Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Memahami


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


El masih membalas memeluk Saga dengan kasih sayang. Maafkan El kak, yang tidak bisa membalas cinta kakak. Bukan El tidak mencintai kakak, tapi El tidak mau kehilangan kakak.


"Hmmm.....Hmmm...", seseorang berdehem membuyarkan pelukan mereka berdua.


Saga melepaskan pelukannya kepada El. Ia melihat Adelle dan William ada di depan matanya.


El yang merasa diperhatikan langsung menengok ke belakang. Deg... Ia melihat Adelle dan William menyilangkan kedua tangannya di dada mereka masing-masing. "Kalian!".


Adelle langsung duduk di samping El. "Ganggu ya!",goda Adelle.


"Ganggu apaan sih Del!",sahut El karena tidak mau ada yang salah paham.


"Yang tadi apa?. Pakai acara peluk-pelukan segala!",goda Adelle menyenggol bahu El.


"Tadi hanya pelukan antara adik dan kakak, Del",jelas El. "Kalian tahu dari mana Kak Saga di rawat di sini?".


"Tadi aku tidak sengaja ketemu sama Sam di salah satu restoran. Katanya Saga masuk rumah sakit",jelas William.


"Terimakasih Wil, Del mau menjengukku",cicit Saga.


"Santai aja Kak. Aku malah tidak tahu apa-apa kalau Kakak ada di rumah sakit. Sakit apa kak?",tanya Adelle.


"Biasa, sedikit ada kendala",bohong Saga.


"Kendala atau hati kamu yang patah, Ga!",goda William yang langsung dapat toyoran dari Adelle.


Hahahaha... Mereka berempat tertawa karena tingkah William yang membuat lucu dalam situasi seperti ini.


"Lalu kenapa Sam tidak ikut ke sini?. Kok malah ke restoran?",tanya William.


"Dia sedang sibuk, Will. Mungkin dia dan klien metting di tempat restoran itu. Soalnya kemarin bilangnya seperti itu",jelas El.


"Oh ya, tadi aku bawa camilan. Tapi, aku tinggal di ruangnya kak Saga. Aku ambil dulu ya?",kata Adelle.


"Aku ikut ya, Del. Sekalian aku mau ke toilet",sahut El yang mengikuti langkah Adelle.


William duduk di tempat kursi. "Aku tahu kenapa kamu bisa melakukan hal yang tidak kamu sukai. Bahkan melukai diri kamu sendiri",oceh William.


"Apaan sih Will. Aku tidak masalah kok".


"Tidak masalah tapi hati kamu yang bermasalah",kata William. "Aku tahu kamu mencintai El, tapi kamu takut kesalahan masa lalu kamu yang terus menerus menghantui kamu di setiap hidup kamu".

__ADS_1


"Karena aku tidak pantas buat El, Wil. Sam yang pantas mendapatkan cinta dan kasih sayang dari El".


"Makanya kami merusak tubuh kamu dengan minuman alkohol sampai mabuk-mabukan".


"Karena aku frustasi dengan takdir cintaku sendiri. Dari dulu aku selalu kalah start maupun finish dari Sam",ungkap Saga.


"Tapi seharusnya kamu bersyukur karena dengan kejadian ini, Sam mau memaafkan kamu dan bersahabat kembali sama kamu",jelas William.


"Kamu tahu dari mana?",tanya Saga penasaran.


"Karena Sam bercerita sama aku tadi malam. Dia tahu bahwa kamu sedang patah hati karena Sam melamar El".


"Bukan soal itu aja Will. Masih banyak lagi yang membuat aku kecewa sama El".


"Maksud kamu?",tanya William.


"Aku hanya kecewa karena El tidak bisa menempati janjinya sama aku".


"Janji apa El sama kamu?".


"Dia berjanji setelah ia sembuh dari sakitnya kemarin, dia akan pulang bersama aku. Tapi, dia tidak pernah menepati janjinya itu",ungkap Saga.


"Karena pada saat El sakit, dia terlalu banyak pikiran Ga. Seharusnya kamu mengerti dia. Dia yang selalu disalahkan oleh keberadaan Sam dan Sam selalu menghantuinya di setiap langkah El. Cinta sejati tidak akan pernah pergi selama cinta yang mereka jaga masih ada di dalam hatinya, Ga".


"Itu tidak benar Ga. Karena El menganggap kamu sebagai kakaknya. Makanya dia takut kehilangan kamu",oceh William. "Dia butuh orang yang memahaminya Ga, bukan menemaninya",sambung William.


"Jadi, aku kurang memahami El apa, Will?. Semua sudah aku lakukan yang terbaik versiku, tapi nyatanya dia tidak pernah sekali menoleh ke arahku".


"Karena nasib kita sama Ga. Aku pernah mencintai El, tapi sama seperti kamu. Dia tidak pernah menoleh sedikitpun sama kita. Karena dia selalu menganggap kita lebih dari sekedar sahabat",ungkap William.


"Apa El tahu kalau kamu juga suka sama dia?",tanya Saga penasaran.


"Tidak Ga. Aku lebih baik tidak memberitahukan daripada kita harus menjaga jarak Ga. Karena aku sudah mencoba melupakannya. Dan hasilnya diluar ekspektasi ku. Aku menemukan seseorang yang bisa menerima kekurangan ku maupun kelebihan ku, Ga. Coba kamu membuka hati kamu untuk seseorang, maka kamu akan menemukannya lebih dari angan mu. Cobalah!",saran William.


"Aku tidak tahu Will. Rasanya terlalu berat melupakan rasa ini. Rasa yang belum pernah ada sebelumnya bersama wanita lain, termasuk Jelita",jelas Saga karena merasakan rasa yang berbeda.


William menepuk bahu Saga pelan memberikan pengertian bahwa ia tidak pernah salah mencintai seseorang tapi kita salah bila merebut kebahagiaan orang lain, apa lagi orang lain itu adalah sahabatnya sendiri.


*


*


*


Sam bersama sekertaris yaitu Ardi sedang memenuhi permintaan klien yang meminta pertemuannya diadakan di salah satu restoran bintang lima. Sam tidak henti-hentinya melihat jam tangan yang melingkar. "Mereka benar-benar tidak bisa menghargai waktu!",keluh Sam yang merasa kliennya sudah terlambat.

__ADS_1


"Mungkin ada kendala dalam perjalanannya Pak. Kita tunggu aja!",saran Ardi.


"Mereka sudah terlambat lima menit, Pak. Mana mungkin kita harus menunggu mereka. Mereka aja tidak menghargai waktu dan klien",oceh Sam karena pikirannya sedang terbang memikirkan El dan Saga yang sedang berduaan di rumah sakit.


Seseorang membuka pintu masuk ruang VVIP yang telah di booking oleh Sam. "Silahkan Nona!",ucap salah satu ajudan yang diutus oleh seseorang wanita.


Wanita itu berjalan berlenggok seperti model kelas atas yang sedang berjalan di karpet merah. "Maafkan saya pak, atas keterlambatan kamu!",kata wanita yang memakai kaca mata hitam.


Sam dan Ardi melihat wanita itu dengan sinis.


Salah satu sekertaris mempersilahkan wanita itu untuk duduk dan menyiapkan kursi yang ada di sana.


"Anda seharusnya tidak mengulur-ulur waktu seperti ini Nyonya. Bagi saya waktu adalah berharga yang tidak bisa di gantikan oleh apapun itu. Apa lagi anda sedang menemui seorang klien",cicit Sam.


"Maafkan saya Pak",sahut wanita berkacamata hitam.


"Sebelum kami minta maaf pak. Kami tadi ada sedikit kecelakaan yang tidak bisa kita hindari. Makanya kami terlambat untuk datang ke acara metting ini. Sekali lagi kami minta maaf Pak!",ucap sekertaris merasa bersalah atas keterlambatannya.


Wanita itu membuka kacamata dengan perlahan namun pasti dan ternyata.....


Deg.


Sam dan Ardi tercengang melihat klien kali ini. Masa lalu yang terus menghantuinya datang ke dalam masa depannya.


"Selamat siang Pak Samuel Nata Wijaya!",sapa Jelita tersenyum manis.


Ardi memberikan isyarat tidak mengetahui bahwa klien ini adalah Jelita dari masa lalu tuannya itu.


"Motif apa lagi yang kamu inginkan. Sampai-sampai kamu mengganti nama pemilik perusahaan ini?",tanya Sam memperlihatkan sebuah nama yang tertera di tanda tangan yang ada di bawah kertas.


Jelita dengan santainya tersenyum manis. "Maaf sebelumnya, Bapak James tidak bisa hadir di metting kali ini, karena ada masalah kesehatan. Maka dari itu Pak James mengutus saya untuk datang ke acara metting ini!",jelas Jelita memberikan surat kuasa atas kehadiran bapak James.


Ardi menerimanya dan membaca sekilas. "Iya Pak, benar".


"Ok. Kita mulai sekarang metting, karena saya tidak mau mengulur waktu lebih lama lagi!",jelas Sam.


Mereka metting menjelaskan soal properti yang akan dikembangkan di negara Amerika dengan kerja sama perusahaan Samuel dan Bapak James.


Ternyata benar, disaat kita sudah merencanakan sesuatu kehidupan yang baru, maka kita harus siap-siap untuk menghadapi masa lalu yang akan datang lagi. Entah itu, cobaan ataukan perasaan yang dulu belum selesai!.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2