Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Goodbye, New York


__ADS_3

Happy Reading.


***


El menyandarkan punggungnya di kursi mobil. Ia melihat kearah langit yang sedang tidak bersahabat. "Tolong pesankan tiket ke London Kak!",pinta El pelan.


Saga melirik sekilas kearah El. "Kamu yakin kita akan ke London?",tanya Saga memastikan.


El menggangguk lemah. "Iya Kak. Aku sudah yakin".


"Ok. Nanti aku pesankan. Untuk kapan?",tanya Saga lagi.


"Nanti malam".


Apa nanti malam?. Apakah secepat itu juga harus pergi ke London? batin Saga bertanya-tanya.


"Harus malam ini ya Kak. Besok aku mau menyaksikan pernikahan Dony dan Yasmine secara virtual di London. Karena aku tidak mau di ganggu oleh siapapun",kata El menjelaskan.


"Kamu tidak mau ikut denganku pergi ke pernikahan Dony dan Yasmine?",tanya Saga balik.


"Sebenarnya aku mau pulang ke Indonesia Kak, pergi ke pernikahan sahabatku sendiri. Pasti Bunda dan Ayah juga ada disana. Tapi.....",kata El ragu.


"Tapi apa?".


"Tapi aku tidak mau melihat Sam ada disana. Pasti bunda dan ayah akan menanyakan hubungan aku dan Sam. Aku malas Kak membahas itu",jelas El.


"Iya. Nanti kalau aku bertemu dengan orangtua kamu, aku akan sampaikan kalau baik-baik saja".


"Terimakasih Kak".


Disisi lain Sam melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. Ia harus segera mengejar metting untuk siang ini. Karena ia besok sudah harus berada di Bandung kota kelahirannya. Ia tidak mau membuang waktu terlalu lama.


Di ruangan metting semua para kolega-kolega sudah berkumpul. Mereka sedang membahas harga terbaru properti yang akan di luncurkan tahun ini. Di sela-sela metting Sam sempat melamun memikirkan El menaiki mobil yang ada di depan halte tadi. Ia kalah cepat dengan mobil yang berhenti itu. Dia pulang tidak ya ke Bandung?. Besokkan hari bersejarah sahabatnya? pikir Sam yang terus-menerus bertanya dalam lamunannya.


Akhirnya metting pun selesai dengan harga yang telah di sepakati. Sam dan Ardi segera keluar dari ruangan. Mereka segera menyusun rencana untuk menunda metting besok pagi dan lusa dengan kolega lainnya.


"Mas Sam serius mau ke acara sendiri?",tanya Ardi memastikan.


"Kamu mau menertawakan saya karena ke acara kondangan sendiri!",kesal Sam menaruh kedua tangannya di samping pinggang.


"Bukan begitu Mas. Saya hanya khawatir kalau di sana tidak aman buat Mas",sahut Ardi membenarkan.


"Bapak tidak perlu berpikir macam-macam Pak. Saya pasti aman. Karena disana banyak keluarga inti dari Dony",jawab Sam.


"Lalu mbak Laura bagaimana?",tanya Ardi.


"Bapak urus saja wanita itu. Jangan sampai dia tahu kalau saya mau pulang ke Bandung!",perintah Sam.


"Baik Mas".


"Dan Bapak jangan lupa, pastikan bahwa El baik-baik saja dimanapun dia berada!",pinta Sam.


"Baik Mas. Saya akan pastikan bahwa Mbak El akan baik-baik saja",jawab Ardi. Lalu Ardi membukakan pintu mobil. "Silahkan Mas!".


Sam masuk kedalam mobil. Ia hari ini ingin mengemudikan mobil sendiri.


***


Disisi lain El sedang berkemas. Ia dibantu oleh Bella karena hari ini Bella tidak ada kelas.


"Aku pasti bakal kangen sama kamu El!",ungkap Bella.


"Aku juga pasti kangen Bel sama kamu. Bukan hanya kamu saja".


"Nanti kabar-kabar ya kalau kamu mau nikah?",goda Bella.


"Nikah. Siapa juga yang nikah. Yang nikah itu sahabat aku bukan aku, Bel!",jelas El.


"Ya siapa tahu, nanti setelah kamu wisuda ada yang melamar gitu!. Kamu tuh sedang direbutkan oleh dua laki-laki yang mapan loh, El!",ungkap Bella sambil tangannya membentuk dua angka.


"Terus, apa hubungannya sama aku dilamar. Kamu tahu sendiri, bahwa aku sudah pernah dilamar beberapa kali. Tapi, kenyataannya semua gagalkan. Aku pasrahkan takdir dan jodohku kepada Tuhan Yang Maha Esa",jelas El.


"Iya juga sih. Tapi siapa tahu, jodoh kamu dari salah satunya. Tidak ada yang tidak mungkin, El!",kata Bella bijak.


"Aku tidak mau ambil pusing, Bel. Aku sudah lelah memikirkan hal yang tidak mungkin terjadi".


"Kamu harus yakin El!",pesan Bella memegang tangan El. "Kalau cinta sejati itu ada. Tapi, entah itu kapan kita tidak akan pernah tahu. Dan semoga cinta sejati kamu tidak jauh dari pandangan mata kamu".


El lalu berjalan kearah balkon. Ia memandangi langit yang begitu indah dengan warna biru laut.

__ADS_1


***


Malam Hari.


El dan Saga sudah sampai di bandara. Mereka berdua diantarkan oleh Tamara dan Bella. El memeluk mereka berdua untuk sebuah perpisahan.


"Jaga diri kamu baik-baik ya El?",pesan Tamara berkaca-kaca, karena ia seperti menemukan seseorang yang sangat istimewa di hidupnya seperti saudara kandung.


"Siap Mbak. Mbak Tamara juga baik-baik ya!. Nanti tolong jagain Kak Saga bila Kak Saga sedang ada tugas di sini!",pesan El mencoba tersenyum.


"Baik. Mbak akan jagain Pak Bos!".


"Hallooo, aku merasa terhina sekali dimata wanita!",keluh Saga.


El dan Tamara tertawa mendengar keluhan Saga.


Lalu El beralih ke Bella yang berdiri disampingnya. "Aku pamit dulu ya Bel?. Semoga kita dapat berjumpa lagi. Entah itu dimana dan kapan!".


"Iya El. Aku senang bisa mengenalmu!",ucap Bella memeluk erat El.


Saga dan El berjalan sambil menarik koper. Mereka berdua tidak lupa melambai tangan tanda mengucapkan selamat tinggal.


"Bye... Hati-hati ya El dan Kak Saga!",teriak Bella seperti anak kecil yang mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang terkasih.


"Kamu siap kita akan terbang ke London?",tanya Saga.


"Heem. Aku siap Kak!",jawab El tegas. Goodbye New York, semoga aku bisa kesini lagi. Entah itu kapan. Paling tidak aku mempunyai impian yang sangat tinggi. Terimakasih atas suka dan duka yang aku lalui di negara ini. Semoga aku dapat melangkah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan buat kamu, semoga kamu bahagia dengan pilihan kedua orangtua kamu!.


Akhirnya perjalanan di dalam pesawat sekitar enam jam lebih tiga puluh menit sudah melakukan pendaratan. Pesawat yang mereka tumpangi sudah tiba di negara London.


El dan Saga langsung pergi ke parkiran karena anak buah dari Saga sudah menunggu di depan bandara. Pak Juna yang menjemput Saga dan El. Juna segera memasukkan beberapa koper kedalam bagasi mobil. Saga mempersilahkan El untuk masuk kedalam mobil. Dan mobilpun siap untuk melaju.


Sesampai di apartemen El segera turun dan koper-kopernya di bantu oleh Saga.


Saga sangat bahagia karena sekarang El semakin jauh dari orang yang bernama Sam. "Kamu serius akan tinggal di apartemen?",tanya Saga takut bila Edwan akan datang kembali.


"Iya Kak. Lalu kalau aku tidak tinggal disini, dimana lagi",tanya El balik.


"Di Griya tawang tempatku!",jawab Saga cepat.


El menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan jawaban dari Saga. Lalu ia membuka pintu dengan kunci kartu.


El yang sudah diambang pintu apartemen bingung melihat Saga yang melamun disana dan berdiam diri. "Kakak baik-baik saja?",tanya El membuyarkan lamunan Saga.


"Aku baik-baik saja kok. Ya udah, yuk masuk!",cicit Saga sambil menarik koper-koper.


Mereka melangkah masuk kedalam apartemen yang ditinggal selama tiga bulan lebih di negara lain. El menyapu seluruh ruangan yang ia rindukan. Disana ada sebuah tulisan 'Welcome Ellena'.


Dan seseorang keluar dari persembunyiannya. "Trataaaaaaa!",teriak Adele.


"Adel!". El langsung berlari kearah Adele dan memeluk erat sang sahabat.


"Aku kangen banget sama kamu!",ungkap Adele.


"Apa lagi aku!. Aku kangen kerja bareng sama kamu. Kangen ke kampus. Kangen masakan kamu dan kangen...kangen...kangen banget sama kamu!",kata El berkaca-kaca.


Adele membalas pelukan dari El. Ia sangat bahagia melihat El sudah kembali ke London. Lalu ia melepaskannya. "Bagaimana di negara sana?. Apa kamu bahagia?",tanya Adele.


"Tidak. Aku tidak akan bahagia bila tidak ada kamu, Adele!",gombal El.


"Bohong!".


"Kamu tahu dari mana kalau aku mau pulang?",tanya El.


Adele mengarahkan matanya ke arah belakang El. Ia mengisyaratkan bahwa Saga yang memberitahu kabar tentang kepulangan El.


El tersenyum kepada Saga. Ia sangat bersyukur disetiap langkahnya Saga selalu menemaninya.


"Oh...ya aku sudah menyiapkan sarapan buat kalian!",kata Adele.


"Oh... Kamu baik sekali Adele. Aku jadi lapar!",guman El sambil mengelus perutnya yang rata. Ia berjalan ke meja makan. Begitu banyak makanan tersaji disana.


"Ayo Kak kita sarapan dulu!",ajak Adele kepada Saga.


"Iya Del. Aku mandi dulu ya?",jawab Saga.


El lalu menarik lengan Saga supaya ikut sarapan pagi dulu. "Ayo Kak, aku mau kita sarapan bareng!. Sudah lama sekali kita tidak makan bersama",kata El senang. Ia lalu mempersiapkan Saga untuk duduk.


Saga dengan senang hati menerima perlakuan lembut dari El. Ia tidak henti-hentinya memandang El penuh suka cita.

__ADS_1


"Kakak mau sarapan pakai apa?",tanya El sambil mengambil nasi kedalam piring Saga.


"Apa yang kamu sajikan pasti aku akan makan!",jawab Saga tersenyum bahagia.


Adele yang melihat perlakuan lembut El terhadap Saga merasa ada yang aneh. Ia tidak henti-hentinya mengamati setiap gerak-gerik El dan Saga.


"Ya sudah, aku ambilkan ayam panggang ya?",kata El mengambil ayam panggang dan tidak lupa sayur mayurnya.


"Cie... Cie... Sepertinya aku disini seperti obat nyamuk yang hanya melihat adegan mesra kalian!",goda Adele.


El lalu duduk ditempatnya. "Apaan sih Del, biasa aja kali!",seru El tidak terima.


"Kalian tuh sangat serasi loh bila bersanding",guman Adele.


Saga yang sedang makan lalu tidak sengaja tersedak mendengar ocehan dari Adele. "Uhuk... Uhuk... Uhuk...!".


El dengan sigap menuangkan minuman putih kedalam gelas. Lalu memberikan kepada Saga. "Minum dulu Kak!".


Saga langsung meneguk minuman yang disediakan oleh El.


"Kakak tidak apa-apa?",tanya El khawatir. "Kamu sih Del, kita tuh lagi makan malah ngoceh kesana kemari!",keluh El kepada Adele.


"Kok aku yang disalahin sih!",kesal Adele.


"Aku tidak apa-apa kok. Kalian tidak usah khawatir!",ucap Saga yang melanjutkan sarapan paginya.


***


El sedang membersihkan meja makan yang dibantu oleh Adele. Sedangkan Saga pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Sepertinya ada yang berubah sama kamu, El?",oceh Adele yang tidak henti-hentinya menggoda El.


"Memangnya apa yang berubah. Tidak ada yang berubah Del. Kecuali hatiku",jawab El mencuci piring.


"Bagaimana kabar mantan tunangan kamu?. Apakah masih hidup bahagia bersama wanita murahan itu?",tanya Adele.


"Aku sudah tidak mau mengungkitnya lagi, Del. Aku ingin fokus dulu mengumpulkan tugas skripsi. Supaya cepat sidang!".


"Ok. Aku ke kampus dulu ya, ada kuliah pagi!",pamit Adele sambil menyelematkan tasnya.


El segera berlari mencegah Adele supaya tidak pergi dari apartemennya. "Tunggulah sejenak!. Kamu tega membiarkan aku sama laki-laki di apartemen ini?",guman El pelan.


Adele menghenyitkan dahinya tidak mengerti. Tidak biasanya El meminta untuk menunggunya. Karena menurutnya dia sudah terbiasa satu apartemen dengan laki-laki. "Memang ada apa El?. Bukankah Kak Saga orangnya baik?".


El masih memegang lengan Adele dengan erat. "Aku tahu Kak Saga baik orangnya. Tapi, aku tidak mau ada salah paham sama orang lain. Aku mohon Del?",mohon El memelas.


"Iya-iya. Aku tunggu. Tapi, tidak lamakan orangnya?".


El dengan senang hati menggelengkan kepalanya.


Saga keluar dari kamar mandi. Ia melihat El dan Adele sedang berbincang-bincang. "Aku pamit dulu ya El?".


"Kok buru-buru Kak?",tanya Adele basa basi karena ia sudah diberitahukan oleh El bahwa Saga akan pergi ke Bandung.


"Iya Del. Kakak mau mengejar waktu penerbangan. Kurang dua jam pesawat akan terbang!",jawab Saga memasukan baju kotor kedalam tas.


"Aku antar ke depan ya Kak?", kata El.


"Tidak usah El. Kamu pasti lelah dan capek. Lebih baik kamu istirahat dulu ya?",saran Saga.


"Tapi Kak?".


"Kakak tidak apa-apa kok. Kakak pamit dulu ya?. Nanti kalau ada apa-apa segera kabari Kakak!",pesan Saga.


"Baik Kak!. Kakak hati-hati ya?. Nanti kalau sudah sampai kabari!".


"Pasti!",jawab Saga mengacak puncak rambut dikepala El. "Assalamualaikum!".


"Walaikumsalam".


"Hati-hati Kak!",teriak Adele.


Saga segera keluar dari apartemen yang ditempati oleh El. Mereka berdua hanya mengantar sampai depan pintu apartemen.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2