
Happy Reading.
***
Semua orang berhamburan untuk cepat-cepat ke meja yang Sam tempati saat itu yang disediakan oleh panitia di depan aula.
"Pokoknya aku harus bisa dapatin tanda tangannya dan foto berdua sama si Pak ganteng itu!",seru Jenifer yang sangat semangat.
"Tapi aku harus pulang sekarang!. Udah malam Jen?",sahut El.
Adele langsung menggandeng tangan El cepat. "Udah, bentar aja El?. Yuk...!",ajak Adele yang memaksa.
Dret... Dret... Dret...
Tiba-tiba ponsel El berdering. Ia langsung mengambil ponselnya di dalam saku. "Bentar ya, ada yang telpon?",pamit El.
"Cepat angkat!. Dan langsung kesini ya!",sahut Adele.
El mengangguk kepala, mengerti. Ia berjalan menjauh dari kerumunan. Ia kemudian menggeser tombol hijau. "Assalamualaikum Kak!",sapa El.
"Walaikumsalam. Kamu ada dimana?. Aku jemput sekarang?",ucap Kak Edwan.
Deg. El bingung harus menjawab apa. Ia melihat kearah kerumunan yang dimana Sam sedang sibuk berfoto dan menanda tangani buku yang ia luncurkan.
"Aku masih ada di kampus Kak!",jawab El lemas.
"Di kampus!. Hebat ya, sampai bisa bernyanyi lagu not with me?. Maksud kamu apa?",tanya Kak Edwan marah.
Deg. Cobaan apa lagi ini Tuhan?. Bagaimana aku bisa lepas dari Kak Edwan? batin El kesal.
"Jawab El!",bentak Kak Edwan marah. "Kenapa diam aja?. Apa kamu sedang bahagia, bisa bersama sama Sam saat ini?",lanjut teriak Kak Edwan.
Air mata El menetes. Ia langsung berusaha keras menghapus air mata yang terus mengalir.
"Apa kamu ingin orangtuamu melihat video itu, tentang kelakuan anak gadisnya yang ia bangga-banggakan itu?", ancam Kak Edwan.
"Jangan Kak!",ucap El tertatih. Tubuhnya bergemetar. Ia tidak mau kalau orangtuanya akan kecewa olehnya. "El mohon, jangan!. Oke, sekarang aku akan pulang!",jawab El cepat.
"Gak usah. Tunggu disitu, Kakak akan jemput!. Dan kamu akan terima hukuman dariku",ucap Kak Edwan langsung mematikan ponselnya.
El langsung memasukkan ponselnya kedalam ponsel. Kalau seperti ini terus, aku bakal selalu kalah dari Kak Edwan? batin El kesal.
William datang dan mengajak El kembali lagi ke dalam aula.
"Aku gak bisa Will!. Sebentar lagi jemputanku mau datang!. Maaf ya, aku gak bisa ikut ngumpul?",kata El meminta maaf.
"Nanti aku anterin!. Kamu gak usah khawatir?",sahut William.
"Tapi aku gak bisa Will?. Serius?",mohon El.
Disisi lain ada sebuah mata yang melihat El dan William bercakap-cakap. Ia melihat El sedang ketakutan sehabis mengangkat teleponnya tadi. Siapa yang habis telepon tadi?. Apakah Edwan, si bajingan itu! batin Saga.
Adele tiba-tiba datang dan langsung mengajak El untuk menemaninya minta foto dan tanda tangan dari Sam.
"Kan ada Jenifer, Del?. Kenapa harus aku sih?",kata El yang sudah ikut mengantri.
"Udahlah El. Sekalian kamu kenalan sama orang ganteng itu, daripada sama Kak Edwan!",bisik Adele didekat El.
"Tapi aku udah mau di jemput sama Kak Edwan, Del?",sahut El berbisik.
"Apa ?",teriak Adele yang membuat para antrian melihat kearahnya.
__ADS_1
Sam yang mendengar itu langsung menoleh kesumber suara. Ia melihat Adele ketakutan di belakang El. "Ada apa?",tanya Sam yang minta penjelasan.
"Tuh Del, ditanya?",bisik El kepada Adele yang bersembunyi di balik punggung El.
Adele mengintip lewat bahu El. "Maaf Pak, Saya tadi riflek!. Jadi langsung berteriak!",sahut Adele.
Sam tidak mau menghilangkan kesempatannya untuk memandang wajah El. Mata mereka bertemu satu sama lain.
Aku rindu kamu, Sam?batin El melihat bola mata yang ia rindukan selama ini.
Sam membalas tatapan mata El. Ia sangat merindukan wanita yang sebentar lagi akan jadi Kakak iparnya itu. Beberapa menit kemudian ia melanjutkan lagi menanda tangani bukunya.
Adele lega, ia kemudian keluar dari balik badan El. "Huft...Untung pak ganteng itu tidak marah!. Udah ganteng banget, baik lagi!",ucap Adele berkali-kali.
Mana mungkin dia akan marah?. Dia itu orangnya sabar banget, Del! batin El yang melihat Sam yang sedang fokus dengan urusannya. "Aku pulang duluan ya Del?. Aku gak mau nanti kalau Kak Edwan membuat masalah di kampus?",pamit El.
"Ya udah, kamu hati-hati ya?. Kalau ada apa-apa, kabari!",sahut Adele.
El mengangguk mengerti. Lalu ia berlari keluar dari aula. Ia tidak mau kalau Kak Edwan akan mengacaukan acara seminar ini. Ia menunggu di halaman depan aula.
Mobil mewah milik Kak Edwan datang dan berhenti tepat di depan El. "Masuk?",perintah Kak Edwan.
El segera masuk kedalam mobil itu dan melaju dengan kecepatan sedang.
"Apa maksud kamu menyanyikan lagu not with me itu, El?",tanya Kak Edwan yang fokus menyetir.
Bagaimana ini, kalau aku jujur sama dia, aku akan celaka?. Tapi, apa aku harus bohong? batin El dilema.
"Jawab aku, El!",bentak Kak Edwan.
Deg. El kaget setengah mati mendengar bentakan dari Kak Edwan. "Itu request dari teman Kak. Dia minta aku menyanyikan lagu itu!",jawab El bohong. "Kakak kok tahu, dari siapa?",tanya El.
"Ada, salah satu teman di kampus!",jawab El asal. Ia tidak mau kalau Kak Edwan akan mengancamnya dengan video itu.
"Aku gak percaya!. Dan sebagai hukumannya kamu malam ini harus nurut sama aku!",kata Kak Edwan.
El langsung melihat keluar. Ia melihat kalau jalan yang Kak Edwan lalui bukan jalan seperti biasanya. "Kita mau kemana Kak?",tanya El panik.
"Kamu gak usah takut!. Ini sebagai hukuman buat kamu, karena kamu berani menyela aku saat berbicara!",sahut Kak Edwan.
"Aku mau pulang Kak, sekarang!",kata El yang marah.
"Gak bisa. Kamu malam ini harus ikut aku!", perintah Kak Edwan.
"Tapi besok aku ada kuliah pagi Kak?",sahut El mencoba mencari alasan.
"Bisa absen dulu!",jawab Kak Edwan. "Apa kamu mau, video itu menyebar luas di Jakarta?",ancam Kak Edwan.
Selalu begitu, selalu tentang video itu?. Apa gak ada cara lain selain video itu? batin El kesal. "Iya!",jawabnya.
Kak Edwan berhenti disalah satu clubbing yang terbesar di kota tersebut.
El melihat dari jendela kaca kaget. Ia tidak percaya bahwa tunangannya akan membawa ia kesini. "Kita mau ke clubbing?",kata El.
Kak Edwan mengangguk kepalanya. Ia bergegas keluar dari mobil. Lalu ia berjalan membuka pintu mobil. "Turun?",perintah Kak Edwan.
"Tapi aku gak mau Kak?. Kalau sampai Ayah dan Bunda tahu bagaimana?",ucap El yang sudah dipaksa turun oleh Kak Edwan.
"Mereka gak akan tahu, selagi kamu tutup mulut!",sahut Kak Edwan.
Jahat!. Kamu benar-benar jahat Kak! teriak El dalam batin.
__ADS_1
Kak Edwan merangkul pinggang El, ia berusaha sekuat tenaga agar El tidak melepaskan tangannya. Mereka berdua berjalan masuk kedalam clubbing itu.
Disana sudah ada beribu-ribu orang berjoget bersama dengan gembira. Mereka melepaskan beban yang ada di pikirannya dengan cara dugem bersama. Suara yang sangat berdenging di telinga, membuat El menutup telinganya karena ia tidak terbiasa dengan suara yang sangat bising.
Kak Edwan memaksa El untuk duduk didepan meja bar. Ia memesan dua minuman.
"Kita pulang aja yuk Kak, aku gak nyaman!",kata El dengan suara lemah.
"Apa?. Kakak gak denger!",teriak Kak Edwan.
"Kita pulang aja yuk, Kak!",teriak El dengan suara yang sangat lantang.
"Bentar!. Kita minum dulu!",ucap Kak Edwan sambil menganggukkan kepala mengikuti irama musik.
Minuman yang Kak Edwan pesan sudah disediakan diatas meja.
Ia mengambil satu cangkir minuman beralkohol. "Ayo minum?",ajak Kak Edwan.
El langsung menggelengkan kepalanya, menolak untuk minum.
"Gak apa-apa, aku pesan khusus buat kamu gak beralkohol!",teriak Kak Edwan. Ia segera meneguk minuman yang ia pesan tadi.
"Aku gak haus Kak!",teriak El.
Sial ! batin Kak Edwan.
Dilantai atas, seseorang melihat apa yang dilakukan oleh Edwan dan El. Ia terus menerus memandang mereka berdua sambil meneguk minuman bersoda. Apa yang di rencanakan oleh Edwan? batin Saga.
El tiba-tiba merasa ingin buang air kecil. Ia lalu pamit kepada Kak Edwan untuk pergi ke toilet. Ia kemudian berjalan meninggalkan Kak Edwan.
Kak Edwan melihat punggung El sudah tidak terlihat lagi. Ia lalu mengambil minuman yang khusus ia pesan buat El tadi. Ia merogoh saku celananya untuk mengambil sesuatu. Ia tersenyum senang karena ia bisa menjebak El dengan cara seperti ini. Ia lalu memasukkan kedua obat itu kedalam minuman El. Akhirnya, aku akan bisa buat kamu jadi milik aku selamanya dan seutuhnya, El! batin Edwan senang. Ia segera meletakkan kembali minuman tadi ketempat semula.
Saga berhasil merekam kejadian tadi. Ia akhirnya tahu apa rencana busuk Edwan selanjutnya. "Tunggu pembalasan aku, Edwan!",bisik Saga dari kejauhan.
El datang dan langsung duduk lagi. "Kita pulang yuk Kak, aku udah ngantuk?",kata El memohon.
"Bentar lagi ya?. Pokoknya kamu harus minum dulu, baru kita pulang!",sahut Edwan.
"Tapi aku gak haus Kak?. Aku ngantuk!",teriak El karena sudah merasa bosan dengan suara musik yang begitu kencang.
"Ya udah, kamu tunggu aja disini!. Kita gak akan pulang kalau kamu gak minum dulu!",perintah Kak Edwan.
El memandang wajah Kak Edwan kesal. Sebenarnya ini minuman apa?. Kenapa Kak Edwan bersikukuh untuk aku minum, minuman ini? batin El bertanya-tanya.
Edwan berdiri dari kursinya dan ikut berjoget ria disamping El.
El mulai gerah dan kesal melihat disekelilingnya. Ia merasa seperti orang bodoh yang tidak tahu caranya berdugem, sebenarnya ada benarnya juga. Tapi, ia ingin keluar dari tempat ini. Masak Kak Edwan tega ngasih aku minuman beralkohol sih?. Gak mungkin, dia pasti melindungi aku dari bahaya!. Apa lagi Kak Edwan kan sahabatnya Abang Satria?. Dia pasti gak akan macam-macam sama aku!. Aku minum deh, dan aku bisa cepat-cepat keluar dari tempat ini! batin El yang langsung meneguk tandas minuman itu.
Kak Edwan tersenyum bahagia. Ia merasa puas atas apa yang El lakukan. Ia membelai kepala El sayang. "Good job sayang!",bisik Kak Edwan di telinga El.
Tiba-tiba El merasa ada kunang-kunang yang berterbangan. Ia merasa tidak seimbang untuk berdiri tegak dan Brukkkkk.... El jatuh di pelukan Kak Edwan.
Kak Edwan tersenyum bahagia karena berhasil membuat El tak sadarkan diri. Malam ini kamu akan jadi milikku selamanya sayang? batin Kak Edwan membelai rambut El lembut.
Saga yang melihat adegan itu merasa geram melihat Edwan melakukan hal yang menjijikan itu. Ia tidak rela kalau El dijadikan pelampiasan hawa nafsunya. Dia akan merasakan akibat perbuatannya itu. Rahangnya mulai mengeras dan kedua tangannya siap untuk menghajar Edwan, si cowok brengsek itu.
***
Jangan lupa komen, like dan vote.
Terimakasih.
__ADS_1