
Saat ini mobil Min Ho melesat ke kawasan pertokoan pusat kota, dimana banyak sekali orang yang lalu lalang dengan memakai kendaraan maupun jalan kaki.
Menyadari dimana mereka sekarang Aria pun teringat kembali dengan rencana nya yang ingin membeli beberapa pakaian.
"Tepat sekali kau membawa ku kesini." Ucap Aria sambil melihat keluar jendela.
"Apa kau punya rencana." Tanya Min Ho.
"Hmm... aku baru ingat kalau aku perlu pakaian lebih."
"Tapi apa rencana mu mengajak ku kesini." Tanya Aria.
"Aku akan menunjukkan mu pada semua orang." Gumam Min Ho sembari tertawa simpul.
"Apa."
Aria tidak mendengar apa yang Min Ho gumam kan.
"Bukan apa-apa, ini rahasia nanti kau lihat sendiri."
Setelah beberapa saat, Min Ho pun masuk ke basement salah satu mall atau tepat nya mall yang sedang naik daun dalam tahun ini, tapi karena Aria tidak terlalu peduli dengan hal ini tentu saja dia tidak tahu mall siapa yang sekarang mereka masuki.
Setelah terparkir rapi, Min Ho pun keluar di susul Aria.
"Ayo." Ajak Min Ho tak lupa dia percaya diri untuk mengulurkan tangan yang tentu saja Aria terima.
Layaknya sepasang kekasih sungguhan Aria dan Min Ho tak segan-segan menunjukkan kemesraan mereka.
Sering kali mereka menjumpai siswa sesama sekolah dan pastinya mereka kaget bukan main melihat pertunjukkan ini.
__ADS_1
Saking senangnya Min Ho mengayun-ayunkan tangan nya yang sedang berpagut dengan Aria.
Sementara, Aria merasa biasa saja, dia bahkan merasa kalau akting Min Ho sangat dalam.
"Waah Min Ho, kau raja akting ya." Kagum Aria.
"...Haha tentu."
Sebentar lagi...
"Apa kau mau membeli pakaian disini." Tanya Min Ho dengan suara yang lembut.
"Hmm bagaimana ya, seperti nya mall ini terlalu besar dan barang nya juga pasti mahal. Ehmm lebih baik mall lain saja, aku kesini hanya mengikuti mu."
"Kalau begitu nanti aku belikan...."
"Tidak...." Aria langsung memotong perkataan Min Ho karena dia tahu apa yang ingin dia katakan.
"Tidak boleh."
"Apanya." Tanya Min Ho pura-pura bingung.
"Kau tidak boleh membelikan ku apapun." Ucap Aria terlihat menasihati.
"Eh... siapa yang ingin membelikan mu apa."
"Kau tadi... apa yang ingin kau bicarakan tadi."
"Aku mau bilang kalau aku akan belikan sesuatu untuk Jin Ho." Jelas Min Ho menahan diri untuk tertawa.
__ADS_1
"Tapi... barusan apa, kau duluan memotong perkataan ku dan akhirnya salah paham." Lanjut Min Ho.
Mendengar penjelasan Min Ho Aria serasa ingin menguburkan diri di saat itu juga atau ingin sekali bersembunyi dimanapun itu.
Karena malu Aria ingin melarikan diri sejauh-jauhnya dari Min Ho, tapi saat Aria ingin melepaskan tangan nya, Min Ho dengan tangkas menarik kembali tangan Aria hingga tubuh Aria berbalik dan tenggelam dalam tubuh tinggi Min Ho.
"Kau mau kemana." Tanya Min Ho tertawa kecil sembari menahan Aria agar tetap di pelukannya.
"Aku ingin menghilang." Ucap Aria sambil menutup wajah nya karena malu, dan dia juga tidak sadar sekarang bagaimana posisi nya dengan Min Ho.
Semua mata melihat ke arah mereka berdua sekarang, tapi Min Ho bukannya melepas malah masih menahan Aria disana.
"Sudah... sudah, tidak apa-apa." Min Ho menepuk-nepuk punggung Aria seakan Aria itu menangis.
"Heii aku tidak...." Aria menengadahkan wajah nya yang ternyata sedikit rendah dari Min Ho, dan saat itu pula dia merasa janggal.
"Aaaaa ehh aku... aku minta maaf." Aria mendorong pelan tubuh Min Ho.
"Hehe.. tidak apa-apa, ayo jalan lagi." Ajak Min Ho kembali meraih tangan Aria.
Di balik kemanisan adegan Aria dan Min Ho, ternyata ada saja orang yang semakin tersulut panas melihat itu, apalagi orang ini memiliki perasaan yang sudah lama di pendam.
"Ck... dasar s**l*n."
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!