Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Kacau


__ADS_3

Happy Reading.


***


El menyelesaikan semua tugas satu persatu. Ia baru saja keluar dari kantor pak dosen. Ia masih membawa setumpuk berkas yang ada ditangannya.


Bella yang melihat El keluar dari kantor Pak Audrey langsung mengejarnya. "Hai El?",sapa Bella yang sudah berdiri di sampingnya.


"Eh... Bella. Udah selesai kelasnya?",tanya El.


"Udah baru aja. Kamu udah selesai ngurusin semuanya?",tanya Bella.


"Udah. Aku tinggal ke perusahaannya. Tapi,,,,?",kata El ada jeda yang tersirat. "Tapi aku gak tahu dimana nih perusahaannya?",tanya El sambil menunjukkan alamat nama perusahaan itu.


Bella langsung membaca sebuah kartu nama. "Oh...itu lumayan agak jauh dari sini. Kamu naik taksi aja. Daripada nanti kamu nyasar!",ide Bella.


"Oh... Oke kalau gitu. Aku duluan ya?. Aku takut nanti gak ketemu sama HRDnya!",pamit El.


"Oke. Hati-hati ya?",teriak Bella.


El sudah menjauh dari Bella. "Oke Bel!",sahut El sambil setengah berlari.


Setelah sampai di jalan raya, ia memberhentikan taksi yang lewat.


***


Di perusahaan XXX.


Taksi berhenti tepat didepannya. El segera turun dari taksi. Ia tidak lupa membayar dan mengucapkan terimakasih kepada taksi itu.


El berdiri memandang bangunan yang sangat kokoh di depannya. Bangunan dengan arsitektur yang begitu megah. Ia tidak menyangka bahwa ia di terima KKN di perusahaan ini. Perusahaan dengan nilai plus yang terkenal di seluruh negara New York.


Ia berjalan dengan santai supaya lebih leluasa untuk mengatur nafasnya sebelum bertemu dengan HRD di perusahaan itu.


Semua mata tertuju kepadanya. El tetap berjalan santai. Ia hari ini memakai kemeja putih panjang dan rok dibawah lutut. Ia begitu anggun dengan rambut terurai panjang dan bergelombang.


"Mbak saya dari universitas XXX,bisa bertemu dengan Pak Haider selaku HRDnya?",tanya El di depan meja resepsionis.


"Mbak sudah membuat janji?",tanya Clara sebagai resepsionis.


"Sudah mbak. Kemarin saya dan pak Audrey selaku dosen pembimbing saya, sudah membuat janji!",jawab El tegas.


"Oke mbak. Tunggu sebentar!",jawab Clara. Ia langsung menelepon seseorang.


El menunggu sambil melihat ke sekeliling perusahaan itu. Perusahaan yang begitu besar. Ia bingung melihat beberapa lift yang ada. Semoga hari ini adalah hari keberuntunganku! doa El dalam hatinya.


"Dengan Ellena Putri Wibowo ya?",tanya Clara.


"Iya mbak. Bagaimana ya mbak?",tanya El yang sudah tidak sabar bertemu dengan hrdnya. Ia sudah menyiapkan mental untuk test mengikuti KKN di perusahaan terbesar di negara ini.

__ADS_1


"Sudah terkonfirmasi mbak. Mbak langsung saja ke lantai 55 untuk bisa menemui pak Haider selaku hrd disini!",jawab Clara.


"Lantai 55!",lirih El merasa ada yang janggal di lantai itu. Ia tidak menyangka bahwa kantor hrdnya di atas gedung ini. Ia melihat ke atas atap itu.


"Ada yang bisa saya bantu lagi mbak?",tanya Clara.


El tersenyum menjawabnya. "Tidak mbak. Terimakasih!",kata El. Ia lalu berjalan mendekati lift. Ia sebenarnya mau bertanya pada resepsionis itu, tetapi ia tidak mau dicap sebagai orang yang tidak tahu apa-apa.


Ting.


Pintu lift terbuka dengan sempurna. Ia segera masuk kedalam lift. Hatinya begitu resah setelah pintu lift tertutup dengan sempurna. Ia menekan tombol 55. "Aneh, kenapa bisa sih ruangan hrd ada diatas gedung ini?. Biasanyakan dilantai 2 atau 3. Kenapa kali ini beda?",kata El mengoceh sendiri.


45


46


47


48


49


50


Ting.


Pintu lift terbuka sempurna. El terkejut di ruangan itu. Disana terdapat meja resepsionis lagi. Ia lalu berjalan keluar dari lift sambil berdoa didalam hati. Ia menghampiri resepsionis lagi.


"Iya mbak",jawab El.


"Silakan ikut saya!",perintah Tamara berjalan kearah pintu besar yang sangat elegan.


El berjalan mengikuti Tamara. Resepsionis itu begitu **** dengan dress yang melekat pada tubuhnya yang begitu indah seperti gitar spanyol. Sebenarnya ini ruangan apa?. Kenapa begitu istimewa sekali?. Apa mungkin seorang hrd yang mempunyai perusahaan ini, sampai-sampai beliau ditempatkan di atas gedung ini? tanya El didalam hati.


Tamara itu membuka pintu besar itu. "Silakan masuk mbak Ellena?", perintah Tamara mempersilakan.


El tersenyum dan merasa kacau jika seseorang berbicara seperti itu. Tangannya begitu gemetar sambil memegang beberapa map yang ia pertahankan di depan dadanya. Ia mengatur nafas dan berjalan dengan perlahan memasuki ruangan itu.


Klek.


Pintu besar itu langsung ditutup oleh Tamara.


El merasa ada yang aneh diruangan itu. Ia melihat meja besar dan seseorang sedang duduk membelakanginya. Jantungnya berdetak tidak karuan untuk menghadapi ini semua. Tetapi, ia harus bersikap profesional untuk tugas akhirnya itu. Ia berjalan menghampiri meja itu. "Selamat siang pak. Saya Ellena dari universitas XXX!",kata El tegas. Ia berdiri didepan meja besar itu.


"Silakan duduk?",perintah seseorang yang sebagai hrd di perusahaan itu.


"Baik!",jawab El. Ia lalu duduk di depan meja besar itu.


"Silakan perkenalkan diri kamu secara terperinci dan mengapa saya harus menerima kamu untuk KKN diPerusahaan ini?",kata seseorang itu.

__ADS_1


Huft... El mengambil nafas dalam-dalam. Ia mencoba untuk tenang. "Saya tidak mempunyai kelebihan apa-apa. Saya masih belajar untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Saya akan berusaha keras untuk bekerja semaksimal mungkin dengan ilmu yang saya miliki saat ini. Dan saya mohon bimbingan dari bapak!",kata El bijak.


"Apakah kamu masih single?",tanya seseorang itu.


"Saya?",tanya El tidak percaya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal itu.


"Iya siapa lagi?", jawab seseorang itu. "Diruangan inikan cuma ada saya dan kamu!",lanjutnya.


"Saya single",jawab El.


"Bagus kalau begitu. Saya tidak mau kalau karyawan saya mempunyai kekasih yang tidak bisa mendukung satu sama lain. Apa lagi cuma kamu, seseorang yang cuma mengerjakan tugas akhir di perusahaan saya!. Saya tidak mau ada kendala disini!",kata seseorang itu.


"Iya pak",jawab El.


"Apa motivasi kamu mengikuti tugas akhir di perusahaan saya?",tanya seseorang itu.


"Karena di perusahaan ini sangat bagus menurut semua orang. Dan industri yang bekerjasama dengan perusahaan ini selalu maju pesat tiap tahunnya. Seperti perusahaan XXX, perusahaan XXX, dan perusahaan XXX",kata El.


"Sangat bagus menurut semua orang?. Bukan menurut kamu sendiri?",tanya seseorang itu lagi.


"Dari semua orang itu, itu termasuk saya sendiri pak",jawab El.


"Pemikiran yang cukup luas!",kata seseorang itu. "Dan kenapa kamu tidak bertanya, dari semua orang yang mengajukan proposal di perusahaan ini, cuma kamu satu-satunya orang yang bisa di acc diperusahaan saya?",tanya seseorang itu.


"Karena saya percaya takdir. Takdir yang menuntun saya untuk datang ke perusahaan ini. Walaupun rintangannya sangat melelahkan. Tapi, ini semua juga berkat doa kedua orangtua saya",jawab El tegas.


"Cukup menarik. Tetapi ada syarat lagi yang harus kamu lalui?",kata seseorang itu.


"Syarat?",tanya El bingung. "Bukankah syarat-syaratnya sudah ada di berkas yang saya ajukan kemarin?", kata El cepat.


"Syaratnya di berkas itu tidak ada!",jawab seseorang itu.


"Tidak ada",bisik El. "Lalu syarat apa lagi pak yang masih kurang?",tanya El penasaran.


"Syaratnya adalahhhhhhhh......... Makan malam bersama saya!",kata seseorang itu santai.


El langsung kaget setengah mati. Maksudnya apa coba?. Kenapa dia mengajak aku makam malam?. Apakah ada syarat seperti itu? pikir El bingung. Ia menundukkan kepalanya. Ini membuat ia benar-benar gila.


Seseorang itu berdiri dari tempatnya. Ia masih membelakangi El yang masih duduk didepan meja besar itu. Ia berjalan menghampiri tembok kaca yang bisa melihat negara New York dengan leluasa. "Bagaimana,kamu setuju?",tanya seseorang itu.


Ini tidak bisa terjadi?. Aku masuk ke perusahaan ini bukan untuk main-main?. Aku harus menolaknya? batin El. "Maaf pak, saya tidak bisa!",tolak El halus sambil mengangkat kepalanya untuk melihat seseorang itu.


Seseorang itu berdiri melihat tembok kaca besar. Ia menempelkan lengannya menunggu keputusan El.


El masih bisa melihat pantulan wajah seseorang itu dari tembok kaca. Ia mengangga tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Seseorang itu yang masih berdiri di depan tembok kaca itu. "S....a....m!",lirih El.


***


Jangan lupa komen, like dan vote.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2