Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Kepala Dingin


__ADS_3

...Happy Reading...


...*****...


"COBA SAJA KALAU BERANIIII......!",tantang kedua orang yang sudah berdiri tegak ada disamping mereka berdua dengan sebuah kamera yang ada digenggaman tangan Saga.


Jelita dan Edwan tercengang melihat Sam dan Saga berada di dalam apartemen mereka berdua.


Jelita berdiri tegak melihat Sam dan Saga ada didalam apartemenya. "Sam.... Saga....!",ucap Jelita secara bergantian melihat Sam dan Saga.


Edwan tersenyum kecut karena ia ketahuan oleh sang adik. Ia kali ini tidak boleh kalah lagi melawan sang adik. "Hebat... Hebat... Hebat....!",puji Edwan sambil bertepuk tangan meriuh. "Ternyata kalian punya nyali juga ya!",ejek Edwan lagi.


"Udah cukup Kak... Udah cukup kakak membuat onar di keluarga kita. Sekarang Sam tanya sama kakak, mau kakak apa?",tanya Sam mencoba tenang karena Edwan sangat ini sangat-sangat menyedihkan.


Edwan hanya tersenyum menyeringai. Ia tidak terima Sam akan menginjak-injak harga dirinya lagi. "Baru sekarang kamu menanyakan itu semua kepada kakak. Kamu takut bila saham-saham ini akan jatuh kepadaku?",tanya Edwan menantang.


"Aku tidak akan takut bila semua saham-saham perusahaan jatuh kepada kakak. Karena Sam yakin, kakak akan menjaga perusahaan milik keluarga kita",jelas Sam karena selama ini ia sudah lelah untuk bekerja di beberapa perusahaan. "Kalau kakak mau perusahaan itu, ambil aja kak. Aku akan pulang ke Indonesia untuk menjaga perusahaanku sendiri yang ada di Bandung. Aku tidak mau lagi ada perang di antara kita, asalkan kakak mau berubah. Kasihan papa dan mama kak. Mereka memikirkan kakak. Dan cepat lupakan wanita murahan itu. Dia yang membuat kakak seperti ini", ungkap Sam dengan mata berkaca-kaca.


Tangan Saga menepuk bahu Sam, memberikan sedikit semangat supaya Sam tidak lagi jatuh. Ia tahu, bahwa Sam tidak mudah meninggalkan perusahaan milik papanya. Tapi bagaimanapun itu pilihan hidup Sam sendiri.


Edwan menundukkan kepala. Ia tahu bahwa selama ini hanya menyusahkan kedua orang tuanya karena kelakuan dan sifat yang arogan menguasai dirinya.


"Kak, bila Sam mempunyai salah sama kakak, Sam minta maaf Kak. Beberapa tahun ini, aku kehilangan sosok kakak yang selalu ada dihidupku. Kakak yang selalu ceramahi aku di setiap waktu, walaupun kakak sendiri yang melakukan kesalahan-kesalahan. Tapi, aku yakin, kakak sangat sayang sama kami",ungkap Sam.

__ADS_1


"Kesalahan kamu terlalu banyak Sam. Kamu mengambil apa yang aku punya. Perusahaan, kasih sayang orang tua dan cinta. Semua hanya memuji kamu. Memuji kepintaran kamu. Memuji kinerja kamu. Dan mereka tidak pernah memandang kakak sedikitpun. Kakak hanya sebagai pigura yang ada di samping kamu. Seharusnya kakak mempunyai lebih daripada kamu",jelas Edwan yang merasa hidupnya hanya sebuah pigura semata.


"Itu menurut kakak. Tapi, kenyataannya bukan begitu kak. Kakak sendiri yang memulai drama-dramaan soal cinta, tunangan dan kesalahan yang aku perbuat. Karena kakak berada di lingkup yang kurang baik dan kakak mudah terpengaruh oleh siapapun itu termasuk wanita murahan itu. Dia hanya menganggap kakak sebagai aset kehidupannya. Dan ternyata terbukti bukan, disaat kakak terjatuh lalu dimana dia berada kak!!!!",keluh Sam atas pemikiran Edwan yang tidak logis.


"Jaga ucapan kamu Sam!!!... Dia wanitaku. Kamu tidak berhak mengatakan hal yang kotor terhadap wanitaku",kesal Edwan.


Sam tersenyum miris, bahwa sang kakak sudah tergila-gila oleh wanita yang bernama Chika itu. "Kalau dia wanita baik-baik, dia akan selalu ada disamping kakak. Menemani kakak disaat suka maupun duka. Tapi, buktinya disaat kakak terjatuh seperti ini, apakah dia setia sama kakak???. Kak, Sam mohon sadarlah!!. Sam tahu, kakak sudah menikah siri sama dia, tapi dia tidak pantas buat kakak... Sam janji, bila nanti kakak bisa melepaskan wanita itu, Sam akan pergi dari negara ini dan melepaskan semua aset perusahaan milik ayah kepada kakak. Dan Sam akan melanjutkan usaha Sam yang ada di Bandung. Itu sudah penawaran yang sempurna bukan buat kakak!!".


"Oh ya, kakak tidak akan percaya dengan begitu mudah sama kamu, Sam!".


"Lalu mau kakak apa?",tanya Sam tidak menyangka bahwa sang kakak bisa bicara begitu dengan mudahnya. "Ok, mungkin papa belum sepenuhnya percaya sama kakak. Tapi kakak harus buktikan dong kemampuan kakak sendiri. Memang dulu kakak sempat membawa uang perusahaan dengan begitu banyak menghamburkan dengan wanita itu, tapi sekarang kakak harus mencoba berubah dong. Manusia memang tempatnya salah kak, tapi dengan kesalahan itu sendiri kita menyadari bahwa kesalahan tidak akan mungkin terjadi kedua kalinya kalau tidak ada niat didalam hati kita sendiri. Kalau kakak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi, itu sama aja kakak bunuh diri. Bukankah begitu teorinya!",oceh Sam menjelaskan sedikit tentang sikap Edwan yang begitu keras kepala.


Edwan menghela nafas kasar. Ia tahu bahwa Chika sudah menipunya mentah-mentah. Semua uang yang ia miliki semua sudah di ambil oleh Chika apa lagi barang-barang branded yang sempat ia belikan untuk mantan sang kekasih semua lenyap dan hilang seketika.


Jelita langsung menegakkan kepala menatap Sam penuh dengan penyesalan.


"Dulu kamu memisahkan aku dengan Saga. Dan sekarang kamu tega melakukan hal yang sama lagi. Dengan kesalahan dan perbuatan yang sama. Mulai sekarang, menjauhlah dari kehidupanku maupun kehidupan keluargaku. Aku sudah tidak mau melihat kamu ada di sekitarku!!!",ucap Sam yang sudah muak dengan tingkah laku Jelita.


Jelita berdiri menatap Sam penuh, rasa percaya dirinya sekarang mulai memudar. "Sam, aku minta maaf!!",ucap Jelita terbata-bata. "Aku salah. Aku janji, aku tidak akan melakukan kesalahan lagi Sam. Aku janji!!!",sambung Jelita memohon kepada Sam supaya Sam memaafkan dia lagi.


"Aku sudah memberikan kamu kesempatan kedua. Tapi nyatanya, kamu tidak berubah dan malah berulah".


Jelita meneteskan air mata di pipinya. "Ga, tolong.... tolong aku....". Jelita memohon kepada Saga supaya Saga membantunya kali ini.

__ADS_1


"Bagaimana kak tentang penawaran yang aku tawarkan kepada kak?. Berminat atau tidak?",tanya Sam lagi meyakinkan sang kakak.


"Aku akan pikir-pikir dulu!!!. Dan sebagai jaminannya aset dan saham ini, kakak yang akan pegang!!!. Buat jaga-jaga kalau kamu berubah pikiran!!!",sahut Edwan.


"Ok. Aku akan buktikan ucapanku sendiri!!!... Selamat malam dan selamat menikmati!!!",kata Sam sebelum mengajak Saga untuk meninggalkan apartemen milik Jelita.


Ponsel Sam tidak henti-hentinya berdering. El terus menerus menanyakan kabar dan situasi yang dihadapi oleh Sam. Dan Sam menjawab bahwa ia sudah menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin.


Dan disinilah Sam dan Saga berada. Di atas gedung perusahaan milik keluarga Dirga. Mereka berdua duduk sambil menikmati minuman bersoda dan camilan yang mereka beli sebelum datang ke atap gedung ini.


"Aku kira kamu akan melakukan lebih Sam kepada kak Edwan. Tapi malah sebaliknya kamu melakukan kebaikan sama dia!!",oceh Saga sambil meneguk minuman bersoda itu.


"Bagaimanapun dia kakakku, Ga. Dia juga berhak untuk mendapatkan perusahaan milik papa".


Saga menepuk bahu Sam. "Aku salut sama kamu, Sam. Setiap masalah yang kamu hadapi selalu kamu selesai dengan kepala dingin",kata Saga. "Kalau boleh jujur, sebenarnya aku dan El merencanakan permainan yang di mainkan oleh kakak kamu. Kakak kamu selalu mengancam El dan menakuti El. Tapi, El tidak mau kamu mengetahui karena dia takut hubungan kamu dan kak Edwan akan semakin runyam. Jadi dia memilih bungkam tanpa bercerita sama kamu, Sam. Dan aku juga telah mengancam kakak kamu atas apa yang kakak kamu lakukan kepada El kemarin!!!",jelas Saga panjang lebar.


"APAAAA!!!",kaget Sam sampai ia tidak percaya bahwa sang kakaklah pelaku yang mengancam keselamatan sang tunangan.


...*****...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2