Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
48


__ADS_3

"Bukankah enak disini."


Tanpa Aria membuka mata, dia tahu itu siapa karena dari suara nya saja dia kenal.


"Ya. Sangat sangat enak." Aria tersenyum senang dengan keadaan masih sama.


Min Ho ikut tersenyum melihat Aria yang terlihat bahagia.


"Apa ini tempat keluarga mu." Tanya Aria perlahan membuka mata nya.


"Hmm."


Min Ho mengangguk dan ikut terbuai dalam pemandangan di depan mata nya.


"Aku sudah penasaran tentang hal ini, apa aku boleh bertanya." Tanya Aria memalingkan wajah nya dan melihat Min Ho.


"Tanyakan saja." Ucap Min Ho lembut.


"Mm dari mana aku mulai, kau pasti sudah tahu kan kalau aku sempat berhenti satu tahun." Tanya Aria.


"Tentu." Min Ho menarik kardigan Aria agar duduk bersama nya, dan Aria pun menuruti nya, tapi dia masih heran kenapa Min Ho seperti tidak terbiasa dengan sentuhan kulit langsung, walaupun bingung Aria tidak berani bertanya karena hubungan mereka belum mencapai tahap dimana saling menceritakan kenangan masa lalu.


"Karena aku berhenti nya kelas 2, jadi aku tahu selama 2 tahun itu untuk organisasi osis apalagi untuk ketua nya itu hanya diwajibkan buat kelas 1 atau 2, tapi kau...kelas 3 masih bisa dan aku juga tidak pernah melihat mu selama 2 tahun sekolah, apa kau murid baru apa aku melewatkan sesuatu selama setahun ini."


Dengan wajah yang penasaran itu Aria mengharapkan Min Ho menjelaskan dengan baik apa yang dia tanyakan.


"Aku...sebenarnya tidak mau jadi ketua osis atau apapun itu, selama berhubungan dengan orang ramai. Aku tidak suka." Seketika raut wajah Min Ho berubah, seperti tersirat kesedihan yang mendalam.


Aria sampai gelagapan, apa dia bertanya hal yang mungkin menyakitkan bagi Min Ho.


"Ah mmm Min Ho, kau...kalau kau merasa tidak nyaman lebih baik jangan ceritakan, aku tidak apa-apa." Aria mengibas-ngibaskan tangan nya melarang Min Ho untuk bercerita.


Min Ho tersenyum dan untuk pertama kali nya dia memberanikan diri untuk menyentuh seseorang apa lagi itu wanita.

__ADS_1


Aria juga begitu terkejut mendapati tangan nya di genggam erat oleh Min Ho, tangan Min Ho menghangatkan tangan Aria yang mulai kedinginan.


Walaupun Min Ho mungkin mulai merasa nyaman, tapi Aria merasa tidak enak.


"Ehh hei, bisa kau...lepaskan aku." Pinta Aria sambil tertawa paksa. Mendengar permintaan Aria, Min Ho langsung memasang wajah sedih.


"Kau...haah baiklah, sebentar saja, jika tidak aku akan disidang oleh fans mu." Aria bergumam di kata-kata terakhir.


"Apa katamu." Tanya Min Ho tidak mendengar jelas apa yang Aria katakan.


"Bukan apa-apa, kalau begitu lanjutkan cerita mu."


Aria mengalihkan topik agar Min Ho tidak banyak bertanya dan pegangan tangan ini secepatnya berakhir.


"Aku sekolah di luar negeri dari masih SMP sampai SMA, dan tahun terakhir SMA aku diperintahkan untuk pulang dan sekolah disini, karena harus menjaga sekolah ini." Jelas Min Ho.


"Apa sekolah itu punya kalian." Tanya Aria ingin tahu, dan Min Ho mengangguk.


"Sakit."


Saat Min Ho mendengar rintihan Aria, dia pun melepaskan genggaman tangan nya dengan raut wajah yang cemas.


"Ma...maaf." Min Ho gelagapan karena amarah nya itu hampir membuat orang kesakitan.


Mendengar nada cemas Min Ho, Aria berakting secara berlebihan bahwa ia sangat kesakitan.


"Hikss...sakit." Aria pura-pura menangis dan semakin membuat Min Ho merasa bersalah.


"A...Aria aku minta maaf. Aku minta maaf." Min Ho menarik tangan Aria dan terus menggosok nya dengan tangan nya.


Entah kenapa Aria mulai merasa tidak enak karena membuat Min Ho khawatir seperti ini, akhirnya dia pun memilih mengakhiri akting nya itu.


"Sudah, sudah...tidak apa-apa lagi." Ucap Aria sambil menahan tawa.

__ADS_1


Min Ho terdiam sejenak dan langsung menatap Aria dengan tajam.


"Kau mempermainkan ku." Tanya Min Ho kesal.


Mendengar kata mempermainkan, Aria merasa Min Ho marah pada nya.


"Tidak...."


"Apa kau bahagia telah membuat ku cemas."


Min Ho beranjak dari duduk nya, dan melihat Aria masih duduk di bawah, dia melihat ekspresi Aria yang seperti merasa bersalah telah mempermainkan orang lain.


Min Ho tertawa kecil, tapi Aria tidak melihat nya karena dia terus menunduk layak nya anak kecil yang dimarahi karena berbuat salah.


Min Ho membungkukan badan nya dan menyentil dahi Aria.


"Aww." Aria menggosok dahi nya yang panas karena sentilan Min Ho, tapi dia tidak marah karena ini mungkin hukuman dari Min Ho telah membuatnya cemas.


"Sudah, ayo masuk mungkin para guru sudah bangun." Min Ho menjulurkan tangan nya di hadapan Aria, sekarang mungkin Min Ho mulai terbiasa dengan sentuhan kulit.


Aria melihat tangan Min Ho dan dengan senang hati menerima nya.


Mereka berdua pun meninggalkan pantai dan kembali ke penginapan.


.


.


.


.


Bersambung!!!

__ADS_1


__ADS_2