Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Hati Dan Pikiran


__ADS_3

...Happy Reading....


...***...


Di dalam mobil, Dino tidak henti-hentinya menggagumi keunikan bangunan-bangunan yang terdapat di pinggir-pinggir jalan.


"Tumben bodyguard kamu tidak ikut El?",goda Sella.


"Bodyguard siapa lagi sih Sel. Jangan buat gosip terus!",kesal El kepada sang sahabat.


"Siapa lagi kalau bukan Kak Saga!",seru Sella.


"Sayang, bukan Saga sekarang!",sahut Alan yang ikut nimbrung.


"Oopsss.... Maaf!". Sella menutup mulutnya karena lupa bahwa El sekarang sudah punya calon tunangan. "Iya ya sayang, kan ada Sam!",goda Sella tertawa terbahak-bahak.


El yang duduk dibelakang Sella langsung memukul bahu Sella dengan kasar tetapi tidak melukai. "Tertawalah sepuas yang kalian mau!",kesal El.


"Tapi, setidaknya Kak Saga juga ada diantara kita sekarang!. Lalu, kenapa Kak Saga tidak ada",oceh Dino.


"Dino, Kak Saga itu orang yang super sibuk. Tidak mungkin jam segini ia ada waktu",jelas Sella pelan.


"Iya nih Sel, dari tadi Dino selalu menanyakan Kak Saga terus menerus. Dan tumben aja, Kak Saga tidak memberikan kabar",jelas El cemas.


"Telepon aja El. Mungkin kalau kamu yang telepon, dia akan ada waktu buat jalan-jalan",saran Sella.


"Iya Kak. Coba telepon Kak Saga!",kata Dino memohon sang Kakak.


"Iya..iya, Kakak akan telepon!". El merogoh ke dalam tas dan ternyata tidak ada. "Ponselku mana!",panik El kepada semua orang. "Kok tidak ada!". Ia panik melihat tas yang ia selempangkan tidak ada tanda-tanda ponselnya.


"Serius El?",tanya Sella.


"Coba cari yang betul-betul Dik!",ide Satria.


El mengobrak-abrik dalam tas tetapi tidak ada ponselnya. "Tidak ada Bang!".


"Coba di ingat-ingat dulu El. Terakhir kali kamu telepon siapa?",saran Sella.


El mengingat-ingat terakhir ia melakukan panggilan terakhir kali.


"Bukankah terakhir kali, Kakak telepon Kak Sella?",cicit Dino memberikan sebuah cahaya pengingatan.


"Iya Dik. Kakak ingat itu. Terus, Kakak letakkan dimana ya?",kata El sambil mengingat sesuatu.


"Bukankah tadi kamu ada di balkon Dik sama Dino?",kata Satria.


Dan benar, ingatan El sudah kembali mengingat ponselnya. Ia meletakkan ponselnya di atas meja balkon. "Aku turun di sini aja Sel. Aku mau ambil ponsel dulu di apartemen!",kata El.


"Bentar lagi kita sampai tujuan loh El. Sudahlah, nanti kalau Bunda dan Om Wibowo juga akan telepon sama Bang Satria kalau terjadi sesuatu",jelas Sella.


"Tapi perasaanku tidak enak Sel. Dari tadi pagi, aku merasakan sesuatu terjadi. Tapi, entah itu apa!",ungkap El seperti mencari jawaban dalam pikirannya sendiri.


"Kamu pasti banyak pikiran. Sudahlah, hari ini kita bersenang-senang dulu. Supaya pikiran kamu fresh",saran Sella.


"Tapi Sel!".


Satria menepuk lengan El. "Biar Abang aja yang ambil ya Dik. Hari ini kamu tenangkan pikiran kamu. Istirahatkan sejenak!",cicit Satria.


El hanya mengangguk-angguk kepalanya pasrah. Ia tahu bahwa abangnya sangat memperhatikannya.


"Lan, turun di sini aja ya!",perintah Satria.


"Baik Bang. Nanti cepat menyusul kita ya Bang!",pesan Alan yang menghentikan mobilnya di bahu jalan.


"Abang ke apartemen dulu ya Dik!. Jaga Dino dengan baik!",pesan Satria yang langsung dijawab dengan anggukan. Ia keluar dari mobil dan mencari taksi untuk kembali ke apartemen.

__ADS_1


*


*


*


Sam yang menghubungi El berkali-kali hanya bisa membanting ponselnya karena dari tadi tidak diangkat-angkat. "Kamu kemana sih sayang!",kesal Sam yang memandangi pemandangan diluar jendela.


William yang ada dibelakang Sam hanya tertawa melihat kekhawatiran sang sahabat terhadap tunangannya itu. "Kamu itu fokus sama tujuan kamu datang ke sini Sam!",cicit Wiliam.


"Iya, aku tahu di sini aku harus metting sama klien. Tapi, hati dan pikiranku tidak sejalan!".


"Ya iyalah. Pikiran dan hati kamu hanya ada El seorang!",goda William yang berjalan menepuk bahu Sam.


Sam yang merasa risih langsung mengibaskan tangan William. "Sepertinya aku harus absen metting hari ini!",sela Sam.


"Kamu gila apa!. Ini proyek yang sangat besar Sam. Kamu jangan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Aku tahu kamu peduli sama El, tapi kamu harus peduli juga sama kerjaan kamu. Kalau El ada apa-apa pasti akan menghubungi kamu. Mungkin ponselnya sedang dia cas!",kata William panjang lebar.


"Itu menurut kamu. Tapi kalau dia sedang sama laki-laki brengsek itu bagaimana?",tanya Sam dengan nada sinis.


"Kamu tidak percaya sama dia?. Atau kamu masih penasaran tentang hubungan mereka berdua?",tanya Wiliam sarkas.


Sam hanya dia menoleh ke pemandangan yang ada didepan matanya.


Wiliam menepuk pelan bahu Sam. "Aku kenal El, Sam. Dia tidak akan mengkhianati kamu. Buktinya dia tidak pacaran atau punya hubungan khusus semenjak dia tidak bersama kamu. Dan dia selalu berteman sama kita, Adelle, James. Kita sangat kenal sama dia Sam".


Sam menelan ludahnya dengan pelan. Ia tahu, bahwa El juga mencintainya.


*


*


*


Satria masuk kedalam apartemen milik Sella. Ia segera memasuki kamar El dan menuju ke balkon. Iya benar, bahwa ponsel El tergeletak di atas meja. Ia membuka ponsel El. Ada sebuah panggilan tak terjawab sebanyak 70x. Dari Tamara sebanyak 32x panggilan tak terjawab dan selain itu dari Sam. Dan yang membuat penasaran Satria adalah sebuah pesan dari Tamara. Ia membuka dengan cepat.


"El... Kamu dimana?". Tamara.


"El... Ada hal penting yang harus kamu tahu!". Tamara.


"El... angkat teleponnya!". Tamara.


"El... Kamu dimana?". Tamara.


"El... Aku ingin bicara sesuatu sama kamu!". Tamara.


"Kamu dimana El?. Tolong balas pesanku dan angkat teleponku!". Tamara.


"El.....!". Tamara.


"El....!". Tamara.


"Kalau kamu sudah membaca pesanku. Tolong segera dibalas!". Tamara.


Satria membaca semua pesan dari Tamara. "Apa yang terjadi dengan Tamara?",pikir Satria bingung. Lalu ia membalas pesan dari Tamara.


"Ada apa Mbak Tamara?". El.


"Aku telepon sekarang ya!". Tamara.


Deg.


Tamara berpikir bahwa yang membalas pesan tersebut adalah El.


Tamara langsung memanggil nomer El. Tetapi tidak ada jawaban dari El.

__ADS_1


"Mati aku!",keluh Satria.


"Jangan telepon aku Mbak. Aku sedang ada di jalan. Ada apa mbak?". El.


"Aku akan memberikan kabar. Tapi, janji kamu tidak akan sedih?". Tamara.


"Janji mbak. Ada apa mbak?". El.


"Pak Saga masuk rumah sakit El". Tamara.


Satria tercengang membaca pesan dari Tamara. "Saga masuk rumah sakit!".


"Kenapa dengan Kak Saga Mbak?. Dia sakit apa?". El.


"Sakit apa aku kurang paham El. Kabarnya dia masuk ruang ICU dan operasi". Tamara.


Satria langsung keluar dari apartemen sambil menulis pesan kepada Tamara.


"Rumah sakit mana?". El.


"Rumah sakit XXX. Aku juga mau ke London sekarang mengurus metting yang tertunda dengan klien". Tamara.


Satria segera masuk kedalam lift dan menuju ke lobi untuk segera mencari taksi dan pergi ke rumah sakit.


*


*


*


Dino, Sella dan Alan bersenang-senang dengan game yang ada di dalam pusat perbelanjaan. Sedangkan El hanya melihat kearah luar jendela yang terbuat dari kaca. Hati dan pikirannya sekarang tidak sejalan. Ada rasa yang mengganjal dalam hati dan pikirannya. Tetapi, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Kakak kamu sedang ada masalah apa Din?",tanya Sella.


"Tidak tahu Kak. Dari tadi malam, Kak El sudah berubah tidak secerah biasanya!",jawab Dino.


Alan yang melihat dari kejauhan merasakan ada sifat El yang berubah. "Kamu main dulu sama Dino ya sayang. Aku akan tanya sesuatu sama dia!".


Sella menganggukkan kepala tanda setuju. Ia sekarang sudah percaya kepada tunangan bahwa dia tidak akan cemburu terhadap El karena El adalah sahabatnya sendiri. Walaupun Alan pernah suka dan cinta sama El. Tapi, itu masa lalu dari mereka.


Alan menghampiri El dan berdiri di samping El. "Ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?",tanya Alan.


El hanya tersenyum Alan duduk dan bertanya seperti itu. "Tidak ada Kak".


"Tidak mungkin kalau tidak ada yang mengganggu pikiranmu. Kakak perhatian dari tadi malam, ada sesuatu yang hilang dari kamu. Entah itu apa, Kakak juga tidak tahu. Apakah mungkin kamu, ada masalah perasaan terhadap Sam?. Apakah perasaan kamu sudah berubah terhadap Sam?",tanya Alan jujur.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi saat ini Kak. Dari tadi malam, perasaanku ada yang mengganjal. Tapi........ aku tidak tahu itu!",cicit El menundukkan kepala.


*


*


*


Satria naik taksi dan berhenti tepat didepan rumah sakit XXX. Ia segera berlari menuju ke resepsionis untuk menanyakan pasien yang bernama Saga. Dan seorang perawat mengantarnya ke ruangan yang bernama Saga.


"Ini Pak, ruangan atas nama Saga Rahardian!",kata perawat itu.


"Terimakasih banyak Kak",ucap Satria sebelum perawat itu pergi. Ia melihat kamar yang begitu besar dengan bernamakan kamar VVIP. Ia mengetuk pintu dengan pasti.


Olivia membuka pintu kamar Saga. Dan betapa terkejutnya dia bahwa Satria ada di depan matanya saat ini. "Satria".


Satria menelan ludah dengan susah payah karena wanita yang ia cintai ada didepan matanya. Ia melihat Olivia dengan perasaan campur aduk. Olivia dengan mata panda karena kurang tidur dan wajahnya yang begitu sembab karena menangis terus menerus.


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....


...Terimakasih....


__ADS_2