pun menerima nya.


"Duduk lah."Pinta guru itu dan Hou Gae pun duduk menatap kesal pada Aria.


"Ini semua kesalahan mu." Gerutu Hou Gae membuat Aria bingung, begitu juga dengan Bunny dan Mou Gae yang langsung melihat satu sama lain.


"Memangnya apa salah ku."Bisik Aria pada Bunny yang langsung menggelengkan kepala karena dia juga tidak tahu.

__ADS_1


"Baiklah selanjutnya...."


Degup jantung Aria semakin mengencang saat guru tersebut melihat ke arah nya.


"Aria Kim." Panggil guru dan Aria pun berdiri menghampiri guru nya.


"Ambillah."


Aria pun mengacak-acak isi toples dan menggenggam sebuah kertas kecil.


"Bacakan."


"Suara kecil sang bintang." Ucap Aria.


Melihat guru tersebut siap untuk menilai nya, Aria berusaha untuk menenangkan degup jantung dan menjernihkan isi kepala nya. Saat melihat wajah teman-temannya yang turut menyemangatinya dalam diam, dan wajah kesal Hou Gae yang bahkan belum luntur membuat nya tertawa kecil.


Dan dengan satu tarikan napas Aria pun memulai penampilan nya.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2