Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Meminta


__ADS_3

Happy Reading.


***


El tercengang sekali lagi. Ia tidak percaya bahwa Sam akan membuat persaingan buat mendapatkan dirinya. Ia menelan ludahnya terasa sangat susah. Bagaimana ini, bagaimana kalau mereka akan bertarung lagi mendapatkan sebuah cinta dari seorang wanita. Ini tidak adil bagiku!. "Tidak, aku tidak mau buat jadi bahan pertarungan kalian!",sahut El tidak terima.


"Kita hanya ingin ada kejelasan dalam hubungan kita, El!",jelas Sam.


"Kejelasan, maksud kamu apa, Sam?. Kejelasan yang mana lagi!. Aku dan kamu sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa. Apakah itu kurang jelas bagimu?",tanya El ingin meluruskan duduk perkaranya.


"Tapi aku tidak mudah untuk melepaskan kamu, El. Sebab itu, aku mau kita memulai kembali hubungan kita!".


"Aku tidak bisa Sam. Aku tidak ingin terluka untuk kesekian kalinya!",jelas El lalu ia menghadap kearah Saga.


"Kamu sudah mendengar sendiri kan, Sam. Lebih baik kamu pergi dari hidupnya El!. Karena, El sudah tidak mau menerima kamu lagi di hidupnya!",sambung Saga yang ingin melindungi El.


"Aku mohon Sam, pergilah!",kata El mengusir dengan tangan gemetar. Hanya ini yang bisa ia lakukan supaya Sam membencinya.


Sam hanya diam tidak percaya bahwa ia diusir oleh El seperti ini. "Ok, aku akan pergi. Aku kesini hanya memastikan bahwa kamu pulang dengan selamat!",jelas Sam yang pergi begitu saja.


Saga melihat kepergian Sam tanpa berkedip mata.


El lalu menangis di dada Saga dengan kencang dan terisak-isak.


"Kamu pasti bisa, El!. Aku yakin itu!",kata Saga memberikan dukungan penuh kepada El.


"Bagaimana kalau kita pacaran Kak?",tanya El sambil terisak-isak.


"Apa?",tanya Saga tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


"Iya, kita pacaran supaya Sam tidak akan mendekatiku lagi!",sambung El mendongakkan wajahnya kepada Saga.


Ini kesempatan yang baik buatku, siapa tahu El akan jatuh hati kepadaku setelah ini? pikir Saga. "Tapi El?".


"Tapi kenapa Kak?".


"Aku tidak mau menyakiti hati Sam lagi. Dan aku tidak mau sebagai pelampiasan kamu semata!",ungkap Saga.


"Kakak salah paham, Kakak bukan buat pelampiasanku semata. Tapi, aku meminta tolong kepada Kakak untuk menjauhkan aku dari Sam. Aku mohon Kak?",mohon El kepada Saga.


"Tapi, aku tidak mau pacaran El. Kalau kamu mau serius, aku akan melamar kamu sekarang juga!",jelas Saga. "Karena aku membutuhkan pendamping hidup, bukan hanya pendamping sementara!".


"Aku kira Kakak bakal menolong aku untuk jauh dari Sam. Tapi, aku salah. Maafkan aku Kak, aku tidak bisa!",jawab El yang langsung berlari ke kamarnya.


Saga hanya melihat kepergian El yang menjauh darinya.


***


Pagi Hari.


Saga menunggu di depan mobil yang terparkir rapi di depan asrama. Ia melihat El turun dari anak tangga.


"El...!",panggil Saga sambil melambaikan tangan.


"Itukan teman kamu, El",ucap Bella yang melihat Saga berdiri didepan mobil.

__ADS_1


El melihat Saga yang tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya. "Iya. Aku jadi canggung sama dia!".


"Udah, biasa aja!. Anggap aja tadi malam adalah mimpi burukmu. Buruan sapa dia, mungkin dia mau minta maaf karena sudah menolak kamu!",goda Bella.


"Ya sudah, aku duluan ya Bel!",pamit El yang menghampiri Saga yang ada di parkiran mobil.


"Good morning, El!",sapa Saga sambil membawa beberapa batang coklat.


"Good morning too, Kak!",sahut El.


"Nih buat kamu?",kata Saga sambil memberikan coklat.


El menerimanya dengan senang hati. "Ada acara apa Kak?",tanya El penasaran.


"Tidak ada acara apa-apa. Hanya saja sebagai ungkapan permintaan maaf karena tadi malam sudah membuat kamu kecewa!",jelas Saga. "Maafkan aku ya, El?. Aku bukan bermaksud memaksa kamu untuk menerima aku jadi pendamping hidup kamu, tapi aku tidak mau membuat kedua orangtua kamu kecewa untuk kesekian kalinya!",lanjut Saga.


"Seharusnya aku yang minta maaf sama Kakak. Karena, tadi malam aku benar-benar kehilangan akal supaya Sam melupakan aku, Kak. Anggap saja tadi malam aku tidak pernah mengatakan apapun ya Kak?. Aku saat ini benar-benar canggung berdiri di hadapan Kakak!",jelas El merasa tidak enak hati.


"Iya, perkataan kamu tadi malam sudah hilang kok di ingatan Kakak. Maka dari itu bersikaplah biasa saja!",ungkap Saga.


"Iya Kak. Terimakasih. Karena Kakak sudah aku anggap sebagai Kakakku sendiri!",kata El senang.


"Ya sudah, aku antar ke kantor ya?. Hari ini adalah spesial buat kamu. Karena hari terakhir kamu magang di negara ini!",kata Saga membukakan pintu mobil. "Kamu boleh meminta apapun yang kamu mau!. Aku akan berusaha mengabulkannya!".


"Serius?",tantang El.


"Iya. Tapi....?".


"Tapi kenapa?",tanya El bingung.


"Tapi jangan pernah meminta aku untuk menjadi pacar pura-pura kamu. Aku tidak suka!",goda Saga.


Saga mengacak rambut El gemas. Ia tahu bahwa perasaan suka terhadap El semakin besar. Tapi, ia juga tidak mau menjadi pacar bohongannya. Karena ia tidak mau menyakiti Sam maupun dirinya sendiri. Ia mempersilahkan El masuk kedalam mobilnya lalu ia mengendarai mobil pribadinya.


Sesampai dikantor El segera turun dari mobil Saga. Ia tidak lupa mengucapkan terimakasih. Dan masuk kedalam kantor.


Di sepanjang jalan kantor ada banyak karyawan berdiri menyambut dan membawa setangkai bunga mawar merah. El berjalan memasuki kantor dengan pelan-pelan. Ia melangkah satu langkah demi langkah selalu diberi satu tangkai bunga mawar merah dari para karyawan. "Ada apa sih ini?",tanya El kepada karyawan yang memberikan tangkai bunga mawar tetapi tidak ada yang berani untuk menjawab pertanyaan El. Sampai ia memasuki dan keluar dari lift mendapat setangkai bunga mawar merah. Ia tidak percaya di meja kerjanya ada bucket bunga mawar merah yang super jumbo. Ia berjalan kearah meja kerjanya. Di dalam bucket bunga mawar terselip sebuah surat. "Dari siapa sih ini?",tanya El bingung. Ia lalu mengambil dan membacanya.


Hai, maaf kalau ini terlalu berlebihan. Apa lagi kamu tidak suka yang namanya bunga. Tapi, aku kirimkan bunga-bunga ini menghiasi ruangan kerja kamu. Supaya, kamu tidak pernah melupakan aku di dalam perusahaan ini. 😉😉


Boleh tidak aku mengajak kamu untuk makan malam bersama hanya berdua?.


Untuk terakhir kalinya?.


From : Big Bos.


El melipat kertas surat yang ia baca tadi. Ia tidak menyangka bahwa Sam masih berusaha untuk menyakinkan hatinya kembali kedalam pelukannya. Ia lalu menyingkirkan bucket jumbo ke belakang meja. Ini terlalu mengganggu dalam pekerjaan.


Tamara baru saja datang memasuki ruangan. Ia takjub dengan apa yang ia lihat. Bunga-bunga mawar merah berjejeran disepanjang jalan dan dimeja kerjanya terdapat bunga mawar. "Cie...yang sedang berbunga-bunga!",goda Tamara yang duduk disamping El.


"Apaan sih mbak!",jawab El malas.


"Ini pasti dari big bos kan?".


"Siapa lagi yang melakukan ide gila ini!. Dia tidak mikir apa, berapa banyak uang yang ia keluarkan hanya untuk bunga-bunga mawar merah ini!".

__ADS_1


"Semua demi cinta El. Dia ingin membuktikan bahwa dia masih sayang dan cinta sama kamu. Kamu tidak tergugah hatinya apa, dia sampai rela melakukan ini semua?",tanya Tamara yang mengambil beberapa bunga mawar untuk ia pisahkan dari tangkainya.


"Sampai kapanpun dia tidak bisa untuk aku gapai mbak. Dia terlalu sempurna buat aku. Dan aku sudah menyerah untuk itu. Apa lagi orangtuanya juga sudah menjodohkan dia dengan seorang perempuan. Buat apa lagi aku mengharapkan yang tidak pasti. Apa lagi media sudah meliput kebersamaannya dengan Laura!",jelas El.


"Ya sudah, terserah kamu mau mengambil keputusan bagaimana. Aku akan selalu mendukung kamu. Yang penting, hari ini adalah hari terakhir kita kerja di perusahaan ini!",kata Tamara dengan semangat empat puluh lima.


Dan aku merasa bimbang antara meninggalkan atau bertahan?. Karena hatiku masih tersisa didalam kenangannya! batin El melihat Tamara melanjutkan pekerjaan yang kemarin tertunda.


Ardi masuk kedalam ruangan. Ia melihat El dan Tamara sudah mengerjakan pekerjaan yang tertunda. "Selamat pagi!",sapa Ardi dengan senyuman yang lebar.


"Selamat pagi Pak!",jawab El dan Tamara kompak.


"Bagaimana mbak, mbak Tamara sudah siap keluar dari perusahaan ini?",tanya Ardi.


"Semoga Pak. Siap, tidak siap saya akan keluar dari perusahaan ini. Dan saya juga sudah menata dengan rapi berkas-berkas penting yang ada di dalam lemari. Jadi, pak Ardi tidak perlu khawatir bila mencari sesuatu dilemari!",jelas Tamara.


"Terimakasih banyak mbak sudah memudahkan pekerjaan saya. Dan untuk hari ini, tolong semua jadwal metting dengan klien dan para kolega dibatalkan semua. Karena, hari ini Pak Sam tidak pergi ke kantor!",jelas Ardi.


"Ada apa Pak dengan Pak Sam?",tanya Tamara bingung.


"Karena hari ini adalah hari dimana orang yang dicintai Pak Sam bekerja untuk terakhir kalinya di perusahaannya. Jadi, beliau tidak akan datang ke kantor!",ungkap Ardi.


El hanya bisa pasrah. Ia mencoba untuk bersikap biasa saja, tetapi Ardi selalu menatapnya dengan tatapan tajam.


"Dan bukankah bunga-bunga ini dari Pak Sam, Pak?",tanya Tamara.


"Iya, beliau yang menyiapkan ini semua dari tadi malam. Dia ingin membuat orang yang dicintainya merasa paling spesial di kantor ini walaupun itu untuk terakhir kalinya!",ungkap Ardi lagi.


Tubuh El semakin lemas. Ia tidak menyangka bahwa Sam akan melakukan ini semua untuknya.


"Bagaimana mbak El, mbak El bersedia makan malam berdua dengan Pak Samuel untuk terakhir kalinya buat nanti malam?",tanya Ardi serius.


El memijat kedua pelipisnya dengan kasar. Kepalanya terasa ingin pecah memikirkan Samuel.


"Bagaimana El diberikan waktu dulu untuk berfikir Pak!",saran Tamara.


"Tidak bisa mbak. Saya diutus untuk kekantor hanya ingin tahu jawaban dari mbak El langsung tanpa jeda maupun tanpa perantara. Bagaimana mbak El?".


"El, ini pilihan terakhir kamu. Apapun keputusan kamu, aku yakin itu keputusan terbaik kamu. Dan kamu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu!",saran Tamara menepuk bahu El memberikan sedikit kekuatan.


"Aku bingung dan bimbang mbak. Kalau aku menerimanya sama saja aku memberikan harapan kepada dia. Dan aku takut melakukan kesalahan yang sama lagi yang membuat aku patah lagi!",ungkap El yang menundukkan kepalanya.


"Dan Pak Samuel tidak akan membiarkan mbak El patah lagi. Saya yakin itu!",sahut Ardi ikut menimbrung.


"Bisa tidak sih Pak, bapak tidak usah ikut campur. Biarkan hati El yang berkata. Lebih baik bapak keluar dulu dari sini, lalu kalau kita sudah selesai diskusi bapak boleh kembali lagi kesini!",ide Tamara.


"Saya tidak butuh jawaban dari mbak Tamara. Saya hanya menunggu jawaban dari mbak El!",sambung Ardi.


"Sudah kalian jangan bertengkar!",teriak El kesal. "Ok, saya sudah mendapatkan jawaban itu. Saya tidak akan pernah datang keacara makan malam yang diselenggarakan oleh bapak Samuel Nata Wijaya!",lanjut El tegas.


"Apa!",teriak Ardi dan Tamara secara bersamaan. "Kenapa?".


"Karena saya, tidak akan mau ikut campur lagi dengan keluarga Dirga. Cukup aku dan orangtuaku yang terluka atas kesalahan aku dan Sam perbuat!. Selesai!",tegas El. "Jadi, bapak bisa secepatnya memberikan jawaban yang saya sudah ambil kepada Bapak Samuel!",lanjut El yang langsung keluar dari ruangannya. Ia berjalan kearah rooftop. Ia berdiri disana sambil melihat pemandangan yang indah, melupakan semua yang ia rasakan saai ini.


***

__ADS_1


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.


__ADS_2