Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
136


__ADS_3

Ponsel terus bergetar di atas meja nakas dengan pemilik nya yang tidak ada di tempat karena sedang berada di kamar mandi.


Setelah beberapa saat kemudian, ponsel kembali bergetar dan langsung di jawab oleh pemilik nya.


"Ya, dengan Kim Jaejun disini." Ucap Jaejun yang sudah bersiap untuk pergi ke kampus nya.


"...Jaejun."


Mendapat panggilan itu Jaejun menjadi diam, karena suara itu.


"Ya... paman."


"Maafkan aku... ayah maksud ku paman minta maaf. Sungguh Jaejun." Terdengar nada pilu di dalam suara penelpon itu membuat Jaejun tidak bisa merespon banyak.


"Apa paman menghubungi hanya untuk minta maaf?. Saya hampir terlambat ke kampus jadi tolong sampaikan apa yang ingin paman katakan."


"Seona... Seona masih hidup. Kau percaya itu Seona masih hidup, Jaejun."


Mendengar perkataan itu mata Jaejun langsung membulat.


"Paman, saya tidak mau mendengar.... "


"Paman serius Jaejun, Seona masih hidup. Kau...apa kau kenal Aria, Aria dari sekolah X. Dia... dia itu Seona."


Lagi-lagi Jaejun di buat tercengang akan pernyataan paman nya itu. Jika di tanya kenal atau tidak tentu saja kenal, bahkan bayangan anak itu belum terlupakan walaupun mereka bukan teman.


"Paman, sudah menyelidiki nya dan benar dia itu Seona, jika kau tidak percaya coba saja kau tanya dia apa dia punya bros, kau tahu kan maksud paman. Dan paman juga sudah memindahkan nya ke sekolah FuToDra. Semoga kau bisa melihat nya di Korea sebentar."


Benar-benar berita yang membuat degup jantung Jaejun tidak karuan, adik nya satu-satunya masih hidup. Mendengar itu semua, tentu Jaejun senang hanya saja dia masih ragu.


"Baiklah paman, terima kasih atas info nya, saya harus berangkat sekarang." Ucap Jaejun mengakhiri perbincangan mereka.

__ADS_1


"Baiklah, sampai jumpa Jaejun."


Dan sambungan pun terputus. Jaejun hanya diam menatap layar ponsel nya yang hitam, melihat bayangan nya sendiri.


Sungguh?... Apa ini sungguhan, aku tidak bermimpi kan...


Jaejun mencubit tangan nya sendiri agar meyakinkan kalau dia tidak sedang bermimpi.


"Argh...sakit ini sungguhan. Apa sekarang saja aku ke Korea...ehmm tidak tidak, aku akan mengambil libur beberapa hari."


Jaejun melangkah ke balkon dimana terlihat jelas apa yang ada di bawah nya dan luas perkotaan California.


"Aria... Seona... dua nama satu orang, hahaha aku bisa gila memikirkan nya saja.. Oppa mu akan menjemput mu Seona."


Akhirnya Jaejun berangkat ke kampus nya. Di dalam hati dan pikiran nya terus terngiang akan nama dan kelakuan adik nya Seona, dan mendengar pernyataan kalau adik nya masih hidup membuat Jaejun tambah semangat.


~


"Apa hari ini aku harus ke sekolah itu lagi ya." Ucap Jaejun.


"Benar.. jika aku ingin meyakinkan aku harus kesana lagi dan bertanya pada nya." Akhirnya Jaejun membulatkan tekad nya pergi ke sekolah lagi.


Sementara di sekolah, Aria sedang di landa masalah karena dia tidak sengaja membuat Min Jae terdorong sampai jatuh dari tangga.


"Mi.. Min Jae kau tidak apa-apa." Aria cemas dengan wajah yang sudah pucat dia membantu Min Jae bangun.


Tapi saat dia mencoba meraih lengan Min Jae, malah di tepis kan.


"Aku tidak butuh bantuan mu." Dengan wajah kesal dia menepis tangan Aria dan mencoba bangun sendiri.


Mungkin kaki nya terkilir dan saat dia hampir terjatuh lagi Aria dengan cekatan menahan tubuh Min Jae.

__ADS_1


"Kau boleh marah pada ku nanti, tapi saat ini kau harus di obati." Ucap Aria khawatir.


Karena kejadian ini membuat sejumlah siswa berkumpul, dan teman Aria juga ada disana karena mereka saksi awal mula kejadian itu.


Tapi bukannya menerima tawaran Aria, Min Jae malah menolak dan mendorong Aria dengan kuat.


"Menjauh dari ku." Teriak Min Jae dan mendorong Aria menjauh dari nya.


Aria kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh jika saja tidak ada saudara kembar disana yang menahan nya bersamaan.


"Kau tidak usah sok perhatian dengan ku, kau sama saja, kau juga suka berbicara di belakang tentang ku bukan." Teriak Min Jae sampai membuat kerumunan makin banyak.


Aria tentu saja terkejut tentang apa yang Min Jae katakan.


"Apa maksud mu." Tanya Aria sambil menatap tajam pada Min Jae.


Melihat tatapan itu Min Jae malah menghindari dan pergi dari sana dengan langkah pincang.


Semua orang yang ada disana terdiam dan tentu Aria juga ikut pergi berlawanan arah dengan Min Jae.


"Terima kasih kalian berdua. Bunny, aku mau keluar sebentar dan jangan ikuti aku." Ucap Aria pada teman nya dan bersaudara kembar.


Teman nya hanya terdiam melihat Aria menjauh dari mereka.


"Bisa kalian ceritakan apa yang terjadi dari awal." Pinta Jou Gae.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2