
Happy Reading.
***
El hanya bisa memandang Sam dari kaca. Sebagai pembatas ruang ICU. Sam sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Di samping kanan dan kiri terpasang alat-alat medis. Kondisi Sam sangat memperihatinkan dan wajah pucat pasi yang sekarang nyata di wajahnya semakin El merasa bersalah. El hanya bisa membayangkan seolah-olah menyentuh Sam dari kaca. Ia sangat merindukan Sam yang selalu tersenyum di matanya. Aku mohon Sam, bangun!. Aku gak mau melihat kamu seperti ini! doa El dalam hati.
Saga sudah sampai di rumah sakit. Ia segera menanyakan ke resepsionis. Setelah mendapat informasi Saga langsung pergi ke ruang ICU.
Ia melihat El yang sedang memandang sebuah kaca. Ia seketika berhenti di kejauhan.
"Sam, aku mohon bangunlah!",kata El sambil menangis. Air matanya tidak mau berhenti. Hatinya sesak melihat Sam yang masih menutup matanya.
Apa sebegitunya kamu mencintai Sam, El?. Apa sudah tidak ada lagi harapan ku untuk mencintai dan menyayangi kamu sepenuh hati ku?. El, andai aku bisa berjuang untuk menaklukkan hati kamu, aku akan merebut kamu dari tangan Sam, tapi apakah aku mempunyai nyali sekuat itu? batin Saga dalam hati. Lalu ia berjalan pelan-pelan menghampiri El yang sedang terpuruk. "El....!",panggilnya.
El langsung menengok ke samping. Di sana Saga berdiri. "Kak Saga!",lirih El lemah.
Saga mendekati El. Ia memberikan sebuah semangat supaya bisa tegar. "Bagaimana keadaan Sam?",tanya Saga.
El memalingkan wajahnya untuk bisa melihat Sam yang terbaring.
Saga melihat ke arah mata El. Ia tahu bahwa El memberikan sebuah isyarat. Dan...
Saga melemas seketika. Ia tidak percaya bahwa luka yang di alami oleh Sam sangat serius.
"Dokter bilang, kalau Sam mengalami gagar otak. Dan kemungkinan besar Sam akan hilang ingatan Kak",lirih El sambil menangis.
"Apa, hilang ingatan?",tanya Saga tidak percaya.
El mengganggukkan kepala beberapa kali. "Aku takut, aku takut kalau Sam melupakan aku Kak!. Melupakan kenangan-kenangan kita saat bersama. Aku takut Kak!",jerit El tidak mau kehilangan Sam.
Saga mendekap erat tubuh mungil El. Ia tidak kuasa melihat orang yang dia cintai menangis. "Kekuatan cinta akan mengalahkan semuanya El. Apa lagi Sam sangat mencintai kamu tulus. Aku yakin, memori Sam pasti masih mengenali mu",kata Saga tulus. Lalu Saga mengalihkan perhatiannya kepada Sam lagi. Andai kamu mendengar suara hati El, Sam?. Pasti kamu akan merasakan jadi orang yang sangat berharga bagi seseorang! batin Saga.
***
Keesokan Hari.
Sella merasa khawatir. Ia segera terbang ke New York menemui sang sahabat. Ia tidak mau kalau El merasa sendirian melewati masa-masa sulit ini. Ia sudah mengabari sahabat-sahabatnya di Grup WhatsApp Grup Resek Sedunia. Bahwa Sam sedang mengalami musibah.
Dan di sinilah sekarang Sella berada, di bandara XXX. Ia menginjakkan kakinya di negara ini. Ia lalu mengirimkan pesan kepada El.
"Di rumah sakit mana Sam di rawat, El?".
Sella.
"Di rumah sakit XXX, Sel. Sam, masuk ruang ICU".
El.
Sella membaca pesan dari El. Ia langsung berlari menuju taksi. Ia tidak percaya bahwa Sam masuk ke ruang ICU.
__ADS_1
Di sisi lain El dan Saga masih berada di rumah sakit. Ia sedang duduk di ruang tunggu, walaupun jauh dari ruang ICU tetapi mereka masih setia menunggu Sam.
El sudah terbangun dari tidurnya. Ia berharap bahwa kemarin adalah mimpi buruk baginya. Tetapi, setelah menerima pesan dari Sella, ia sadar mimpi buruk itu adalah kenyataan yang harus ia lalui. El melihat Saga masih tertidur lelap di sampingnya. Wajahnya terlihat sangat kelelahan dan pucat. Ia sadar bahwa ini adalah pengorbanan seorang sahabat. El pergi ke sesuatu tempat untuk mencurahkan isi hatinya.
Sella sampai di rumah sakit XXX. Ia langsung pergi ke ruang ICU, tetapi sebelum sampai di ruang ICU dia melihat seseorang yang ia kenali tidur di ruang tunggu. "Kak Saga!", kata Sella kaget. Lalu ia mendekati tempat duduk Saga. "Kak... Kak Saga!",ucap Sella membangunkannya denga perlahan.
"Iya El!",sahut Saga tidak sadar. Ia langsung membuka kedua matanya. "Sella, ngapain kamu disini?",tanya Saga karena kaget. "Kirain tadi El, soalnya El tidur di sini tadi malam",lanjutnya sambil membenarkan duduknya.
"Lalu El mana Kak?. Soalnya tadi aku sempat bertukar pesan?",tanya Sella bingung.
"Mungkin dia baru ke kamar mandi. Aku gak tahu kalau dia pergi, dia gak pamit sama aku. Di tunggu sebentar, pasti nanti akan ke sini. Gak mungkin dia akan ninggalin aku sendirian di sini!",jelas Saga.
"Dia baik-baik saja kan Kak?",tanya Sella ragu menanyakan kabar El kepada Saga.
"El kuat kok, tapi kadang El masih suka melamun. Mungkin masih syok melihat kondisi Sam seperti ini",jelas Saga.
Sella duduk di samping Saga. "Aku belum siap Kak melihat Sam terbaring di ranjang rumah sakit, apa lagi di ruang ICU. Yang aku tahu, Sam orangnya cerewet,suka ngatur, suka manja, suka makan dan suka jail",ucap Sella sedih.
"Kakak tahu Sel, Sam seperti apa!. Tapi, kita tidak boleh menyalahkan takdir",sahut Sam. "Kamu sedih mendengar Sam mengalami seperti ini?. Apa lagi El, dia
sangat terpukul melihat Sam seperti ini. Dan dokter bilang, kemungkinan besar Sam mengalami amnesia",jelas Saga.
Sella menutup mulutnya tidak percaya. "Kakak serius?. Kenapa bisa seperti itu Kak?. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Sam?. Lalu El, bagaimana?. Kemarin dia sangat bahagia Sam sudah melamar El di depan keluarganya. Baru kemarin Kak?",ungkap Sella meneteskan air mata.
"Kakak tahu Sel, hatinya sekarang hancur. Tapi, kita harus melihat kondisi dari Sam. Apa lagi kamu tahu sendiri betapa Sam sangat mencintai El, Sam pasti akan selalu mengingat El dimanapun berada. Kekuatan cinta akan mengalahkan segalanya, Sel!",sahut Saga.
"Kenapa Kakak rela kalau El bersama dengan Sam?. Aku lihat-lihat Kakak suka sama El?",tanya Sella.
"Kakak orang baik, pasti Kakak akan menemukan orang baik juga. Aku yakin itu!".
"Terimakasih Sel, atas doanya. Kakak sangat bahagia. Bisa mengenal kamu, terutama El. Kakak penasaran, sebegitu seru kah kalian pada saat masa-masa putih abu-abu?",tanya Saga.
Sella tersenyum mendengar pertanyaan dari Saga. Ia lalu membayangkan masa putih abu-abu bersama para sahabatnya. Mereka tertawa, sedih dan bahagia tanpa beban. Seperti kaset yang berputar di kepalanya. Ia ingin mengulangi masa-masa itu, tetapi itu mustahil terjadi.
***
El baru saja datang dengan kedua tangan menenteng beberapa plastik kantong. Ia melihat Sella ada di samping Saga. "Bukankah itu Sella!. Dasar tuh anak, mainnya sampai jauh ke sini!",ucap El sambil melangkahkan kaki mendekati Sella dan Saga.
"Indah banget Kak. Tidak, bisa di ungkapkan dengan kata-kata",sahut Sella lama. Karena, ia membayangkan kebahagiaan di masa putih abu-abu.
El memeluk erat Sella. Ia sangat merindukan sahabatnya.
Sella kaget mendapat pelukan yang tiba-tiba. "Kamu dari mana aja sih?",kesal Sella.
El melepaskan pelukannya. "Uh...,dari sembahyang, kamar mandi dan cari sesuatu untuk mengganjal perut!",jawab El sambil menunjukkan beberapa kantong plastik di tangannya.
"Kamu lapar?",tanya Saga heran.
El menganggukkan kepalanya. "Aku lapar dari tadi malam, Kak. Makanya ku bangun pagi-pagi cari sesuatu ini!",sahut El malu.
__ADS_1
"Kenapa tidak membangunkan ku?. Kakakkan bisa cari makan di luar?",kata Saga.
"Terimakasih sebelumnya Kak. Tapi, aku gak berani membangunkan Kakak. Aku tahu Kakak pasti kecapekan, makanya tidak mendengar cacing-cacing di perutku minta di isi!",seru El yang langsung duduk di antara mereka berdua. "Terus, kenapa kamu kesini tidak bilang-bilang?",tanya El.
"Mana mungkin aku akan bilang. Kamu pasti butuh aku. Akukan soulmate kamu!",goda Sella supaya El bisa tersenyum manis.
"Najis!",jawab El tertawa.
Sella dan Saga saling melihat. Mereka senang bisa melihat El tersenyum dan tertawa lagi. Sesederhana itukah membuatnya tertawa?.
"Kamu udah lihat Sam, Sel?",tanya El.
"Belum. Aku belum siap!",jawab Sella.
"Terus siapnya kapan?. Dia sekarang lagi butuh dukungan dari orang-orang terdekatnya Sel. Aku mohon supaya kamu segera menemuinya!",kata El memohon.
"Ok. Tapi, kita bareng-bareng ya?. Aku gak sanggup melihat orang yang sedang sakit El",jawab Sella.
"Tapi sekarang Sam sedang kritis Sel. Dia butuh kita!",jelas El.
Tiba-tiba Violla dan Dirga datang menghampiri mereka bertiga.
"Sayang bagaimana keadaannya Sam?",tanya Violla khawatir. "Dia di ruang mana?".
"Mama, Papa!",kata El setelah melihat calon mertuanya ada di samping mereka. "Sam, ada di ruang ICU ma, pa?",ucap El lemas.
"Lalu mana ruang ICU, sayang?",tanya Violla sudah tidak sabar.
"Ayo ma, pa!",ajak El.
Mereka berjalan ke arah ruang ICU.
Dan...
Violla tidak bisa berkata-kata, ia langsung memeluk suaminya dengan erat. Tangisnya pecah di pelukan suaminya. Hiks... Hiks...
Sella tidak percaya apa yang sedang ia lihat sekarang.
Sam...
Terakhir kali aku menjenguk kamu pada saat waktu SMA, Sam!. Pada saat itu kamu mengalami sebuah kecelakaan. Tapi, kenapa harus kamu ulangi lagi, bahkan sampai kamu masuk ruang ICU ini ! batin Sella sesak.
"Sayang....... Mama mohon, bangunlah!",teriak Violla sambil menangis.
El berdiri di samping Dirga dan Violla. Ia memberikan semangat kepada kedua orang tua Sam.
"Sayang.....!", teriak Violla terisak-isak sambil memukul kaca pembatas sambil memanggil nama anaknya.
***
__ADS_1
Jangan lupa komen, like dan vote.
Terimakasih.