
...Happy Reading....
...***...
Kedua mempelai memasuki acara resepsi. Mereka berdua memakai pakaian dan riasan adat sunda. Mereka berdua berjalan dengan mesra dan romantis memasuki singgasana. Semua mata para tamu undang tertuju kepada kedua mempelai dan para Bridesmaids.
"Istrinya nak Dony cantik banget ya yah!",puji Bunda sambil bertepuk tangan bahagia.
"Masihan cantik istrinya ayah!",goda ayah sambil menyenggol lengan Bunda.
Bunda merasa tersipu malu. Suaminya itu selalu memujinya dengan kata-kata yang romantis.
"Kapan Sat, kamu menyusul Dony naik ke pelaminan?",goda Ayah.
"Belum ada yang berani melamar Satria Yah!",jawab Satria asal.
Bunda dan Ayah langsung tercengang mendengar jawaban dari anak laki-laki sulungnya.
"Mana ada, perempuan yang melamar laki-laki Bang!",seru Bunda melihat kelakuan Satria.
"Hahahaha!",tawa Dino pecah melihat Kakak yang gantengnya diomeli sama kedua orangtuanya. "Mungkin tidak ada yang suka sama Abang, Bun!".
"Enak aja. Dulu Abang di kampus jadi incaran para mahasiswi yang lainnya. Apa lagi pada saat Abang ngaterin Kak El ke sekolah, uh... satu sekolah langsung heboh Dik!",jawab Satria membanggakan dirinya sendiri.
"Terus sekarang, kenapa masih sendiri?",tanya Ayah.
"Yaaaaaa, mungkin belum jodoh kali Yah!".
"Mungkin kamu yang kebanyakan dosa sama wanita-wanitamu yang dulu!",sahut Ayah.
"Astaghfirullah Yah. Teganya bilang begitu sama anak sendiri!",kesal Satria mengelus dadanya istighfar.
"Fakta membuktikan Bang!. Mungkin kamu kena karma dari wanita-wanita yang dulu menjadi pacar kamu dan mereka ada yang sakit hati terus mendoakan yang jelek-jelek bagaimana?. Kan kita tidak ada yang tahu!",jelas Ayah panjang lebar.
"Terus Abang harus bagaimana Yah?. Apakah harus minta maaf satu persatu begitu?".
"Mungkin",jawab Ayah jelas.
"Bagaimana kalau Abang buat grup khusus buat mantan-mantan Abang?",ide Dino yang membuat satu keluarga menatap tajam ke arah Dino.
Dino langsung menciut nyalinya karena melihat Ayah, Bunda dan Abangnya menatapnya dengan tajam. "Maaf-maaf sudah ikut campur urusan orang dewasa!",lirih Dino dengan terpaksa tersenyum supaya tidak kena marah.
"Nanti kalau kamu sudah dewasa, kamu tidak boleh seperti Abang kamu Ya Nak!. Mereka adalah anak orang, tidak perlu menyakiti hatinya. Apa lagi sampai membuat anak orang menangis!",pesan Bunda kepada anak bungsunya itu.
"Dino janji Bunda. Dino tidak akan pernah menyakiti hati wanita seperti Abang lakukan kepada mereka. Dan akan menyayanginya sepenuh hati!",janji Dino sambil kedua tangannya membentuk huruf V.
Satria langsung menggosok wajah adiknya itu dengan kasar. "Kamu bisa bilang kayak gitu, karena kamu belum pernah mengalaminya adikku sayang!",ucap Satria selembut mungkin. "Karena kamu masih dibawah umur dan belum cukup dewasa memikirkan seperti itu!",lanjut Satria mengomel.
"Dan semoga Adik tidak seperti Abang!",goda Dino lagi.
"Kamu tuh!",kesal Satria sambil melotot.
"Sudah-sudah. Kok kalian malah bertengkar sih!. Tuh mempelainya sudah foto-foto sama keluarganya!",kata Ayah.
"Terus kapan Abang foto-foto sama istrinya!",goda Dino lagi yang tidak henti-hentinya menggoda sang Kakak.
Satria melayangkan tangan kanannya keatas. Ia berniat untuk memukul adiknya yang semakin lama semakin kurang hajar terhadap kakak kandungnya.
"Abang!". Bunda yang melihat tangannya Satria keatas langsung mencegahnya.
Satria tersenyum memperlihatkan gigi putihnya dan mengalihkan dengan menggarukkan kepalanya yang tidak gatal. "Apaan sih Bunda!".
"Awas saja ya kalau macam-macam sama Adik kamu!",ancam Bunda marah.
Dino yang menang banyak langsung bersorak gembira di dalam hatinya. Ia mengejek Kakaknya tanpa sepengetahuan bundanya.
Satria yang merasa sakit hati tidak terima atas kelakuan adiknya itu. Ia melototi Dino dengan tatapan ingin membunuh.
***
Saga yang sedari tadi hanya melihat kedua orangtua El dari kejauhan. Ia memberanikan diri untuk menegur dan menyapa. "Apa kabar Tante dan Om?",sapa Saga sambil mengulurkan tangan kanannya.
Bunda dan Ayah membalas uluran tangan sambil mengingat-ingat wajah yang tidak asing baginya. "Alhamdulillah baik. Sepertinya saya pernah mengenal kamu nak, tapi dimana ya?",tanya Bunda yang belum mengetahui jawabannya atas pertanyaan yang ada di pikirannya.
"Saya Saga, tante".
"Masya Allah, maaf ya nak Saga. Tante pangling",sahut Bunda sambil tersenyum malu. "Bagaimana kabarnya nak Saga?".
"Alhamdulillah baik tante".
"Silahkan duduk nak Saga!",ucap Ayah sambil mempersilahkan. "Kapan pulangnya ke sini nak Saga?",tanya Ayah yang penasaran akan kepulangan sahabat dari anak gadisnya itu.
__ADS_1
Saga duduk di samping Satria. "Kemarin malam Om. Setelah dari London mengantar El",jawab Saga bijak.
"Terimakasih sebelumnya ya Nak Saga, sudah banyak membantu anak saya. Saya sangat bersyukur El bertemu dengan orang baik seperti Nak Saga!",puji Bunda senang.
"Sama-sama Tante. Saya juga sangat bersyukur bisa mengenal El dengan baik. Tante tidak perlu memuji saya seperti itu, saya malah tidak enak sama Tante dan Om!",jawab Saga sopan dan tidak enak hati.
"Tidak apa-apa nak Saga. Nak Saga pantas mendapat pujian seperti itu!",lanjut Bunda yang tidak henti-hentinya memuji Saga. Kamu anak yang baik nak Saga, semoga kamu selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin Aamiin Aamiin doa Bunda dalam hati.
"Adikku baik-baik saja kan?",tanya Satria curiga.
Saga tersenyum senang bisa mengenal kakak dari El yang begitu protektif. "Alhamdulillah baik Kak".
"Satria!". Bunda melotot kearah Satria yang tidak sopan terhadap Saga. "Maafkan anak saya ya nak Saga?",ucap Bunda tidak enak hati.
"Tidak apa-apa tante. Saya maklum bila sang Kakak sangat khawatir terhadap kondisi adik tercinta!",jawab Saga.
"Iya-iyalah. Siapa yang tidak trauma melihat adiknya disakiti oleh sahabat dari Abangnya. Bukan ding, maksudnya mantan sahabat dari Abangnya!",tegas Satria yang meralat setiap perkataannya.
"Iya Kak. Saya paham!".
Satria seperti mengingat sesuatu tentang Saga. Oh iya, bukankah ini Saga yang kakaknya yang cantik itu!. Ingatan Satria seratus persen kembali normal. "Ngomong-ngomong, bukannya kamu adiknya dari Olivia?",tanya Satria berharap pertanyaannya benar.
"Kakak kenal sama Kak Oliv?",tanya Saga mengenyitkan kening.
"Panggil aja Abang, jangan Kakak!",saran Satria. "Belum sih. Tapi mungkin sebentar lagi!",lanjut Satria dengan percaya diri.
"Ok Bang. Abang sudah pernah bertemu dengan Kak Oliv?",tanya Saga penasaran karena selama ini Kakaknya itu selalu tertutup soal asmaranya. Apa lagi dia seorang wanita yang super sibuk.
"Bertemu sih belum apa lagi kenal".
"Kok bisa ya Sat?. Lalu kamu lihatnya dari mana?. Dan konsep seperti apa yang sedang kamu terapkan?",tanya Ayah yang kesal melihat pola pikir anaknya.
"Ada deh pokoknya. Intinya Kakak kamu itu sangat cantik!",sahut Satria.
"Dan dia akan menjadi target Abang selanjutnya gitu!",ucap Dino yang kesal melihat Abangnya berganti pasangan atau playboy.
"Dasar bocah!",lirih Satria yang langsung membekap mulut adiknya itu.
Bunda tidak terima atas perlakuan Satria. Ia lalu memukul lengannya supaya membuka mulut adiknya itu.
"Auhhh.... Sakit Bunda!",keluh Satria kesakitan yang melepaskan bekapan mulut Dino.
Saga yang melihat keakraban keluarga Wibowo merasa senang. Ia merasakan kebahagiaan yang terpancar di sana.
"Maaf ya nak Saga, anak-anak saya kadang-kadang kelewat batas!",kata Bunda tidak enak.
"Tidak apa-apa tante. Saya malah senang melihat keakraban adik dan Kakak. Saya malah teringat bila saya bertengkar dengan Kakak saya",ungkap Saga. "Apa lagi sekarang kita sibuk dengan pekerjaan kita sendiri-sendiri jadi jarang untuk berkumpul".
"Saya maklumi nak Saga. Bila kita sudah dewasa kita akan ingin seperti anak kecil lagi yang ingin berkumpul dengan keluarga apa lagi saudara kita",jelas Ayah bijak.
"Iya Om".
"Lalu nak Saga di Bandung berapa hari?".
"Paling nanti mampir dulu ke Jakarta tante. Mama dan Papa masih tinggal di Jakarta".
"Lalu Kakak kamu dimana Ga?",sahut Satria yang begitu penasaran.
"Besok lusa Kakak pulang ke Jakarta kok Bang. Dia ada urusan di Jakarta",jawab Saga.
"Ok".
"Kalau Abang ingin bertemu dan berkenalan dengan Kakak nanti saya kabari",lanjut Saga dengan senang hati menjodohkan Kakaknya dengan Satria, karena ia tahu Satria orang yang baik.
"Boleh",sahut Satria dengan semangat yang membara.
"Jangan Kakak!",cegah Dino.
"Apaan sih anak kecil ini!",teriak Satria tidak terima. "Boleh minta nomer hp kamu?".
"Boleh Kak". Saga merogoh sebuah kartu nama dari balik jas yang ia kenakan. Ia selalu membawa kartu nama yang terselip di sana.
Satria menerima dengan bahagia. Ia akan mendekati Olivia dengan cara yang baik. Karena dari niat yang baik maka akan tercipta kebaikan pula.
"Kalau nanti ke Jakarta mampir ya nak Saga ke rumah?",pesan Bunda.
"Insya Allah tante, saya akan mampir",jawab Saga.
"Nanti bisa main dulu Kak sama aku",seru Dino tersenyum. "Soalnya Abang Satria selalu sibuk terus sama ponselnya maupun laptopnya!".
"Iya Dik. Siap!".
__ADS_1
"Oh ya, kamu kenal sama keluarga dari Dirga. Anak-anaknya Edwan maupun Sam?",tanya Satria menginterogasi.
"Kenal Bang. Cukup kenal",jawab Saga sambil mengingat-ingat kelakuan Edwan yang kurang ajar terhadap El seperti kaset yang sedang berputar di pikirannya.
"Kalau kamu mengenalnya, tolong beri tahu kami apa yang Edwan lakukan terhadap El?. Kalau dia ada di sini sudah habis tuh orang!",kata Satria.
"Maaf Bang, saya tidak berhak menjelaskan masalah ini terhadap Abang maupun Om dan tante. Saya tidak mau ikut campur masalah pribadi El. Apa lagi mereka sudah menemukan jalan mereka masing-masing",jelas Saga.
"Ok, kamu mau tutup mulut untuk kejelekan dia. Tapi aku akan mencari tahu sendiri kebenarannya. Karena, aku masih tidak terima kalau dia menyakiti adikku. Sebab, selama ini kami berteman seperti saudara!",ungkap Satria atas kekesalan yang ada di hatinya terhadap sang sahabat.
"Udahlah Sat. Jangan mengungkit masalah itu. Itu sudah masa lalunya El. Mungkin El juga sudah lupa akan hal itu!",saran Ayah.
"Tapi yah, aku sebagai Kakaknya seperti tidak bisa menjaga adiknya dengan baik. Apa lagi aku dan dia berteman lama Yah!",bela Satria pada dirinya sendiri.
"Ayah paham itu. Tapi kejadiannya kan sudah lama. Kalau kamu mau membalas dendam sama dia, sama aja kamu seperti dia!",jelas Ayah supaya perselisihan di antara dua sahabat itu tidak memburuk.
"Iya Bang. Toh sekarang El juga sudah bahagia Kan!",lanjut Saga supaya tidak ada hal yang menyakiti El lagi.
"Baiklah kalau itu mau Ayah. Aku akan mencoba untuk menerimanya. Tapi, aku tidak bisa berjanji bila suatu hari nanti aku bertemu dengan dia akan seperti apa!",jujur Satria karena dalam benaknya masih ada rasa sakit telah di khianati oleh sahabatnya sendiri.
Tiba-tiba kedua pengantin menghampiri meja keluarga Wibowo. "Selamat siang semuanya!",sapa Dony dengan senyum sumringah sambil menggandeng tangan sang istri.
"Aduh...yang sekarang statusnya sudah berganti!",goda Satria sambil berjabat tangan memberikan selamat kepada kedua pengantin.
"Terimakasih Bang sudah menyempatkan waktu untuk datang ke acaraku ini!. Walaupun Abang sangat sibuk sekali",ucap Dony.
"Abang pasti akan datang kok Don. Sayang sekali ya ada yang kurang!".
"Apa Bang?",tanya Dony mengenyitkan dahinya.
"Tidak ada El sahabat kecil kamu",jawab Satria sedih. Mengingat Dony dan El sudah bersahabat dari kecil.
"Dia datang kok Bang. Iyakan Kak Saga?",tanya Dony kepada Saga. Saga yang duduk kaget karena Dony melempar sebuah pertanyaan yang tidak masuk akal.
"Serius dia ada?. Lalu mana?",tanya Satria sambil menengok ke kanan dan kiri.
"Ada Bang".
"Mana?. Mana Ga?",tanya Satria mencari kepastian.
Saga yang mengingat sesuatu langsung menjawab. "Oh..iya ada Kak. Sebuah surat dari El!".
"Sialan kamu, Don!",seru Satria kesal melihat becandanya Dony yang tidak lucu.
"Maaf-maaf Bang!",ucap Dony sambil mengelus lengan Satria. "Kirain tadi ada yang kurang bukan karena El tidak ada Bang".
"Lalu apa yang kurang?".
"Yang kurang, Abang datang ke acaraku tidak dengan pasangan Abang!",goda Dony tertawa bahagia.
"Kurang ajar kamu, Don!",marah Satria.
"Benar itu nak Dony. Mungkin sekarang anak Bunda sudah tidak laku lagi di pasaran!",seru Bunda menggoda sang putra.
"Bunda!.... Ihhhh.... !",kesal Satria seperti anak kecil yang meminta permen.
Lalu tawa mereka pecah melihat tingkah laku Satria yang sangat menggemaskan itu.
***
Alhamdulillah yaaaa...
Ellena Season ll sudah memasuki Bab ke 100 dengan waktu kurang lebih 1 tahun.
Terimakasih para penggemar setia Ellena Season ll.
Tunggu Bab selanjutnya ya, bagaimana kelanjutan dari kisah cinta El?.
Dan jangan bosan-bosan untuk membacanya!🥰🥰.
Hhhmmm.... Ngomong-ngomong kalau akyu mau bikin cerita menurut kalian cerita tentang apa?.
Terimakasih sebelumnya!.
🙏🙏🙏
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
...Terimakasih....
__ADS_1