Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
76


__ADS_3

Tidak mau berlama-lama bersama Jin Ho, Min Ho pun melangkahkan kaki memasuki rumah besarnya.


Jin Ho tak mau ketinggalan dan menyusul langkah Min Ho.


"Sudah pulang."


Langkah kaki keduanya terhenti saat melihat siapa yang menyambut kepulangan mereka berdua.


"Iya...ayah." Ucap kedua nya serempak dan menunduk hormat.


Tuan Ho melihat anak nya dengan tatapan tegas.


"Apa kegiatan liburan kalian menyenangkan." Tanya Tuan Ho dengan datar.


Min Ho dan Jin Ho berdiri dengan tegak dan menghadap langsung ayah mereka saat ini.


"Tentu saja."


"Tentu saja."


Keduanya menjawab sama tapi kesan berbeda. Min Ho yang nada suara nya lebih ke datar, sementara Jin Ho lebih ke ramah.


"Hmm...baguslah kalau begitu, sekarang gantilah baju kalian dan istirahat." Perintah Tuan Ho pada kedua anak nya.


"Ayah, ibu dimana." Tanya Jin Ho yang memang penasaran kemana ibunya.


"Hm disana."


Tuan Ho memberi isyarat kalau istri nya ada di ruang tamu.


"Oh ibu sudah duluan pulang ya."


"Hm, memangnya ibumu kemana." Tanya Tuan Ho karena mendengar ucapan Jin Ho yang sepertinya terdapat kejanggalan.


Sementara Min Ho memilih langsung pergi ke kamar daripada melihat drama lagi, tapi langkah nya terhenti karena suara ayah nya.


"Min Ho tunggu sebentar." Pinta Tuan Ho.

__ADS_1


Min Ho berbalik sebentar dan kembali melangkah.


"Nanti saja, ayah aku sudah lelah." Min Ho terus melangkah menaiki tangga sampai di depan kamarnya.


"Anak itu mulai tidak menuruti ku lagi." Gumam Tuan Ho yang di dengar oleh Jin Ho.


Jin Ho berfirasat kalau nanti Min Ho akan di hukum lagi oleh ayah, sehingga dia pun berinisiatif melindungi kakak nya itu.


"Anu..ayah, kakak mungkin kelelahan, biarkan saja." Ucap Jin Ho.


"Kau perhatian sekali terhadap kakak mu itu, tapi dia tidak pernah perhatian sama sekali kepada mu."


Tuan Ho mengeraskan suara nya secara sengaja agar Min Ho mendengar.


Jin Ho merasa tidak enak, padahal hubungan dengan kakak nya saat ini sudah lebih baik, tapi jika ayah nya berbuat seperti ini bukan mendekatkan malah akan membuat mereka semakin menjauh.


"Ayah, sudahlah." Berusaha membujuk ayah nya agar berhenti memanas-manasi Min Ho.


"Ngomong-ngomong, ibu kapan datang nya." Tanya Jin Ho mengalihkan topik pembicaraan.


"Beberapa hari yang lalu. Kenapa kau bertanya terus."


"Pantas saja ibu tidak terlihat, rupanya sudah pulang duluan." Gumam Jin Ho, tapi masih bisa di dengar ayah nya.


"Pulang duluan?. Memangnya kau bersama ibumu?." Tanya Tuan Ho lagi.


"Tentu saja ibu kan juga...."


"Sayang."


Ucapan Jin Ho terputus saat ibu nya itu memanggil.


"Kau pasti lelah kan, sana istirahat lah." Bujuk Nyonya Ho dengan suara lemah lembutnya.


Jin Ho terdiam sebentar, dia melihat ke arah ayah nya yang seperti nya sudah tidak penasaran lagi.


"...huhh baiklah."

__ADS_1


Jin Ho menaiki tangga sama seperti Min Ho karena kamarnya bersebelahan dengan kakak nya itu.


Dia melangkah dengan pelan, kemudian melihat ke belakang dimana ayah dan ibu nya berada. Jin Ho melihat ibunya sedang bermanja-manja dengan ayah nya itu.


"Kenapa aku punya ibu seperti itu." Kesal Jin Ho.


Dia kembali menaiki tangga sampai di melewati kamar kakak nya.


Jin Ho menghentikan langkah nya dan mendengar adakah suara dari dalam.


...


Tapi tidak terdengar apa-apa, sampai Jin Ho menduga kalau Min Ho sudah tidur.


"Dia sudah tidur ya. Kak, aku minta maaf."


Walaupun dia menduga kalau Min Ho sudah tidur, tapi tetap saja dari balik pintu dia mengucapkan kata maaf.


Jin Ho kembali melangkah sampai dia masuk ke kamarnya.


Di sisi lain, Min Ho yang sedari tadi tidak bersuara harus mendengar apa yang di ucapkan Jin Ho tadi.


Hanya diam, dan bersandar di balik pintu itulah yang dia lakukan saat masuk ke kamar tadi.


Dia juga mendengar apa yang ayah nya teriakan di bawah.


"...aku tidak bisa menemukan kebahagiaan ku disini."


Min Ho tiba-tiba mengingat Aria dan perkataan nya, kalau Aria bahagia jika teman nya bahagia, karena kebahagiaan nya sesederhana itu Min Ho iri dengan hati besar yang Aria miliki.


Huuuh...


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2