
...Happy Reading...
...*****...
Pagi Hari
Sam memasuki kantor yang dikawal oleh sang sekertaris yaitu Ardi. Ardi mengikuti kemana langkah tuan bos melangkah.
"Mas yakin dengan keputusan ini?",tanya Ardi yang selalu dibelakang sang bos.
"Yakin pak. Bagaimana pun, kakak juga berhak buat menjalankan perusahaan ini",jawab Sam tegas.
Dirga yang melihat Sam menuju ruangan meeting pagi ini langsung memanggil sang putra. "Sam... tunggu...!",panggil Dirga.
Sam dan Ardi berhenti melangkah kakinya. Mereka menengok kebelakang melihat Dirga yang menghampiri mereka berdua.
"Papa".
Dirga sudah berdiri tepat dihadapan sang putra. "Sam, papa baru saja mendengar masalah ini dari salah satu karyawan kamu. Apa benar, kamu menyerahkan semua aset dan saham kepada kakak kamu, Edwan?",tanya Dirga tidak percaya.
Sam mengambil nafas dalam-dalam supaya tidak gugup dalam menjelaskan kepada sang papa. "Maafkan Sam, pa. Sam tidak bermaksud tidak berbakti sama papa dan mama. Tapi, ini keputusan Sam sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Sam ingin hidup lebih tenang lagi. Dan kak Edwan mempunyai tanggung jawab sebagai kakak tertua dari keluarga kita pa!",jelas Sam pelan dan sopan.
"Tapi Sam?".
"Pa, ini keputusan Sam yang sangat bulat. Sam gak mau kehilangan keluarga seperti kemarin. Sam janji, bila mana kak Edwan tidak bertanggung jawab atas kinerjanya, Sam akan rebut kembali kedudukan kak Edwan. Ini janji Sam kepada papa!",sambung Sam menjelaskan.
Dirga memeluk sang putra bungsu, ternyata selama ini pemikiran Sam sampai sedetail itu. Ia sangat beruntung melihat tumbuh kembang sang putra bungsu dengan sangat bijak dan dewasa. "Papa bangga sayang sama kamu!",tepuk punggung Sam pelan.
"Apa lagi Sam pa, Sam sangat bangga mempunyai papa seperti papa!",puji Sam.
Lalu mereka segera pergi memasuki ruangan meeting. Semua para staf sudah berkumpul diruangan tersebut. Termasuk Edwan yang sudah siap akan mendapatkan jabatan yang tertinggi di perusahaan ini.
Suasana menjadi tegang dan penuh ketenangan setelah salah satu staf membacakan susunan acara untuk hari ini.
*
*
*
*
*
El berjalan mondar-mandir di balkon. Ia berdoa dan berharap semoga meeting kali ini berhasil sesuai keinginan Sam.
Dino datang duduk di kursi dekat dengan El. "Aduh kak, gak capek apa mondar-mandir seperti itu!",keluh Dino yang melihat sang kakak berjalan.
"Kakak lagi nunggu kabar Dik dari kak Sam".
"Nunggu kabar sih, nunggu kabar Kak. Tapi bukan seperti ini juga kali",sahut Dino. "Lusa jadi pulang kan kak ke tanah air?",sambung Dino.
__ADS_1
"Jadi dong Dik. Bunda sama ayah dimana?",tanya El yang tidak melihat kedua orang tuanya didalam apartemen.
"Bunda dan ayah lagi keluar sama rekan bisnisnya. Kakak gak nyamperin kak Sam langsung aja?",saran Dino.
"Tidak Dik. Kakak gak mau Sam dalam masalah lagi. Kakak disini aja sambil berdoa supaya meeting kali ini berjalan lancar".
"Kak Saga kok gak main kesini lagi sih Kak?".
"Kak Saga lagi sibuk Dik. Memang kamu mau butuh apa?. Biar kakak bantu?".
"Jalan-jalan kak. Dino beberapa hari ini bosen didalam apartemen terus. Bunda dan ayah sibuk dengan rekan kerjanya!".
"Bilang aja mau es krim",tebak El.
Dino tersenyum cengir seperti kuda. "Kakak tahu aja. Beliin dong kak!".
"Ya udah, ayo kita turun ke bawah!",ajak El.
Disisi lain Saga memarkirkan mobilnya di depan gedung. Ia berjalan masuk kedalam gedung. Lalu tiba-tiba ia melihat El dan Dino berjalan ke arah restoran.
El memesan es krim kesukaan sang adik. Sedangkan Dino sudah duduk ditempatnya.
"Kakak juga mau dong seperti Dino!",goda Saga dari belakang badan El.
El membalikkan badan dan tercengang melihat Saga yang tiba-tiba ada dibelakangnya. "Kak Saga!".
"Hai El!",sapa Saga dengan senyuman manisnya.
"Kak tambah satu lagi ya es krimnya!",ucap El kepada pelayan restoran.
"Terimakasih El".
Mereka berdua duduk bersama Dino. Dino bersorak gembira karena Saga berada di antara mereka.
"Ini Dik buat kamu?",kata Saga memberikan sebuah paper bag besar kepada Dino.
"Buat Dino Kak?",tanya Dino tidak percaya.
"Iya buat Dino".
Dino dengan senang hati menerima dan membuka langsung paper bagnya. Ia mendapatkan sebuah koleksi Avengers lengkap dengan bahan yang sangat bagus dan ori. "Ini beneran buat Dino Kak?".
"Iya. Suka gak?".
"Suka banget kak. Ini koleksi ternama yang ada disini kak",kagum Dino memeluk koleksi tersebut.
"Kak Saga terlalu berlebihan sama Dino",ucap El tidak enak hati.
"Gak apa-apa El. Kemarin gak sengaja pergi ke suatu pameran, eh melihat itu jadi keingat Dino".
"Bilang apa sama kak Saga?".
__ADS_1
"Terimakasih kak Saga!",ucap Dino tulus.
"Sama-sama Dino. Rajin belajar yang lebih giat lagi ya... Kalau kamu mendapatkan peringkat seperti kakak kamu, apapun yang kamu mau kakak akan turuti itu semua!".
"Jangan berlebihan kak. Dino juga harus berusaha sendiri untuk mendapatkan itu semua. Gak selalu mengharapkan semua itu kepada orang lain",saran El.
"Iya kakak ngerti".
Pelayan menyajikan pesanan El ke atas meja. "Selamat menikmati Kak!".
"Iya kak. Makasih!",ucap El sebelum seorang pelayan pergi.
"Ya udah, waktunya makan es krim!!!!",kata Saga seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan es krim kesukaannya. "Gimana El, perkembangan meeting Sam?",tanya Saga sambil menikmati es krim.
"Belum ada kabar kak. Aku juga lagi nunggu kabar dari Sam".
Ponsel El berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk. El mengambil ponselnya dari saku. Ia melihat layar ponselnya yang bertuliskan Samuel. "Sam Kak!".
"Angkat ayo....!". Saga sangat antusias.
El mengangkatnya dan meletakkan didekat telinga. "Assalamualaikum Sam".
"Waalaikumussalam El. Maaf baru sempat telepon kamu sayang".
"Bagaimana meetingnya Sam?. Apakah berjalan dengan lancar?",tanya El was-was dan berharap apa yang ia harapkan terkabul.
"Gagal El. Salah satu pemegang saham tidak setuju bahwa CEO akan digantikan oleh Kakak. Dan aku akan menemui pemegang saham tersebut untuk menyetujui apa yang menjadi pendapatku".
"Apakah itu akan berhasil?".
"Semoga. Ya udah ya, nanti aku kabari lagi. Aku sama papa mau pergi sekarang".
"Iya Sam. Semoga berhasil. Aku tunggu kabar dari kamu".
"Iya sayang. Assalamualaikum!".
"Waalaikumussalam". El mematikan ponselnya.
"Gak mudah El untuk menerima kak Edwan menjadi CEO. Masih ada banyak pertimbangan yang akan dihadapi oleh pemegang saham. Mungkin Edwan mengantongi banyak saham dari Sam, tapi tidak semudah itu",ungkap Saga.
"Tapi saham Sam lebih banyak dari pemegang saham yang lainnya kak".
"Gak segampang dan gak semudah apa yang kita pikirkan El. Kak Edwan masih harus banyak belajar dari Sam. Dari pengelolaan yang kecil sampai yang besar. Kamu ingat gak, dulu kak Edwan mengganti CEO sementara di perusahaan. Kamu tahu apa yang terjadi diluaran sana El, banyak pro dan kontra El. Bahkan kebanyakan pemegang saham yang lain banyak yang protes. Tapi harus bagaimana lagi, Sam sedang sakit. Terima atau tidak terima, Edwan lah yang jadi penggantinya!",jelas Saga melihat kondisi Edwan yang tidak memungkinkan.
"Mungkin benar, kak Edwan perlu banyak belajar. Tapi, itu tidak akan terjadi. Kak Edwan akan selalu menggangguku dan Sam. Dia tidak akan tinggal dia, selama perusahaan itu pemegangnya Sam".
"Itu yang kakak takutkan. Kamu dan Sam gak akan pernah hidup dengan tenang, selama Edwan belum menjadi CEO di perusahaannya. Dan mengambil ahli semuanya".
El hanya menghela nafas pelan. Ternyata perjuangan selama ini bersama Sam sangat-sangat lah tidak mudah. Banyak lika-liku yang harus ia hadapi bersama. Pepatah pernah mengatakan, apa yang kita harapkan belum tentu yang terbaik buat kita dan apa yang tidak pernah kita harapkan, itulah yang terbaik buat kita.
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...