Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Bertemu Lagi


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


Pagi Hari


El dan Sella sedang keluar bersama ke sebuah pusat perbelanjaan. El membantu Sella mencari souvernir pernikahan Sella dan Alan.


"Bagaimana perjodohan antara Abang Satria sama Kak Oliv?",tanya Sella sambil memilih-milih souvernir.


"Kak Oliv mengajukan beberapa pertanyaan. Maksudnya banyak. Dan Kak Oliv sudah tahu berapa banyak mantan-mantan dari abang",jelas El.


"Itu mau melamar pekerjaan atau nikahi anak orang, El?",ucap Sella tidak percaya.


"Kak Oliv sulit dimengerti, Sel. Dia itu orangnya tertutup setelah dia di khianati oleh sahabat dan mantan pacarnya".


"Tapi abang Satria menjadi korbannya gitu. Ya sudahlah, abang Satria jangan ambil pusing. Mungkin itu tak tik Kak Oliv aja, biar perjodohannya dibatalkan",pendapat Sella.


"Kamu mau memberi saran atau mau mojoki abang buat membatalkan perjodohannya, Sel?",kesal El kepada sang sahabat.


"Itukan menurut pendapatku, El. Ya kamu lihat sendiri buktinya, kak Oliv kalau memang dia mencintai Abang kamu, dia tidak akan meminta aneh-aneh kok. Percaya sama aku",sahut Sella mencari pembenaran.


"Ck... tahulah. Itu urusan mereka berdua. Aku pusing mikirinnya",jawab El. "Ini sepertinya bagus buat acara kamu Sel?",sambung El memberikan sebuah contoh souvernir pernikahan yang unik, pohon kaktus kecil dengan pot yang berwarna putih.


"Iya. Pohon kaktus unik banget ini!!!",puji Sella yang mengambil salah satu pohon kaktus. "Kak, boleh tanya?",tanya Sella kepada pelayan yang tidak sengaja melewatinya.


"Boleh Kak. Ada yang bisa saya bantu?".


"Ini Kak, kalau saya mau pohon kaktus ini, apakah bisa dimasukkan kedalam kotak?",tanya Sella.


"Bisa banget Kak. Nanti setiap kotak tergantung kakak mau isi berapa biji pohon kaktus. Setelah itu kami bungkus dengan sangat cantik. Kakak bisa lihat contohnya di depan nanti",jelas pelayan.


"Oh gitu Kak. Ok Kak, nanti saya akan ke depan. Terimakasih Kak!".


"Sama-sama kak. Kurang detailnya Kakak bisa langsung tanya didepan nanti. Permisi!",pamit pelayan tersebut.


"Kamu tidak sekali beli El, buat acara kamu sendiri?",goda Sella.


"Masih lama Sel. Paling setelah kamu nanti acaranya",jawab El. "Aku ke toilet dulu ya?",sambungnya.


"Aku temani ya?".


"Tidak usah. Cuma bentar kok. Kamu pilih-pilih barang yang lainnya yang kamu butuhkan".


"Oke. Kalau ada apa-apa telepon aja!",pesan Sella.

__ADS_1


El menganggukkan kepala. Ia segera keluar dari toko souvernir. Ia mencari-cari toilet dan toilet terletak diujung sana. Ia berjalan menuju toilet, tetapi perasaannya mengatakan bahwa ada seseorang yang mengikuti dirinya. Ia sesekali menengok ke belakang memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang mengikutinya. Tidak ada, tapi kenapa perasaanku tidak enak pikir El dalam hati. Sesudah sampai didepan toilet ia segera masuk ke dalam. Keadaan didalam toilet lumayan sepi. Setelah melakukan aktivitas dikamar mandi ia segera mencuci wajahnya supaya segar. Tetapi perasaannya ada seseorang yang mengintipnya. Ia lalu menengok lagi ke belakang dan melihat dari cermin tetapi tidak ada seorangpun di sana. Ia segera keluar dari toilet tetapi sebelum ia membuka pintu toilet dengan sempurna lengan El ada yang memegangnya. El terdiam sejenak menarik nafas untuk bisa menenangkan pikiran dan hatinya.


Dan....


El menengok perlahan ke belakang. "Kak Edwan",lirih El tercengang.


Edwan tersenyum smirk melihat El ketakutan. "Apa kabar Ellena?",ucapan yang pertama keluar dari mulut Edwan.


El dengan sekuat tenaga mengibaskan tangannya dengan sekuat tenaga dan ia berhasil. Ia berlari sekuat tenaga ke arah toko souvernir.


Edwan tetap mengejar dengan sekuat tenaga. Karena ia membutuhkan El saat ini.


El melihat dari dinding kaca toko souvernir, Sella sudah tidak terlihat didalam toko souvernir. Ia segera berlari menuju lift. Sesampainya didepan lift, ia menekan tombol lift yang tidak terbuka-buka, ia frustasi dan berlari ke arah tangga darurat. "Semoga dia tidak menemukanku",lirih El ketakutan.


Edwan merasa kehilangan jejak. Ia menekan tombol lift, tetapi tidak ada hasilnya. Lalu pintu lift tersebut buka. Dan tidak ada tanda-tandanya El didalam lift tersebut. Ia lalu berlari lagi mencari keberadaan El.


El yang merasa kelelahan beristirahat sebentar menarik nafas. Sel, kamu dimana? ucap El dalam hati sambil mencoba menghubungi sang sahabat.


Tut... Tut... Tut...


"Hallo, kamu dimana?",tanya Sella yang sudah mengangkat panggilan dari El.


"Tolong aku, Sel!!! Kamu dimana?",tanya El ketakutan sambil melihat ke arah anak tangga yang ada di depannya, belum ada tanda-tanda Edwan muncul dari sana.


"Kamu dimana El?. Apa yang sedang terjadi?. Aku tadi di kasir menunggu barang",tanya Sella kembali karena ia khawatir sesuatu terjadi dengan El.


Setelah Sella mendapat telepon dari El, ia segera berlari ke tangga darurat untuk mencari keberadaan El. Ia menelepon Sam meminta bantuan kepada Sam, bahwa El sedang dalam bahaya.


Mobil berwarna putih baru saja masuk ke dalam basement. Ialah Saga yang sedang mengendarai kendaraannya karena ingin bertemu dengan seseorang di dalam mall tersebut.


El melihat secerca cahaya masuk kedalam basement dan berjalan ke tengah-tengah jalan dengan lemah dan lesu karena kelelahan.


Saga yang sedang menelepon menggunakan handsfree terkejut melihat seseorang yang sedang berjalan tertatih. Ia lalu mengerem sekuat tenaga supaya tidak menabrak seseorang tersebut.


Strrrreettttt..... Suara rem sampai terdengar dari kejauhan.


El sudah tidak kuat lagi merasakan tubuhnya. Rasa haus yang membuat tenggorokannya kering. Ia sekuat tenaga menarik nafasnya supaya ia bisa bernafas dengan normal karena ia benar-benar kelelahan. Dan akhirnya ia tumbang di depan mobil warna putih tersebut.


Saga khawatir wanita tersebut jatuh tepat didepan mobilnya, ia segera keluar dan menolong wanita tersebut yang jatuh tergeletak didepan mobilnya.


Dan


Saga tercengang melihat wanita tersebut. "El...".


Edwan yang mengintip dibalik pintu langsung kesal dan menutup kepalanya dengan hoodie yang ia kenakan. Ia keluar tanpa melewati Saga dan El yang langsung menuju ke mobilnya.

__ADS_1


Saga meletakkan kepalanya di pahanya supaya El sadar dan mendengarkan panggilannya. "Bangun El.... El...!!!",panggil Saga beberapa kali sambil menggoyangkan badan El.


Sella yang ngos-ngosan menuruni anak tangga kesal karena El belum kelihatan batang hidungnya. Ia mengambil ponsel dari dalam tas dan melakukan panggilan kepada El.


Saga memegang pipi El yang terasa dingin. "Aku mohon El... bangun...!". Ia mendengar ponsel El berdering didalam tasnya. Ia segera mengambil ponsel El dalam tas dan mengangkat telepon ternyata Sella yang menelepon, kebetulan sekali.


"Kamu dimana El?",tanya Sella yang sangat khawatir tentang kondisi El.


"Sel, cepat ke basement!. El sudah sama aku!",jawab Saga.


Sella berhenti melangkahkan kaki. Kak Saga.


"Cepat kesini Sel!!!!".


"Iya Kak!!". Sella mematikan ponsel dari berlari ke pintu keluar dan menaiki lift karena ia sudah tidak kuat menuruni anak tangga. Ia keluar dari lift dan lari ke basement untuk menemui Saga dan El. Ia melihat El tergeletak di lantai dengan beralaskan paha Saga. "El...". Sella berlari menghampiri mereka berdua dan berjongkok menolong El. "Ada apa dengan El kak?",tanya Sella panik.


"Aku juga tidak tahu, Sel. Aku melintas ke arah sini dan El tiba-tiba berjalan terhuyung-huyung di tengah jalan parkiran. "Maaf aku belum bisa mengangkat El masuk kedalam mobilku. Bisakah kamu bantu aku?",kata Saga meminta bantuan kepada Sella.


"Kakak yakin mau mengangkat El?. Lalu tangan kakak bagaimana?",tanya Sella yang tahu kondisi Saga.


"Tidak apa-apa, kita angkat berdua. Kakak masih kuat kok!",jawab Saga.


Sella menganggukkan kepala tanda setuju. Ia segera membantu mengangkat El di bagian tengah badan dan kaki sedangkan Saga sendiri bagian kepala. Mereka berdua dengan mudahnya meletakkan El di mobil di jok tengah.


Sella segera berusaha membangunkan El dari pingsannya tadi. "El, bangun..... Aku mohon...!",pinta Sella. Ia mengambil minyak kayu putih didalam tasnya dan meletakkan minyak tersebut di bawah hidung El. "Bangun El....".


"Elllllllllll!!!!!!",panggil Saga dengan suara yang lantang.


Sella semakin ketakutan karena tidak ada respon apa-apa dari El. "Bagaimana ini Kak?".


"Kita bawa El ke rumah sakit",jawab Saga yang langsung menutup pintu mobil dan menjalankan.


"Aku mohon El, bertahanlahhhh!!!". Isak Sella diiringi memanggil El.


"Cepat Kak!!!".


Saga masuk ke area parkiran, untung rumah sakit dari mall hanya berjarak beberapa meter dari pusat pembelanjaan. Saga segera turun dari mobil untuk memberitahukan bahwa ada orang sakit didalamnya.


Para medis langsung mendorong brankar dorong untuk membawa El masuk kedalam ruangan gawat darurat. El diangkat oleh para perawat laki-laki. Mereka mendorongnya dengan sangat cepat dan masuk kedalam ruang unit gawat darurat.


Perawat melarang mereka masuk kedalam ruangan tersebut supaya mereka bisa menangani El dengan sempurna.


"Bertahanlah El",lirih Saga sebelum pintu ditutup.


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih...


__ADS_2