Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Dosen Killer


__ADS_3

Happy Reading.


***


Pagi hari


Kring... Kring... Kring...


Jam alarm berbunyi. El masih dibalik selimut. Ia segera bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan mengerjakan shalat lima waktunya.


Setelah shalat ia membuat cokelat panas untuk ia nikmati di depan balkon. Ia meletakkan cokelat panasnya di meja balkon dan duduk menyandarkan punggungnya. Ia tidak lupa membawa laptop untuk melakukan video call bersama sang sahabatnya.


"Hallooooo.... !",sapa Sella kedinginan. Ia membawa jaket kulit yang sangat tebal.


"Kamu ada dimana?. Tumben banget masih gelap?",tanya El penasaran.


"Tebak aku sekarang ada dimana?",tanya Sella balik.


"Di kutub Utara!",jawab El asal.


"Ngapain juga aku di kutub Utara!",sahut Sella.


"Mungkin mau ngambil pinguin dari sana!",jawab El asal lagi.


"Awas aja ya kalau sampai ketemu!",kesal Sella.


El tertawa ringan. Ia suka kalau sedang menggoda Sella. "Lalu kamu ada dimana sekarang?",tanya El lagi.


Sella langsung menghadapkan kameranya ke arah depan hotelnya. Disana terdapat bianglala yang sangat besar.


El mengangga tidak percaya melihat pemandangan yang sedang diperlihatkan oleh Sella. "Kamu ada di London?",tanya El tidak percaya.


Sella kembali mengarahkan kameranya kedepan wajahnya lagi. "Menurut kamu?",goda Sella.


"Kenapa kamu gak bilang Sel kalau mau kesini?. Biar aku jemput di bandara?",kata El yang merasa senang bahwa sang sahabat ada di negara yang sama.


"Memang aku kesini sendiri apa?. Aku kesini sama tim!",jawab Sella. "Coba kalau aku kesini sendiri,pasti udah meluncur tuh di apartemen kamu!",lanjutnya. "Dan pasti udah shopping-shopping!",lanjutnya lagi.


"Dasar ratu shopping!",sahut El. "Nanti kalau kamu udah selesai, mettingnya, kabari ya?. Nanti kita ketemuan!",kata El.


"Iya. Baiklah!",jawab Sella dengan penuh semangat. "Gimana apa Sam masih disini?",tanyanya.


"Aku gak tahu dia ada disini atau gak!. Beberapa hari ini aku agak sibuk, jadi ya belum cari informasi tentang dia lagi?. Tapi aku udah ketemu kok sama dia kemarin!",cicit El.


"Serius?. Terus ?",tanya Sella antusias.


"Ceritanya panjang. Nanti kalau kita ketemu aja, aku pasti cerita kok!",sahut El.


"Aku gak sabar deh, kita ketemuan!. Udah tiga tahun lho kita terpisah!",ucap Sella.


El tersenyum manis mendengar ucapan dari Sella. Ia sangat merindukan sahabatnya itu. Mereka melanjutkan mengobrol-ngobrolnya melepaskan beban pikiran di dalam hati mereka.


***


El sedang berjalan menuju kampusnya. Ia berjalan sambil membawa beberapa tumpuk buku yang ada ditangannya.


"El.... El.....!",panggil Jenifer dari arah yang berlawanan.


El menengok kebelakang. Ia melihat Jenifer sedang berlari kearahnya.


Jenifer datang dengan nafas yang ngos-ngosan. "Kamu.......?",kata Jenifer terbata-bata bicaranya.


"Ada apa Jen?",tanya El.

__ADS_1


"Kamu....disuruh....?",kata Jenifer yang masih ngos-ngosan.


"Udah jangan bicara dulu!. Ambil nafas...buang nafas....!",kata El sambil diperagakan oleh Jenifer.


"Kamu dipanggil tuh sama dosen killer!",kata Jenifer.


"Dosen killer, maksud kamu Pak Downey?",tanya balik El.


"Iya. Siapa lagi dosen yang paling killer disini!",ungkap Jenifer.


"Ada apa memangnya?. Kayaknya aku gak ada urusan deh sama beliau?",kata El.


"Kayaknya sih, nih kayaknya lho ya?. Kamu mau di daftarin pertukaran pelajar di kampus lain?",kata Jenifer.


"Pertukaran pelajar?. Di kampus lain?",ucap El sekali lagi.


"Huum El. Kamu lebih pastinya coba tanya aja deh langsung sama beliau?",sahut Jenifer.


"Ok. Nanti aku ke kantor pak Downey langsung deh. Thanks ya Jen?",ucap El.


"Oke. Ya udah, aku masuk kelas dulu!. Ada kuis soalnya!",pamit Jenifer.


"Oke deh. See you !",jawab El yang langsung berlalu dari Jenifer. Ia berjalan ke perpustakaan, karena mau minjam beberapa buku dari sana.


Sesampai di perpustakaan El langsung memilih buku buat mata kuliahnya nanti. Ia duduk sejenak di kursi perpustakaan sambil membaca sesaat.


Seseorang langsung duduk disampingnya. "Sendirian aja?",tanya Billy.


El langsung menengok kesamping. Dialah Billy Kakak seniorku yang beda 1 tingkat semester. Dia paling populer di kampus ini. Ganteng, kaya,playboy dan yang pasti tingkat kecerdasannya luar biasa. "Menurut Kakak, emang aku lagi sama siapa?",tanya balik El.


"Sendiri!",jawab Billy.


"Itu udah tahu. Ngapain juga tanya!",jawab El sambil menutup buku dan menatap Kak Billy.


Billy langsung gagal fokus. Ia membalas menatap mata El.


Billy yang merasa El menghindar langsung berlari mengejarnya. Ia menyeimbangkan langkahnya dengan El. "Kamu mau kemana?. Aku anterin deh?",ucap Billy.


"Mau ke kantor Mr. Downey!",jawab El.


"Ooppsss...ngapain cari dosen killer itu?",tanya Billy.


"Mau laporan, ada seorang cowok yang kerjaannya cuma ngangguin orang aja!",seru El.


Billy langsung berhenti seketika. "What?",sahut Billy kaget. Ia lalu tersenyum, baru kali ini ada cewek yang ia dekati menolak dengan mentah-mentah. Ia langsung berlari mengejar El yang sudah jauh dari jangkauan matanya. "Serius nih kamu nolak aku?. Aku udah lama lho mau deketin kamu, tapi aku takut?",ungkap Billy.


El tidak menggubris perkataan Billy, ia lebih memilih tetap jalan terus.


"Ayolah El?. Kasih kesempatan buat aku?",kata Billy. "Aku janji deh gak akan nyakitin perasaan kamu ataupun hati kamu?",lanjutnya.


El masih tetap cuek tidak menanggapinya. Ia mengetuk pintu kantor pak Downey.


"El... Please!",mohon Billy.


"Tolong menjauh dari aku?. Aku gak akan terpikat dan percaya sama kamu?. Laki-laki playboy yang cuma nyakitin hati seorang wanita?",kata El cuek.


"Aku janji, demi kamu, aku akan berubah 100%?",sahut Billy membuat jari berbentuk huruf V.


Tiba-tiba pintu kantor pak Downey terbuka. El segera masuk kedalam.


Billy juga ikutan masuk kedalam kantor pak Downey. Ia mengikuti langkah El.


Pak Downey yang sedang duduk di tempatnya, melihat dua orang yang sedang berdiri di depannya. Ia melihat El, senang. Tetapi, ia melihat dibelakang El ada seseorang yang tidak asing menurut beliau. "Ngapain kamu kesini?. Kamu mau nyalonin lagi, pertukaran pelajar?",tanya pak Downey.

__ADS_1


"Tidak Pak. Saya kesini nganterin dia, Pak!",sahut Billy.


El langsung kesal mendengarnya. "Tidak Pak. Ngapain saya dianterin dia, kenal aja nggak?",sahut El cepat.


Pak Downey menyilangkan kedua tangannya didepan dada, heran. "Dia aja gak kenal sama kamu?",sahut pak Downey.


"Kenal kok pak. Memang saya pacar yang tidak dianggap pak sama dia!",jawab Billy asal.


"What?",bisik El. Ia langsung menengok ke belakang. Bisa-bisanya ada seorang laki-laki yang ngaku-ngaku pacarku?. El melotot kearah Billy, ia tidak terima atas ucapan cowok yang kurang ajar ini. "Bisa keluar dari sini Kak!",tegas El.


Pak Downey melihat adegan ini seperti sedang melihat sebuah opera pentas seni di depan panggung.


Billy yang tidak punya perasaan itu menjawabnya dengan senyuman. Ia langsung duduk di meja tamu yang disediakan di kantor pak Downey.


El yang merasa risih atas kelakuan Kakak seniornya itu merasa kesal. Ia menghentakkan kakinya pelan. "Maaf ya Pak?",ucap El tidak enak.


"Tidak apa-apa, El!",jawab Pak Downey. "Silakan duduk?",kata Pak Downey.


El langsung duduk di depan Kak Billy. Ia memandang Billy jenggah.


"Dia anaknya memang kurang ajar?. Kalau perlu kamu hajar aja disini?",kata Pak Downey.


El kaget mendengar jawaban dari Pak Downey. Ia bersusah payah menelan ludahnya sendiri.


"Wah Pak, itu namanya kriminal Pak!",sahut Billy tidak terima. "Kalau Billy nanti babak belur, Bapak juga yang repot, karena tidak punya anak seperti saya ini!",ungkap Billy.


Anak!. Apa maksudnya dia? batin El bingung.


Pak Downey cuma menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak mengerti kenapa sampai punya anak seperti dia?. "Ada apa nak El kesini?",tanyanya.


"Katanya saya di daftarkan pertukaran siswa apa?. Apa benar?",tanya El memastikan.


"Benar. Karena menurut Bapak, kamu cocok ikut ini?. Kamu smart, kompeten dan yang paling penting adalah siswa yang berprestasi. Kamu mau?",tanya Pak Downey.


"Kalau boleh tahu di kota mana ya Pak?",tanya El.


"Bukan di kota. Tapi di luar negeri, New York!",jawab Pak Downey.


"Apa!. New York?",kaget El. Ia tidak percaya dengan jawaban dari Pak Downey.


"Iya nak, El!. Kamu pasti bisa. Dan kamu disana nanti bisa sekalian melaksanakan KKN. Jadi, kamu pulang kesini langsung sidang?",kata Pak Downey.


"Ini serius Pak?. Jadi saya pulang kesini langsung sidang?",tanya El lagi.


Pak Downey langsung mengangguk kepalanya meyakinkan El. "Iya. Nanti kamu akan di bantu sama Rektor kampus ini. Dan kamu langsung bertanya sama dekan yang mengurus kampus yang ada di New York, untuk membuat skripsi?. Ada yang kurang jelas?",tanya Pak Downey.


"Wah, hebat juga kamu, El!. Pulang kesini langsung sidang?",kata Billy senang. "Sarjana Man!",lanjutnya bangga.


El menjawab dengan senang hati. "Tidak ada Pak",jawab El tegas.


"Oke. Persilakan diri kamu pekan depan. Kamu berangkat ke New York!",jawab Pak Downey.


"Baik Pak. Saya akan persilakan diri saya. Terimakasih banyak Pak!",ucap El bahagia.


"Sama-sama nak, El!. Semoga kamu bisa pertahankan prestasi kamu disana!",pesan pak Downey.


"Semoga Pak!",jawab El dengan senang hati.


"Selamat ya El?. Semoga kamu beruntung?",ucap Billy.


"Terimakasih Kak!",jawab El. Aku tidak menyangka bahwa takdir akan membawaku ke suatu negara lagi. Aku sadar, aku tidak akan bisa seperti ini, tanpa mereka, para dosen-dosen yang hebat. Aku merasa bahagia, bahwa keberuntungan berpihak kepada. Jadi, setelah urusanku selesai sama Kak Edwan, aku bisa pergi darinya dan menjauh dari dia. Aku tidak mau Kak Edwan mengganggu hidupku lagi. Dan aku bisa bebas tanpa bertunangan sama siapapun.


***

__ADS_1


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih.


__ADS_2