
...Happy Reading...
...***...
Saga dan Sella berjalan mondar-mandir menunggu hasil didepan unit gawat darurat. Mereka sangat khawatir dengan keadaan El.
Ponsel Sella tidak berhenti berdering karena Sella takut mengangkat telepon karena seseorang.
"Tolong angkatlah Sel!",pinta Saga karena risih mendengar ponsel Sella berdering terus-menerus.
Sella mengambil ponsel dari tasnya. Ia melihat layar ponsel yang masih menyala dengan sebuah panggilan Samuel. "Sam Kak!".
"Apa?". Kaget Saga melihat ekspresi Sella yang ketakutan. "Kenapa dia menelepon kamu?",tanya Saga.
"Karena tadi aku sempat menanyakan El kepada Sam Kak",jawab Sella takut.
Huft... Saga semakin frustasi karena Sella yang begitu ceroboh.
"Lalu bagaimana ini Kak?. Apakah aku harus memberitahukan kepada Sam soal kondisi El saat ini?",tanya Sella.
"Iya. Lebih baik begitu, sambil kita melihat perkembangan kondisi El. Kakak takut bila kondisi El akan seperti yang dulu, syok berat dan banyak pikiran".
Sella mengangkat panggilan dari Sam. "Hallo Sam".
"Aku di mall. Kamu dimana Sel?",tanya Sam menyapu bersih seluruh pandangannya ke lantai satu dan dua.
"Sam, tolong, segera ke rumah sakit terdekat dari mall",jawab Sella terbata-bata.
"Rumah sakit. Buat apa?".
"El.......".
"El kenapa Sel?. El kenapa?",tanya Sam yang sudah khawatir dengan keadaan tunangannya itu. Ia segera turun dari lift dan bergerak cepat menuju ke rumah sakit.
Sella terisak menangis karena khawatir dengan kondisi El. Ia segera mematikan ponselnya secara sepihak.
Sedangkan Saga mencoba menghubungi orang suruhannya untuk mengecek CCTV yang terdapat di mall tersebut.
Sella terduduk lemas dilantai karena ia khawatir tentang kondisi El. Ia menangis terisak memeluk kakinya.
Setelah Saga selesai dengan urusannya, ia menghampiri Sella yang sedang sedih. Ia berjongkok dihadapan Sella. "Semua akan baik-baik saja, Sel",ucap Saga mencoba menenangkan Sella.
"Andai saja aku tidak membiarkan El sendiri ke toiletnya, pasti tidak akan seperti ini Kak",sesal Sella diiringi tangisan.
"Sel, lihat aku. Ini semua adalah takdir Sel. Bagaimana pun kamu mengandai-andaikan, tapi kenyataannya tidak bisa Sel".
"Aku takut kak, bila terjadi sesuatu sama El. Aku takut Kak!",kata Sella ketakutan.
__ADS_1
Saga langsung memeluk Sella dengan erat. Menenangkan hati dan jiwanya yang sedang syok karena kejadian ini.
Sam sudah sampai dirumah sakit yang dimaksud Sella. Ia segera lari keruang unit gawat darurat. Di sana ia melihat Saga sedang berpelukan dengan Sella. "Dimana El?",tanya Sam panik.
Sella dan Saga berdiri dari posisinya. Saga mencoba menenangkan Sam yang begitu khawatir tentang kondisi El. "Tenang dulu Sam. El sedang diperiksa oleh tim dokter",jelas Saga.
"Dia tidak apa-apa kan, Ga?",tanya Sam yang memegang kedua bahu Saga.
Saga menggelengkan kepalanya tidak tahu. "Belum ada kabar dari tim dokter Sam. Lebih baik kita berdoa aja",saran Saga.
Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan unit gawat darurat. Sam dan Saga segera menghampiri dokter.
"Bagaimana keadaan tunangan saya, Dok?",tanya Sam khawatir.
"Keadaan pasien baik-baik Pak. Hanya saja pasien mengalami syok berat dan mengakibatkan susah untuk bernafas Pak. Lebih baik pasien banyak-banyak untuk istirahat dan jangan banyak pikiran",kata dokter menjelaskan.
"Baik Pak. Boleh kami masuk kedalam?".
"Silahkan, pasien boleh untuk dijenguk!".
Sam segera masuk kedalam disusul oleh Sella berjalan dibelakang Sam.
Saga hanya melihat punggung mereka berdua menjauh. "Terimakasih Pak, sudah menolong sahabat saya",ucap Saga dengan wajah sedih.
"Sudah menjadi tugas kami pak. Oh ya, apakah pasien sebelumnya pernah mengalami seperti ini?",tanya Dokter kepada Saga. "Dan pernah mengalami trauma yang mendalam?",sambungnya.
"Sepertinya anda sangat mengenal pasien ya Pak?",goda dokter.
Saga hanya tersenyum kecut dengan godaan sang dokter. "Kita hanya sahabat, Dok. Tidak lebih".
Dokter itu menepuk bahu Saga. Ia tahu apa yang Saga saat ini rasakan. "Bapak pernah muda, Nak. Bapak tahu apakah yang kamu rasakan saat ini. Ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan atau mencintai sendirian, itu lebih baik daripada tidak pernah merasakan apakah itu cinta dan jatuh cinta. Cinta memang tidak harus memiliki, tapi cinta harus diperjuangkan",cicit sang dokter.
Hahaha... "Tidak bisa begitu pak. Walaupun kita sudah berjuang untuk seseorang, dan seseorang itu tidak mau berjuang untuk kita. Itu tidak akan pernah mendapatkan sama dengan. Hanya mendapatkan rasa kecewa yang ada. Maka dari itu, saya mencoba untuk mengikhlaskan apa yang tidak menjadi milik saya dan dengan kata ikhlas, semoga apa yang dia dan saya kehendaki akan terwujud. Entah itu dengan sama dengan atau tidak".
Dokter itu menepuk bahu Saga beberapa kali. "Kamu hebat nak, tidak ada rasa egois yang tumbuh didalam diri kamu. Bapak boleh mengenalkan anak bapak ke kamu?",tanya Dokter yang bernama Dr. Smith.
Saga tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan sang dokter. "Bapak bercanda atau sedang mengejek saya?. Mana mungkin anak bapak suka sama saya. Tidak mungkin Pak",jawab Saga yang berpikir tidak masuk akal.
"Pasti, anak saya akan menyukai karakter dari kamu. Saya yakin, kamu anak yang smart, cerdas dan berwawasan luas",tebak Dr. Smith.
"Kata siapa Pak. Saya hanya manusia biasa yang terdapat banyak sekali kekurangan saya pak. Mana mungkin, anak seorang dokter mau sama saya?".
"Kamu terlalu merendahkan diri kamu, Nak. Boleh saya minta nomer ponsel kamu?",tanya Smith.
Saga menimang-nimang permintaan dari Dr. Smith. Apakah ini jawaban di setiap doaku? pikir Saga. "Boleh Pak",jawab Saga yakin. Ia segera mengambil bolpoin dari saku celananya. Ia sebenarnya membawa kartu nama, namun ia enggan memberikan kartu nama. Karena dengan kartu nama dokter itu pasti akan mengetahui siapa ia sebenarnya. Saga menuliskan nomer ponsel ke kertas kecil. "Ini nomer saya pak!".
Smith menerimanya dengan senang hati. Ia lalu bergegas untuk pergi melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
__ADS_1
Saga hanya melihat kepergian sang dokter. Ia segera menghubungi anak buahnya untuk mengecek CCTV.
Disisi lain El sudah sadarkan diri dari pingsannya. Sam terus menerus mengelus rambut El penuh sayang dan perhatian.
"Maaf ya, sudah membuat kalian khawatir?",kata El lemas.
"Jangan bilang begitu dong sayang. Aku jadi gak tega melihat kamu seperti ini. Aku kabari ayah dan bunda ya?",cicit Sam.
El langsung mencegah dengan memegang tangan Sam. "Jangan Sam, aku mohon!. Aku tidak mau mereka tahu kondisiku seperti ini. Aku sudah membuat mereka khawatir tentang semua ini, jadi aku mohon, jangan!",mohon El memelas.
"Baiklah. Tapi kamu janji sama aku, jangan diulangi lagi kamu pergi sendirian",pesan Sam.
El menganggukkan kepala pelan tanda setuju. "Sel, tadi yang menolong aku siapa?",tanya El kepada sang sahabat.
Sella meremas dress yang ia gunakan karena ketakutan. "Kak Saga, El. Dia ada diluar",jawab Sella. "Aku minta maaf ya El?",sambung Sella menyesal.
"Kamu tidak salah Sel, kenapa harus minta maaf. Aku yang terlalu ceroboh, karena telah mengabaikan pesan kamu. Jangan menyalahkan diri kamu, Sel. Aku mohon!".
Sella hanya menjawab dengan sebuah anggukan.
"Kamu butuh sesuatu sayang?",tanya Sam.
"Tidak Sam. Aku baik-baik aja. Kamu jangan jadikan aku seperti orang yang sedang sakit. Aku bisa kok ambil air dan ke kamar mandi",bawel El.
"Ya sudah, aku benar-benar takut El",jawab Sam.
"Iya Sam. Aku tahu itu".
"Kata dokter kamu terlalu syok berat?. Apa yang membuat kamu ketakutan seperti ini?",tanya Sam pelan-pelan.
Kak Edwan kembali, Sam. Apakah kamu tahu itu?. Atau aku harus diam melihat dia menghancurkan kamu dan aku. Aku harus bagaimana Tuhan? batin El bertanya-tanya.
"Sayang, ada apa?",tanya Sam pelan.
Sella hanya mendengar dan melihat wajah El yang menunjukkan menyimpan rahasia. Entah itu rahasia apa.
"Tidak ada apa-apa Sam. Aku.... aku hanya kelelahan. Dan banyak pikiran tentang pernikahan kita nanti",elak El berbohong dan mencari alasan yang logis.
"Ya ampun sayang, kamu jangan terlalu memikirkannya. Nanti biar aku yang urus dan memikirkan semuanya. Percaya sama aku!",pinta Sam yang mengelus rambut El penuh sayang.
Maafkan aku, Sam. Aku tidak bermaksud untuk membohongi kami, tapi... aku tidak mau keluarga kamu hancur seperti yang dulu. Cukup kesalahan aku dan kak Edwan yang membuat kamu hancur. Dan aku tidak akan mengulangi hal yang sama lagi batin El melihat Sam penuh arti.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...
__ADS_1