
"Memang nya kenapa dengan bros ini." Tanya Aria bingung.
"Ada sesuatu yang ingin aku pastikan." Jawab Jaejun.
Aria terlihat kebingungan karena tiba-tiba saja sesuatu yang ingin Jaejun pastikan itu tentang bros nya, tapi saat melihat wajah Jaejun yang seperti nya memang benar-benar penasaran akhirnya Aria menyetujui nya.
Aria melepaskan bros dari kerah nya dan menunjukkan nya pada Jaejun.
"Ini." Ucap Aria sambil menyerahkan bros pada Jaejun.
Tanpa lama-lama lagi Jaejun mengambil bros itu dan melihat bros nya dengan detail.
Apa dia pecinta aksesoris bros... bukan nya dia punya banyak uang, tidak mungkin kan dia malah ingin mengambil bros tak bernilai itu untuk jadi koleksi nya.
Seakan tahu apa yang Aria pikirkan, Jaejun pun berkata.
"Aku bukan pecinta bros, tapi kalau kenangan dari bros ini tentu saja aku menyukai nya." Ucap Jaejun membuat Aria kebingungan lagi dan lagi.
Daripada pusing Aria memilih diam dan melihat apa yang Jaejun lakukan.
Dia bolak balik melihat bros sampai dia berhenti di suatu tempat.
Ketemu... Walaupun sudah lama tetap saja ukiran ini tidak terhapus.
Ternyata benar Aria adalah Seona.
Jaejun melihat Aria yang saat ini juga melihat nya.
"Sudah selesai." Tanya Aria.
Melihat Jaejun yang belum merespon nya, Aria lantas memanggil Jaejun lagi.
__ADS_1
"Jaej...."
Perkataan Aria terhenti karena Jaejun yang tiba-tiba memeluk nya dengan erat.
"Hei... Jaejun kau baik-baik saja." Tanya Aria
Jaejun masih tidak merespon apa yang Aria katakan.
"Jaejun lepaskan aku, semua orang melihat kita." Ucap Aria mencoba mendorong Jaejun.
"Ah haha maafkan aku." Akhirnya Jaejun tersadar dan melepaskan pelukan nya, tapi begitu terkaget nya Aria melihat Jaejun yang menitikkan air mata padahal raut wajah nya sedang senang.
"Jaejun kau sungguh baik-baik saja." Tanya Aria cemas.
Saat dia ingin menghibur Jaejun, tiba-tiba saja kawanan ny menghampiri nya.
"Aria, apa kau memutuskan nya sepihak." Canda Bunny.
"Aku akan mengurus kalian nanti, tapi untuk sementara ini...."
"Tidak apa-apa, Aria. Aku sudah mendapatkan jawaban nya, kalau begitu aku pergi dulu, dan sampai jumpa besok Aria." Jaejun memeluk Aria lagi, sementara Aria hanya terdiam dan teman nya hanya diam melihat.
"Sampai jumpa, Aria." Sebelum pergi, Jaejun mengusap lembut kepala Aria dan berlalu begitu saja meninggalkan kawanan orang yang kebingungan.
"Apa dia pacar mu, kau memutusi nya, kau kejam Aria." Tanya beruntun Jou Gae pada Aria membuat nya kesal.
"Dia bukan pacar ku, aku tidak memutusi nya, dan aku kejam." Jawab Aria beruntun menjawab semua pertanyaan Jou Gae.
Tapi jawaban terakhir membuat Jou Gae gagal fokus.
"He... benarkah."
__ADS_1
"Kenapa kalian tahu aku disini." Tanya Aria.
Tanpa menjawab, Bunny menunjuk ke atas dan pandangan Aria pun mengikuti nya.
"Benar."
Aria seperti tersadar sesuatu.
"Ehh bros ku." Aria melihat ke kursi dimana dia dan Jaejun duduk, tapi tidak ada bros nya.
"Hei, itu di kerah mu. Kenapa kau lamban sekali." Ucap Jou Gae.
Aria memeriksa kerah nya dan benar bros nya ada disitu, tapi kapan ada disini. Bukannya bros itu tadi di tangan Jaejun.
"Kalau sudah selesai disini ayo masuk sebentar lagi jam istirahat selesai." Ajak Mou Gae.
"Tunggu dulu, Aria kau baik-baik saja, kan." Tanya Bunny masih cemas tentang kejadian tadi.
Aria menyadari kecemasan Bunny karena sumber masalah nya adalah dia, tapi Aria tidak ingin mempermasalahkan nya lagi.
"Aku baik-baik saja sekarang, ayo." Ajak Aria dan di ikuti oleh teman nya.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1