Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
10


__ADS_3

Setelah bel istirahat berbunyi, Aria langsung pergi menuju taman belakang sekolah.


"Su Mi punya banyak sekali pertanyaan, aku lelah meladeni nya untung saja dia punya keperluan mendesak kalau tidak mungkin kepalaku akan meledak." Aria mendesah kelelahan sepanjang perjalanan.


"Tapi seperti nya belum ada gosip kalau aku seperti doppleganger. Tubuhku yang begitu besar dulu sekarang menjadi sebesar tongkat, tapi bagaimana bisa tidak ada yang membongkar aib kelam ku, padahal mereka menyebar gosip kalau aku mengulang kelas."


"Terserah saja. Bongkar ya bongkar, gak ya gak. Aku punya cara sendiri mengatasi nya."


Setelah melihat taman dari jauh, Ari mempercepat langkah nya dan duduk di bangku taman yang sudah tersedia.


Aria juga mempunyai kebiasaan baru setelah cinta nya pupus dia, enggan memulai hubungan lagi dan memilih membaca cerita romantis daripada mengalaminya sendiri.


"Oh astaga..Hahahahhaha. ****** kau..hahahha." Karena Aria pikir hanya dia seorang ditaman itu maka nya dia membesarkan volume tawa nya.


Tanpa ia sadari, seseorang terganggu dengan tawa nya.


"Hei kau, apa bisa berhenti kenapa tertawa mu keras sekali." Keluh seorang siswa yang tidur nya terbangun gara-gara Aria.


Aria langsung berhenti membaca dan melihat ke arah sumber suara yang menegur nya.


Di balik pohon besar terlihat kaki yang menjulur panjang. Dengan segera Aria beranjak dari duduk nya dan menghampiri sumber suara itu yang seperti nya laki-laki.


"Bukankah pakaian mu kotor kalau kau tidur di tanah seperti itu."


Alih-alih meminta maaf, Aria lebih memberikan komentar karena laki-laki itu tidur tanpa peduli dengan kotoran yang melekat di baju nya.

__ADS_1


"Memangnya kau siapa. Tidak usah pedulikan bagaimana aku tidur. Kau...minta maaf lah padaku."


Lagi-lagi Ari bertemu dengan laki-laki br*ngs*k.


"Tidak perli kau suruh aku juga akan melakukan nya. Ck."


"Maafkan aku karena telah mengganggu mu."


Aria membungkukkan badan nya sebanyak 90 derajat.


Lama Aria membungkukan badan belum ada jawaban dari laki-laki itu.


Dan saat dia mendongakan wajah nya, dia melihat laki-laki itu kembali tertidur.


Haisssh..sialan.


Tinggi, seperti nya tubuh dalam nya bagus, dan wajah itu...coba saja kalau kacamata nya itu disingkirkan seperti nya tampan.


Tak lama kemudian, dari arah lain Aria melihat sosok yang tak asing baginya.


astaga.


Aria bersembunyi di balik pohon dan memperhatikan orang yang mulai mendekat.


Itu...Lucas...

__ADS_1


Merasa tidurnya tidak tenang gara-gara Aria terus berisik disamping nya, akhirnya laki-laki itu membuka mata.


"Kenapa kau belum...." Ucapan nya terhenti karena tangan Aria membekam mulut laki-laki itu.


"Shhhtt.. jangan berbicara." Bisik Aria.


Aria terus memperhatikan Lucas, dan tanpa ia sadari wajah laki-laki yang ia bekam sudah memerah karena marah.


"Lepaskan tangan mu." Dengan kasar laki-laki itu menghempaskan tangan Aria dan membuat Aria megaduh.


"Aduh. Apa-apaan kau ini. Bisa sabar sedikit tidak." Dengan tak kalah marah Aria melampiaskan kekesalan nya pada laki-laki itu yang juga sudah membuatnya kesakitan.


Karen mendengar suara aneh di balik pohon besar, Lucas dan teman-teman nya pun mendekati pohon itu.


Aaakhh mereka kemari.


Dengan rasa gelisah bercampur rasa balas dendam yang menggebu-gebu, Aria menjadi kalut sendiri.


Sesekali Aria melihat ke arah laki-laki yang membuat tangan nya kesakitan dan sesekali melihat Lucas yang sebentar lagi segera melihat nya disini.


"Hei kau, jadilah pacar palsuku." Tanpa mendengar jawaban dari remaja laki-laki itu, Aria merebahkan kepala nya ke pangkuan remaja itu yang tak lain adalah Min Ho yang sekarang menatap nya dengan penuh ketidaksukaan.


"Aku akan membayar jasamu apapun yang kau minta akan ku kabulkan, asal itu wajar dan gak melanggar hukum. Aku mohon padamu terima aku. Aku akan meminta maaf padamu beribu-ribu kali lipat suatu hari."


Dan tak lama kemudian Lucas pun melihat siapa yang berada di balik pohon sekaligus membuat suara aneh tadi.

__ADS_1


Bersambung!!!!


__ADS_2