Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Kejadian Di Kampus


__ADS_3

...Happy Reading...


...*****...


El dan Dino memasuki apartemen yang mereka tinggali. Ia duduk diruang tengah sedangkan Dino masuk kedalam kamar untuk istirahat. Ponsel El berdering menandakan ada sebuah pesan masuk.


"El, kamu ke kampus gak hari ini?. Katanya semua teman-teman kumpul di kampus". Adelle.


El yang rebahan di kasurnya meraih ponselnya yang terletak di nakas. Ia membaca sekilas pesan dari sang sahabat.


"Ok Del... Aku akan ke kampus sekarang!". El.


El segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Ia sangat merindukan kampus yang selama ini memberikan kisah tentang perjalanan hidupnya. "Dik, kakak mau ke kampus dulu. Kamu ikut gak?",tanya El kepada Dino.


"Gak usah kak. Bentar lagi ayah dan bunda pulang. Ayah dan bunda udah sampai di bawah kok",jawab Dino.


"Ok. Ya udah, kakak pergi dulu ya?. Nanti sekalian kakak pamitan sama ayah dan bunda di bawah!".


"Baik Kak!".


El bergegas keluar dari apartemen. Ia berpapasan dengan kedua orang tuanya dan berpamitan sekalian. Sesampainya dibawah ia menghentikan mobil taksi dan menaikinya.


Beberapa menit sampai di kampus seluruh angkatan mahasiswa El berkumpul di aula kampus. Mereka melepas rindu dan kangen terhadap para dosen dan para teman-teman lainnya.


"El.....!",panggil William yang berada di seberang kampus bersama Jo.


El menengok ke belakang. William dan Jo menikmati camilan khas kampus yang selalu ia rindukan. Ia menghampiri mereka berdua dengan senyuman manis. "Apa kabar kalian?",sapa El yang langsung meraih camilan yang mereka makan dan melahapnya.


"Ya seperti yang kamu lihat El",jawab Jo. "Cie.... yang udah tunangan gak kabar-kabar?",goda Jo sambil menyenggol bahu El.


"Ini pasti biang keroknya William kan!!!",kesal El yang langsung mengacak rambut William dengan bentuk tak tertata.


"El... ampun El!!!. Iya, aku yang bilang sama teman-teman kita. Aku gak mungkin dong gak kasih tahu mereka, soalnya ini kabar yang sangat bahagia buat kamu!!!",seru William yang menjauh dari kemarahan El.


"Ok... ok... aku hanya minta doanya ya dari kalian semua....". El pasrah dan mengakuinya bahwa ia sudah bertunangan dengan sang pacar.


"Aku ikut bahagia El. Jadi, aku patah hati dong saat ini!!!!",oceh Jo yang menahan dadanya yang terasa sakit walaupun itu pura-pura.


"El.....!!!!",teriak Adelle dari kejauhan beberapa meter. Ia langsung merangkul El disaat El sudah ada di sampingnya. "Aku kangen sama kamuuuuuu!!!!",seru Adelle seperti anak kecil yang sedang merindukan sang induknya.


"Apa lagi aku Del",peluk El dalam-dalam.


"Kok yang dipeluk cuma El doang sayang?. Akunya mana?",ucap William melebarkan tangannya supaya Adelle memeluk dirinya.


"Kamu mau aku peluk?",goda Adelle dengan bersemangat.

__ADS_1


William dengan percaya dirinya menganggukkan kepala dan menutup matanya berharap sang pujaan hati memeluk dirinya.


Ini kali pertamanya Adelle menarik Jo untuk membalas pelukan dari William. Dan dengan senang hati William memeluk erat Jo. "Kok kamu gendutan sayang?",tanya William yang masih menutup kedua matanya.


Jo dengan bahagia membalas pelukannya juga. "Iya sayang, program dietku gagal total!!",ucap Jo yang dibuat semanja mungkin.


El dan Lili hanya melihat adegan tersebut tersenyum puas. Bisa-bisanya seorang William dapat dibohongi dengan semudah itu.


"Sayang, kok parfum kamu baunya aneh gitu?",tanya William lagi.


"Iya sayang. Parfumku kan parfummu juga",jawab Jo.


William tersadar akan jawaban Jo yang asal, lalu ia segera membuka matanya lebar-lebar. Ia berteriak kaget siapa yang ia peluk. "Jooooo......!!!".


Jo, El dan Adelle hanya tertawa terbahak-bahak melihat William yang sedang tersipu malu.


*


*


*


Aqila mendapat tugas dari para seniornya. Ia diperintahkan membuat makalah tentang para seniornya yang sudah lulus dan mendapat peringkat tertinggi. "Hiiihhhhhhh....!",keluh Aqila yang sedang ikut berkumpul bersama teman-temannya di kantin.


"Tugas aku belum selesai Ra. Dan masih ada satu lagi lulusan yang terbaik. Aku belum menemukan orangnya Ra!",jelas Aqila.


"Kamu yakin itu?".


"Yakinlah!. Kak senior meminta nama dan materi yang disampaikan semasa kuliahnya!. Gila gak tuh!",kata Aqila kesal.


"Kamu juga sih, ngapain ambil jurusan manajemen bisnis. Kita-kita aja ambil hukum".


"Papaku seorang dokter, dan aku ingin menjadi seorang pembisnis yang sukses Ra. Ini cita-cita dan impian ku selama ini",jawab Aqila.


"Aku doain semoga apa yang kamu cita-citakan dapat terkabul. Tapi ingat, kamu harus cari satu lagi senior kita yang lulusan terbaik di sini!".


"Iya. Aku akan cari siapa. Ya udah, aku tinggal dulu ya... Bye...!",pamit Aqila yang langsung pergi mencari berita tentang seseorang yang lulusan terbaik di kampus ini. "Kak boleh nanya?",tanya Aqila kepada salah satu orang yang ada di kampusnya.


"Iya. Ada apa?".


"Hmmm... Kakak tahu tidak, kemarin siapa aja yang lulusan terbaik di kampus ini?",tanya Aqila berharap orang yang ia tanyai mengetahui segalanya.


"Oh... Kamu dapat tugas dari senior kamu?",tanya mahasiswa tersebut.


"Iya kak. Aku bingung harus mencari siapa lagi. Aku indah mengumpulkan dua nama kak. Kurang satu lagi",jelas Aqila.

__ADS_1


Mahasiswa tersebut membaca kertas yang ditunjukan oleh Aqila. "Oh... ini yang belum ada Ellena".


"Ellena".


"Iya. Dia salah satu murid yang terbaik disini dengan nilai IPK 4".


"Waow....",kagum Aqila.


"Dia tadi ada kok di kampus. Mungkin lagi kangen-kangenan sama para sahabat-sahabatnya",jelas mahasiswa.


"Dia ada di sini kak?",tanya Aqila yang bersemangat untuk bertemu dengan salah satu senior lagi.


"Iya. Kayaknya tadi dia didepan aula kampus. Coba aja cari!!!",kata mahasiswa tersebut.


"Terimakasih banyak ya kak!",ucap Aqila yang langsung berlari ke arah aula kampus. Ia tercengang melihat banyak orang yang ada disana. Ada acara apa ini?. Kok begitu banyak orang yang datang kesini. Lalu seperti apa kak Ellena itu?. Kenapa aku gak tanya sih sama kakak-kakak tadi! oceh Aqila dalam hatinya. Ia lalu mencoba memberanikan diri bertanya kepada sesosok laki-laki yang sedang membeli minuman. "Kak boleh tanya?".


"Tanya apa?",tanya Jo balik.


"Saya Aqila, mahasiswa semester satu. Apakah kakak mengenal Kak Ellena, salah satu mahasiswa dengan IPK tertinggi?",tanya Aqila.


Jo terdiam sejenak mendengar penjelasan singkat dari Aqila. "Buat apa kamu mencari Ellena?".


"Saya dapat tugas dari senior kak. Lalu yang mana namanya Kak Ellena?".


"Lagi dikerjain sama senior ya?".


Aqila hanya tersipu malu.


"Ya udah, ikut aku. Kita lagi ngumpul-ngumpul di dalam aula",kata Jo yang berjalan menyeimbangkan langkah kaki Aqila.


"Terimakasih banyak ya kak, udah mau bantu aku!".


"Ya sama-sama".


"Kakak salah satu sahabatnya kak Ellena ya?",tanya Aqila yang begitu penasaran dengannya.


"Boleh dikatakan seperti itu".


Aqila bertambah semangat bercerita tentang apapun yang membuat moodnya bertambah banyak. Ia ingin segera bertemu dengan para senior-senior yang sangat mengasyikkan ini.


...*****...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2