Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Pertemuan Yang Tak Terduga


__ADS_3

...Happy Reading...


...*****...


Jo menghampiri para sahabat-sahabatnya yang diikuti oleh Aqila.


"Sama siapa Jo, calon kandidat terbaru nih ceritanya!",goda William.


Jo langsung memukul lengan Wiliam tetapi tidak menyakiti. "Huss.... ini Aqila adik kelas kita".


Aqila tersenyum sambil memperkenalkan dirinya. "Senang bisa berkenalan dengan kakak-kakak senior ini".


"Sama-sama Aqila!",jawab mereka serentak.


"Oh ya El, Aqila ini ingin bertemu dengan kamu. Dia ada tugas dari kakak seniornya buat mencari senior-senior yang sangat berprestasi di kampus ini",jelas Jo kepada para sahabatnya.


"Iya kak. Ada waktu gak ya kak?",tanya Aqila kepada El.


"Ada kok. Ya udah, kita duduk disana yuk!. Soalnya disini rame sekali!",ajak El untuk mencari tempat yang sunyi supaya mudah untuk tanya jawab.


"Baik Kak, dengan senang hati!".


Mereka berdua berjalan beriringan.


"Kakak sangat cantik sekali!",puji Aqila.


"Oh... thanks Aqila. Kamu juga sangat-sangat cantik dan imut. Pasti kamu dijadikan rebutan di kampus ya?",ucap El.


Aqila tersipu malu karena kakak seniornya memuji dirinya. "Enggak kok kak. Masih ada yang lebih cantik dari aku".


"Cantik itu bukan hanya sekedar di wajahnya Aqila. Cantik itu dari hati. Dan hati akan memancarkan keindahan dan keanggunan dari sang pemilik".


Aqila benar-benar sangat tersentuh dengan perkataan El. Kata-kata yang sangat indah dan sederhana.


"Ayo duduk!",ajak El duduk disampingnya.


Mereka berdua duduk dibawah pohon yang sangat rindang. "Apa yang kamu ingin tanyakan kepada saya, Aqila?".


"Kakak ambil jurusan apa?".


"Hukum".


"Aduhhh.....!".


"Why?".


"Aku ambil jurusan manajemen bisnis kak. Dan tugasku mencari senior dengan lulusan terbaik. Kirain aku, kakak juga ambil jurusan yang sama kayak aku?",ungkap Aqila kecewa pada dirinya sendiri. "Apa yang dikatakan papa benar, lebih baik ambil jurusan kedokteran dari pada ambil manajemen bisnis!",sambungnya. Ia saat ini sangat lelah, karena besok tugasnya segera dikumpulkan.


"He... Maafkan aku, Aqila. Aku gak tahu kalau kamu mencari jurusan manajemen bisnis",kata El meminta maaf kepada Aqila.


"Kakak gak salah kok. Aku aja yang terlalu bersemangat untuk mengerjakan tugas ini. Sehingga aku lupa untuk bertanya kepada kakak jurusan apa". Aqila kecewa kepada dirinya sendiri.


"Papa kamu seorang dokter?".

__ADS_1


"Iya kak. Saran papa, aku disuruh ambil jurusan kedokteran. Tapi, aku gak mau. Aku bercita-cita ingin punya perusahaan sendiri dan mengelolanya",jelas Aqila. "Oh ya kak, kakak punya teman atau saudara gitu yang ambil jurusan sama kayak aku?",tanya Aqila berharap banyak.


"Jangan putus semangat gitu dong!. Ini itu tantangan buat kamu. Kakak juga punya cita-cita kok setinggi langit. Tapi, kakak gak pernah putus asa untuk mengejarnya!",kata El. "Oh bentar, sepertinya aku punya seseorang yang ambil jurusan seperti kamu",sambung El yang langsung membuat Aqila bersemangat lagi.


"Boleh kak. Boleh aku bertemu dengannya?",harap Aqila.


"Bentar ya, kakak coba hubungi dia dulu!",kata El yang langsung menghubungi seseorang. Ia mencoba menjauh untuk sekedar berbicara.


Aqila berharap semoga apa yang ia harapkan menjadi kenyataan.


"Ok kak. Aku tunggu dikampus sekarang ya!!",jawab El dan mengucapkan salam sebelum mematikan ponselnya.


"Bagaimana kak?",tanya Aqila setelah El sudah berada didepannya.


"Bisa. Bentar lagi dia akan kesini kok. Mumpung dia masih ada disekitar sini",jelas El.


"Syukur deh kalau gitu Kak. Dia cewek atau cowok kak?",tanya Aqila berharap dia adalah cewek.


"Cowok".


"What?. Cowok?. Aqila kaget karena apa yang ia harapan tidak sesuai dengan ekspektasinya.


*


*


*


*


*


"Bagaimana pak, apakah bapak setuju dengan keputusan saya?",tanya Sam langsung kepada inti permasalahannya.


"Maafkan saya pak Sam. Saya sangat kurang setuju dengan keputusan ini. Karena yang saya lihat pak Edwan belum sepenuhnya kompeten dalam mengelola perusahan yang begitu besar ini. Mungkin saran saya, pak Edwan harus belajar lagi diposisi dari bawah. Sehingga pak Edwan tahu bagaimana mengelola perusahaan dengan baik",kata pemegang saham tersebut.


Dirga paham begitu bagaimana anak-anaknya mengelola perusahaan dan bisnis. Edwan yang tidak bisa diandalkan sama sekali. Mereka mempunyai teknik dan pemahaman dalam dunia bisnis yang berbeda.


"Lalu saya harus apa ya pak, supaya bapak mau menandatangani keputusan saya dengan menyerahkan kepemimpinan ini kepada kakak saya?",tanya Sam yang tidak ada rasa putus asa.


"Saya tidak meminta apapun pak Sam dan pak Dirga. Tapi ini menurut saran saya seperti itu. Supaya Edwan lebih bisa mengelola perusahaan ini. Karena para pemegang saham juga ingin mempertahankan ini, dan tidak mau rugi sama sekali",jawab pemegang saham. "Mengapa pak Sam ingin mengundurkan diri dari kepemimpinan ini?",sambungnya.


"Setelah menikah nanti, saya mempunyai cita-cita dan mimpi yang sangat sederhana pak. Mempunyai bisnis di negara sendiri dan mengembangkannya bersama istri saya. Saya tidak akan mungkin bolak-balik kesini, sedangkan istri dan anak saya ada di Indonesia. Dan saya juga ingin mengembangkan bisnis saya didunia perhotelan yang ada di kota Bandung".


Pemegang saham itu berdecak kagum atas mimpi sederhana seorang CEO. "Anda sangat berbakat didunia perbisnisan Pak Samuel. Anak muda dengan semangat yang membara yang ada pada diri anda",pujinya.


"Terimakasih pak. Terimakasih banyak atas pujian bapak. Lalu kelanjutannya bagaimana?".


"Ok. Saya akan menyetujui semuanya. Tetapi, ada satu syarat?".


"Syarat. Apa pak syaratnya?",tanya Sam dan Dirga berbarengan karena ini adalah kabar bahagia bagi mereka berdua.


"Masa percobaan Edwan satu bulan. Bila dalam satu bulan tidak ada peningkatan, otomatis akan terganti oleh kandidat selanjutnya. Bagaimana Pak Samuel?. Apakah anda setuju dengan persyaratan saya?",pinta pemegang saham.

__ADS_1


Sam dan Dirga saling pandang satu sama lain.


"Baiklah pak. Saya akan memberitahukan syarat ini kepada anak saya Edwan. Supaya dia dapat bertanggung jawab secara keseluruhan perusahaan",jawab Dirga yakin.


"Baiklah pak Dirga. Semoga Edwan bisa membawa perusahaan ini menjadi lebih baik lagi!",kata pemegang saham yang mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Dirga dan Samuel.


"Terimakasih banyak pak!",ucap Sam yang membalas jabat tangannya.


*


*


*


*


*


Saga berjalan menuju gedung aula yang ditujukan oleh El. Ia masih berbalas pesan dimana El berada. "Di depan gedung aula",ucapnya pada dirinya sendiri. Ia segera berlari ke arah gedung.


El yang sedang mendengarkan cerita dari Aqila, hanya mendengarkan dengan setia. Ia melihat sekilas ke arah belakang Aqila, ia melihat seorang yang sedang ia tunggu-tunggu. "Kak Saga!",panggil El.


Saga!. Kenapa akhir-akhir ini nama Saga sangat banyak disekitarku! batin Aqila.


"Hai El....!",ucap Saga sambil mengangkat tangan. Ia berjalan sambil menghampiri El.


Aqila yang penasaran dengan nama Saga langsung menoleh kebelakang.


Ha.......


Aqila hanya mengangga tidak percaya bahwa ia akan bertemu dengan Saga Rahadian lagi.


Saga yang tadi berjalan dengan cepat langsung berhenti melangkah kakinya ketika melihat Aqila berada di dekat El. Aqila.


Ya Tuhan,,,, ada apa dengan jantungku ini?. Mengapa berdetak tidak seperti biasanya? batin Aqila yang masih memandang Saga tidak percaya.


"Kak, kenapa berhenti di situ!!!",teriak El.


Ya Tuhan, wanita itu?. Mengapa dia sama El?. Apakah mereka saling mengenal? batin Saga. "Eh iya El...!",jawab Saga dengan senyuman manisnya. Ia berjalan menghampirinya.


Aqila hanya bisa tertunduk malu. Ia tidak pernah membayangkan bisa bertemu dengan laki-laki ini.


"Lama banget sih kak!",oceh El.


"Maaf... maaf...!". Saga hanya melirik ke arah Aqila. Sapa tidak ya? batin Saga berteriak dan bertanya-tanya pada dirinya.


El yang melihat tingkah mereka hanya mengenyitkan keningnya tidak mengerti. Tidak biasanya Saga bersikap seperti ini. Dan Aqila seperti menahan malu bertemu dengan Saga. "Apakah kalian saling mengenal?",tanya El.


"TIDAK!!!",jawab Saga dan Aqila serentak.


...*****...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...

__ADS_1


...Terimakasih ...


__ADS_2