Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Metting


__ADS_3

Happy Reading.


***


Pagi Hari.


"Haaaaaaaaaa!",teriak Bella sehabis membaca secarik kertas. Ia kegirangan sambil meloncat-loncat di tempat tidurnya. Ia segera turun dari ranjang dan menghampiri El yang sedang mandi. "Ini serius buat aku, El?",teriak Bella di pintu kamar mandi.


"Iya!",sahut El. Ia segera keluar dari kamar mandi.


Bella yang sudah tidak sabar langsung berjalan disamping El. "Kamu ikhlas ini semua buat aku?",tanya Bella lagi yang tidak percaya.


"Iya Bel. Itu dari Sam. Tadi malam sudah aku kasih ke dia, eh ...pas pulang dikasih lagi. Katanya buat kamu!",jelas El.


Bella langsung memeluk El dengan erat. "Terimakasih banyak ya, El!. Aku tahu kalau ini mahal semua, tapi kamu ikhlas memberikan barang-barang branded ke aku!",kata Bella senang.


"Kan itu bukan dari aku, Bel?. Tapi dari Sam!",jelas El. "Mana kuat aku beli barang-barang seperti itu!",lanjutnya.


"Walaupun bukan dari kamu, tapi gara-gara kamu aku punya barang-barang branded ini. Aku bisa kaya mendadak nih!",kata Bella membayangkan.


El tersenyum senang melihat sahabatnya bahagia. "Iya, kamu gak usah kerja lagi. Tinggal jual aja deh barang-barang branded ini!",goda El.


"Jangan dong!. Ini barang-barang branded yang aku miliki seumur hidupku. Aku tidak akan menjualnya!",seru Bella memeluk barang-barang branded.


"Ya terserah kamu. Katanya kamu ingin mendadak kaya?",goda El di depan meja rias. Ia sedikit memoles wajahnya supaya terlihat lebih segar.


"Iya. Tapi jangan di jual juga kali!",sahut Bella. "Oh...ya, nanti bilangin sama bos kamu ya, aku titip terimakasih buat dia. Karena bagiku, dia bagaikan malaikat tanpa sayap",kata Bella.


"Iya nanti aku sampein. Ya udah, aku berangkat dulu ya?. Nanti kesiangan lagi!",pamit El sambil menyelempangkan tasnya.


"Oke El. Assalamualaikum?",kata Bella.


"Walaikumsalam. Seharusnya itu aku, Bel!",sahut El gemas.


***


Di Kantor.


Akhirnya El sampai di kantor. Ia langsung mengerjakan tugas yang di berikan dari Tamara. Ia sangat fokus mengerjakan tugas-tugasnya dengan teliti.


"Nanti kita berdua meeting ya, sama salah satu rekan bisnis dari Pak Sam?",kata Tamara sambil melihat laporan.


"Kok kita berdua Mbak, lalu Pak Sam kemana?",tanya El yang mengalihkan perhatian kepada Tamara.


"Beliau lagi ke Indonesia. Mungkin masih ada di dalam pesawat saat ini!",jawab Tamara.


Jadi benar Sam pulang ke Indonesia?. Apa dia masih di dalam pesawat ya?. Katanya kalau sudah sampai di Indonesia, dia akan kasih kabar ke aku. Tapi, saat ini belum ada kabar. Mungkin benar, masih di dalam pesawat? pikir El.


"Kok malah melamun sih?. Cepetan, soalnya itu nanti proposal yang akan di bahas di meeting nanti!",ucap Tamara.


"Iya Mbak. Maaf !",jawab El yang langsung kembali mengerjakan tugasnya.


Setelah beberapa jam akhirnya jadwal metting dengan klien. Mereka segera menuju ke lokasi.


Mereka berjalan dengan beriringan.


"Kamu sebenarnya ada hubungan apa sih dengan Pak Sam, seharusnya kamu tahu dong kalau hari ini kita akan metting bersama?",tanya Tamara.


"Maaf mbak, saya tidak bisa menjelaskannya. Tapi, Pak Sam tidak memberitahu saya bahwa hari ini akan ada metting",jawab El polos.


"Jangan bilang kamu pacarnya Pak Sam?",tanya Tamara lagi.


"Haa.... Pacar?",tanya El balik, karena ia merasa kaget dengan pertanyaan yang diajukan oleh Tamara. "Saya bukan pacarnya mbak. Pak Sam sudah punya pacar, tapi bukan saya",lanjutnya.


"Oh ... jangan-jangan kamu pacarnya Pak Edwan, Kakaknya Pak Sam?",tanya Tamara lagi yang tidak ada capeknya.


"Tidak mbak!".


"Maaf ya saya tanya terus. Karena saya begitu penasaran dengan kehidupan Pak Sam yang ada diluar kantor!",kata Tamara jujur. "Kamu tahu sendirikan Pak Sam itu sangat kaku kayak triplek!",lanjutnya.


El menjawab dengan senyuman. Andai mbak Tamara tahu aja, malah dia melebihi triplek mbak kalau di luar kantor!.


Mereka duduk di restoran yang sudah di booking oleh Tamara. Tamara memesan minuman untuk mereka berdua.


"Tapi kenapa Sam begitu posesif sama kamu?",tanya Tamara yang begitu penasaran.


"Karena saya sahabatnya mbak. Kita sudah bersahabat sejak masih SMP!",jawab El malas.

__ADS_1


"Serius!",teriak Tamara karena keterkejutannya.


El menjawab dengan menganggukkan kepala.


"Bagaimana rasanya bersahabat dengan orang kaya El?".


"Biasa aja mbak. Gak ada yang istimewa",jawab El sambil menyeruput minuman.


"Serius gak ada yang istimewa!. Terus, kamu kenal juga sama keluarganya Pak Sam?",tanya Tamara.


"Kenal mbak. Mama Violla dan Papa Dirga kan".


"What kamu manggil Mama dan Papa?",tanya Tamara kaget.


"Iya mbak. Karena Beliau sudah saya anggap sebagai keluarga saya juga mbak. Sam juga begitu, manggil ibu saya dengan sebutan Bunda",jawab El polos.


"Jadi sedekat itu keluarga kamu sama keluarganya Sam?".


"Iya mbak. Memang ada apa sih mbak, kok mbak tanya-tanya gitu tentang kehidupan pribadi Pak Sam?",tanya El balik.


"Karena Pak Sam begitu tertutup. Di media aja tidak menyebutkan dirinya sendiri dengan spesifik. Saya kira dia menyukai sesama jenis",kata Tamara.


"Astaghfirullah, enggak mbak. Pak Sam itu normal. Mungkin orangnya aja yang seperti itu. Tapi aslinya baik banget kok mbak!",jawab El menjelaskan.


"Baik dari mana coba. Beliau aja judesnya minta ampun. Apa lagi kalau ada maunya, satu kantor langsung gempar!",jelas Tamara.


Tring... Tring... Tring...


Ponsel El berdering menandakan ada panggilan video call masuk. El segera menggeser tombol hijau.


"Assalamualaikum Bang?",sapa El dengan senang hati.


"Walaikumsalam adikku yang cantik jelita, bak bidadari turun dari kayangan, yang memancarkan cahaya langit ketujuh!",jawab Satria.


"Apaan sih Bang, gak usah lebay gitu kenapa!. Malu di dengarkan banyak orang!",kesal El.


"Habisnya Abang kangen banget sama kamu sayang. Kapan sih selesai kuliahnya?", tanya Satria yang menampilkan wajah betenya.


"Sabar Abang. El juga kangen banget sama Abang. Tumben banget abang telepon, ada apa Bang?",tanya El penasaran.


"El lagi ada di restoran Bang. Mau ada meeting. Ada apa sih Bang, cepetan bang keburu kliennya datang?".


"Iya-iya, yang sekarang super sibuk di dunia kerja!. Abang paham kok dek, abang paham",goda Satria.


"Apaan sih Bang!",sahut El kesal.


"Abang mau memberitahukan bahwa Dony sebentar lagi mau menikah",kata Satria.


Deg. El kaget setengah mati. Jantungnya berdetak tidak seperti biasanya.


"Kamu sudah di beritahu belum sama Dony?",tanya Satria lagi. Ia tahu bahwa adiknya sangat terkejut mendengar berita itu.


"Belum Bang. Sama siapa Bang?",tanya El penasaran.


"Gak tahu. Katanya dia ta'aruf sama orang Bandung sana. Kamu serius gak tahu dek?",tanya Satria lagi.


"Gak ada yang memberitahu Bang. Sella aja gak ngasih tahu soal itu. Abang tahu dari mana?",tanya El balik.


"Siapa lagi kalau bukan Raina, tetehnya Dony".


"Berarti Dony melangkahi Teh Raina dong Bang!",kata El sedih.


"Iya mungkin",jawab Satria singkat.


Tiba-tiba klien datang di depan meja Tamara dan El. El langsung meletakkan ponselnya di atas meja dengan kamera yang menghadap ke arah Olivia.


Mereka berdua berdiri memberi sambutan dengan baik.


"Kak Olivia ya?",tanya El yang kaget melihat Olivia ada di depan matanya.


"Ellena!",kata Olivia dengan senang hati dan memeluk dengan erat.


Satria yang melihat itu merasa mendapat asupan gizi matanya. Ia senang melihat wanita cantik itu. Ia memilih untuk diam mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


El melepaskan pelukan hangat dari Olivia. "Kakak apa kabar?",tanya El antusias.


"Alhamdulillah baik, El. Kamu sendiri bagaimana?",tanya Olivia.

__ADS_1


"Sama Kak. El juga baik-baik",jawab El.


"Kalian sudah saling kenal?",tanya Tamara penasaran.


"Iya Mbak Tamara. Kita sudah kenal. Dia Kakak dari sahabat saya!",jawab El bahagia.


"Wahhhh, dunia sangat sempit sekali ya!", seru Tamara merasa iri dengan El. Karena, El selalu mengenali orang-orang penting di perusahaannya.


"Silakan duduk Bu?",kata El sopan.


"Kamu tuh ya!",goda Olivia.


Akhirnya mereka membahas furniture yang akan dirilis bulan depan. El menjelaskan dengan senang hati dan detail. Ia sangat yakin bahwa furniture ini akan sangat laku di pasaran.


Beberapa jam menjelaskan secara terperinci, akhirnya metting di tutup.


"Terimakasih Bu, atas kerja samanya?",kata Tamara dengan sangat senang.


"Sama-sama Tamara. Saya senang dengan ide perusahaan kalian. Lalu kalau boleh tanya Pak Samuel kemana, gak biasanya beliau absen?",tanya Olivia.


"Pak Samuel baru ada perjalanan ke Indonesia, karena ada urusan mendadak Bu. Maaf kalau membuat Ibu tidak nyaman",kata Tamara.


"Saya sangat nyaman sekali Tamara. Apa lagi ada Ellena disini",jawab Olivia.


"Terimakasih banyak Bu",sahut Tamara.


"Kalau boleh saya pinjam Ellena dulu ya?. Soalnya masih ada yang saya bicarakan sama dia?",ucap Olivia.


"Iya Bu. Silakan!",sahut Tamara. "Ya sudah saya permisi dulu?",pamit Tamara.


"Iya Mbak Tamara. Terimakasih Mbak!",ucap El sebelum Mbak Tamara pergi meninggalkannya.


El lalu teringat sesuatu. Ya ampun, ponselku! teriak El dalam hati yang masih menampilkan Abangnya yang tertidur di kamarnya. Ia mengamati dengan seksama. " Ya ampun, abangku!",cicit El pelan.


Olivia merasa penasaran apa yang di lihat El. "Ada apa El?",tanya Olivia.


"Ini Kak, Abang El",jawab El melihatkan layar ponsel ke arah Olivia. "El lupa kalau Abang masih menyambungkan video callnya!",jelas El.


Olivia melihat dengan seksama. "Ini Abang kamu?".


"Iya Kak. Ada apa memangnya?",tanya El balik.


"Ganteng!",jawab Olivia jujur.


"Tapi sayang Kak, dia playboy!",jujur El polos.


"Gak salah sih kalau dia playboy. Diakan ganteng, pasti banyak cewek-cewek yang ngantri jadi pacar Abang kamu!",kata Olivia.


El menjawab dengan senyuman. "Kakak bisa aja. Oh...ya Kak, Kakak kesini sama Kak Saga kan?",tanya El antusias.


"Iya. Kakak kesini sama Saga. Tapi, dia sekarang lagi ada urusan. Makanya dia gak ikut kesini. Maafin Kakak ya, tidak memberi kabar kamu terlebih dulu?",kata Olivia.


"Tidak apa-apa kok Kak. El tahu kalau Kak Oliv sedang sibuk",jawab El. "Oh...ya Kak, Kakak tahu kalau ini perusahaan Samuel Natawijaya?",tanya El.


"Kakak tahu kalau ini perusahaan Sam. Justru itu Kakak ingin menjalin hubungan baik sama dia, ya walaupun dia sempat bersiteru sama Saga. Tapi, yang Kakak lihat perusahaannya sangat maju pesat kok. Makanya Kakak tertarik!",jelas Olivia.


"Sam tahu kan Kak, kalau Kakak adalah Kakak kandung dari Kak Saga?", tanya El yang begitu penasaran tentang kisah hidup Olivia.


"Tidak El. Sam tidak tahu kalau Kakak adalah Kakak kandung dari Saga. Karena selama ini Kakak tinggal di New York. Tapi, Kakak tahu kisah mereka berdua. Karena seorang gadis yang bernama Jelita kan!",jelas Olivia.


"Kakak kenal sama Kak Jelita?".


"Belum sih. Tapi, Kakak mendengar cerita itu dari teman Kakak. Dia adalah tetangga dari Jelita",ungkap Olivia.


"Terus sekarang Kak Jelita kemana Kak, soalnya sudah lama El tidak bertemu dengannya",kata El.


"Kakak tidak tahu El. Karena Saga sudah memutuskan hubungannya dengan Jelita. Saga tidak mau jadi korban dari Jelita lagi. Kamu juga pernah kan jadi korban dari Jelita?".


"Iya Kak. Itu masa lalu. El sudah maafin Kak Jelita Kak. Mungkin dia cemburu karena El dekat dengan Sam dan Kak Saga, sampai-sampai Kak Jelita berbuat seperti itu!",jelas El.


Pantas adikku jatuh hati sama kamu, El?. Karena kamu terlalu baik memafkan kesalahan orang lain. Apakah kamu juga jatuh hati kepada adikku?. Andai kamu dulu dipertemukan dengan Saga sebelum bertemu dengan Sam, mungkin kejadiannya tidak seperti ini?. Kamu akam menjadi milik Saga sepenuhnya!. Tetapi, takdir berkata lain! batin Olivia di dalam hati.


***


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2