
Happy Reading.
***
El sekarang duduk di bandara setelah tadi ia mengambil barang-barangnya. Ia memandang pesawat yang sedang terbang entah kemana tujuannya. Ia mengambil kotak kecil yang ada di saku jaketnya. Dia membuka kembali kotak cincin itu, disana masih tersemat dengan anggunnya. Ia mengamati dengan seksama. Andai waktu bisa diputar Sam, aku akan jujur kalau aku merindukanmu?. Tapi apa daya, aku gak berdaya untuk mengucapkan itu. Karena aku mencoba untuk melupakanmu. Kalau pun aku bisa mencarimu di negara ini, itu akan sia-sia. Karena negara ini begitu luas? batin El dalam hati.
Tiba-tiba ia melihat sedikit kertas yang terselip di tengah-tengah cincin permata itu. Ia mengambil perlahan kertas kecil itu dengan hati-hati. Ia membuka kertas itu dengan hati yang begitu penasaran.
Dear: Beruang kecil.
Aku tahu kedatanganku begitu cepat bagimu setelah kita terpisah beberapa tahun ini.
Maafkan aku yang telah menyakiti hatimu. Yang tidak tahu apa-apa tentang keadaan yang sebenarnya. Yang selalu mengambil keputusan sendiri menurut pemikiranku. Mungkin maaf ini tidak cukup buat menyatakan kesalahanku yang cukup dingin denganmu.
Aku sebenarnya merindukanmu, sungguh?. Tetapi dulu aku mempunyai batasan-batasan yang tidak bisa aku gapai. Aku ingin, tetapi hasratku tidak berani, karena kamu telah bertunangan dengan kakakku. Aku tidak ingin merusak hubunganmu dengan kakakku, karena aku. Tetapi, itu hanya tipuan semata. Karena kakakku sendiri telah memperdayakan kamu atas kesalahanku selama ini.
Maaf, maafkan aku yang telah bersikap dingin, menghilang dan membuatmu kecewa.
Jujur, sebenarnya aku kaget kenapa kamu tiba-tiba menerima dengan suka cita lamaran kakakku, ternyata kamu cuma menutupi kesalahan yang aku perbuat.
Aku sadar El, aku egois yang cuma memikirkan kepentinganku sendiri tanpa memikirkan prinsip hidup kamu. Tapi, aku sudah mencoba untuk menerima kamu apa adanya tentang prinsip hidup kamu, tapi aku tidak bisa. Karena manusia mempunyai prinsip dan prioritas yang berbeda.
Aku sadar, betapa bodohnya dulu aku sangat mencintai kamu. Bahkan aku rela melakukan apapun demi kamu. Ternyata itu adalah sikap sayang aku ke kamu, apa lagi pada saat kamu dekat sama orang yang aku benci selama ini (aku malas menyebutnya), aku benar-benar sangat cemburu, cemburu sekali sampai aku lupa akan rasa percaya diriku.
Selama tiga tahun lebih aku bisa bertahan tanpa kamu butuh perjuangan yang amat berat bagiku. Aku mencoba begitu cara untuk melupakan kamu, tetapi tak mampu untuk ku lupakan. Mungkin, setelah kamu membaca surat ini, kamu tidak akan bisa menemukanku, karena aku sudah tidak ada disampingmu lagi.
Maaf, cuma itu yang ingin aku sampaikan atas sikap dinginku selama beberapa tahun ini.
Maafkan aku, El!.
Maaf tidak bisa lagi mencintai kamu seperti dulu, karena harus ada hati yang aku jaga.
Maafkan aku!
From :
Orang yang duduk disampingmu
El menangis sejadi-jadinya sambil memeluk selembar kertas itu. Ia sangat merindukan orang yang telah membuat surat itu. Ia tidak menyangka bahwa takdir telah membawanya sampai sejauh New York. Negara yang dimana orang yang ia rindukan ada dinegara ini. "Lebih baik lost contact, daripada lost respect", lirihnya.
El berjalan menuju tempat parkiran. Ia sudah diberitahu oleh pak Downey kalau yang menjemput sudah ada di sana. Ia lalu menghubungi sopir yang menjemput dirinya.
Bapak setengah tua menghampiri El. "Permisi mbak, apa benar mbak adalah Mbak Ellena Putri Wibowo?",tanyanya.
"Iya pak. Pak Johny?",tanya El balik.
"Iya mbak, betul. Saya kesini ditugaskan oleh pak Downey untuk menjemput mbak",jawab Pak Johny.
"Iya Pak".
__ADS_1
"Ini mbak barang-barangnya?",tanya Pak Johny melihat beberapa koper disamping El.
"Iya pak!",sahut El.
"Saya bantu mbak!",ucap Pak Johny yang langsung mengangkat koper untuk dimasukkan kedalam bagasi mobil. Beliau juga membukakan pintu mobil.
"Gak usah repot-repot pak. Saya bisa sendiri!",kata El tidak enak.
"Tidak apa-apa mbak. Sudah menjadi tugas saya!",sahut pak Johny.
El duduk dikursi penumpang. Dan Pak Johny langsung lari ke tempat duduk pengemudi. Beliau mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.
El memandang pemandangan diluar. Ia sangat bersyukur dapat menghirup udara di negara New York. Ia kemudian mengambil kotak cincin dan memandangnya lalu ia mengingat sesuatu. "Pak saya mau nanya, apakah boleh?".
"Boleh mbak, dengan senang hati",jawab pak Johny masih tetap fokus menyetir.
"Disini apakah ada perusahaan yang bernama Samnel ?",kata El mencoba bertanya tentang keberadaan Sam.
"Samnel. Kalau perusahaan besar tidak ada mbak. Mungkin mbaknya salah nulis atau?",ucap Pak Johny.
"Gak kok pak",sahut El. "Mungkin namanya tidak itu. Saya yang salah. Maaf?",sahut El cepat. Ia menyandarkan punggungnya. Kenapa aku terlalu berharap banyak sama Sam. Aku gak boleh seperti itu, aku yang memintanya untuk tidak mencintaiku! batin El.
***
Beberapa jam kemudian.
El mengikuti langkah Pak Johny sambil memandang gedung yang sangat besar. Asrama ini begitu besar daripada yang lainnya.
"Silakan masuk!", sahut sang empu.
Pak Johny segera membuka pintu kamar asrama.
"Eh.... Pak Johny, apakah ada mahasiswa baru?",tanya salah satu penghuni asrama.
"Iya mbak. Dia salah satu mahasiswa yang berkesempatan pertukaran mahasiswa yang ada disini!",jawab Pak Johny.
El mendengar pak Johny sedang berbincang-bincang. Ia segera masuk kedalam kamar asrama. "Hallo.... Kenalin nama saya Ellena?",sapa El sambil mengulurkan tangannya.
Bella dengan suka hati langsung membalas dengan jabat tangan. "Saya Bella. Salam kenal!",jawab Bella yang mempunyai senyuman yang menawan.
"Ini kamarnya mbak El. Nanti kalau butuh sesuatu langsung telepon saya ya mbak?",pesan pak Johhy.
"Baik pak. Terimakasih banyak, sudah membantu saya?",ucap El dengan senang.
"Sama-sama mbak. Itu sudah menjadi kewajiban saya. Permisi mbak?",pamit Pak Johny yang langsung pergi.
"Iya pak!",sahut Bella dan Ellena.
"Kamu dari universitas XXX ya, yang ada di London?",tanya Bella.
__ADS_1
"Iya",jawab El. Ia melihat disekeliling kamarnya, terdapat dua kasur. "Dikamar ini cuma kita berdua?",tanya El sambil meletakkan tas yang ada dipunggungnya.
"Iya. Di Asrama ini cuma ada dua orang setiap kamarnya",kata Bella.
El membereskan barang bawaannya. Ia meletakkan di atas kasur.
"Perlu bantuan?. Mumpung aku lagi libur kerja?",kata Bella mencoba memberi bantuan.
"Boleh. sebelumnya makasih ya, udah mau bantuin",kata El.
Bella langsung mengambil baju-baju El dari koper. Ia tata rapi di lemari baju.
"Emang boleh ya, kalau kita kerja?",tanya El.
"Boleh...boleh aja!. Tapi tahu batasannya",jawab Bella. "Kamu mau kerja?",tanya Bella duduk diranjang El.
"Boleh. Aku di London juga kerja sampingan kok. Daripada kita nganggur gak ngapa-ngapainkan!",jawab El.
"Oke. Tapi, kamu harus menyelesaikan urusan kamu dulu dikampus ini. Jangan sampai teledor!. Kamukan termasuk mahasiswa berprestasi disini apa lagi status kamu sebagai pertukaran mahasiswa disini",saran Bella.
"Gak ada masalah kok. Kamu tenang aja. Aku udah nyiapin semua berkas-berkasnya tinggal ACC aja!",jawab El.
Mereka berdua fokus membersihkan kamarnya. Mereka bahagia mempunyai seorang teman yang baru.
Setelah selesai membersihkan kamar, mereka pergi ke kantin yang ada di asrama universitas XXX.
"Kamu punya pacar?",tanya Bella sambil menyeruput Kopi panasnya.
El tersenyum. Ia tidak tahu harus menjawab apa. "Emang penting ya, tanya seperti itu?",tanya El melahap spaghetti.
"Penting. Nanti kita akhir bulan selalu mengadakan pesta di luar asrama. Jadi, ya mau tidak mau harus punya pacar!",kata Bella.
"Itu gak penting buat aku kok. Aku kesini cuma tiga bulan aja. Gak perlu ikut perkumpulan kalian",jawab El bijak.
"Apa jangan-jangan kamu masih single?",tanya Bella memastikannya.
"Single ataupun tidak, itu tidak pentingkan?",goda El.
"Oke... Oke....",sahut Bella memutuskan pembicaraan. "Oh...iya, nanti malam akan ada seminar lho di kampus kita?",kata Bella.
"Seminar. Kapan?",tanya El antusias.
"Nanti malam. Pokoknya kamu harus ikut kita", kata Bella.
"Boleh dengan senang hati!",jawab El. Seminar, mudah-mudahan kamu tamunya Sam! mohon El dalam hati.
***
Jangan lupa komen, like dan vote.
__ADS_1
Terimakasih.
Maafkan akyu yang baru update....